Selasa, 28 Maret 2017 | 01.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tidak Tahu Ada Korban Tewas, Perampok Pulomas Minta Polisi Tembak Mati Dirinya

Tidak Tahu Ada Korban Tewas, Perampok Pulomas Minta Polisi Tembak Mati Dirinya

Reporter : Yudi | Selasa, 3 Januari 2017 - 14:29 WIB

IMG-19659

Jakarta, kini.co.id – Salah satu tersangka perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Erwin Situmorang, meminta kepada polisi untuk menembak mati dirinya sebagai hukuman. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Permintaan tersebut, menurut Argo, diminta oleh Erwin setelah dirinya mendengar kalau aksi perampokannya tersebut menelan korban hingga enam orang.

“Dia (Erwin) bilang ‘Pak lebih baik saya ditembak saja sampai meninggal’,” cerita Argo, Selasa (3/1/2017).

Menurut Argo, tersangka Erwin tidak menyangka kalau penyekapan terhadap 11 orang tersebut berujung kematian terhadap enam orang korban.

“Dari hasil interogasi kemarin kebetulan yang terjadi di Pulomas, ruangan yang terdekat adalah kamar mandi. Dan dia (Erwin) tidak menyangka ada korban meninggal,” lanjutnya.

Menurut keterangan ke tiga pelaku yang telah tertangkap, dalam melakukan aksinya mereka tidak pernah melukai korban apalagi hingga membunuh.

Diketahui pihak Kepolisian telah berhasil menangkap keempat pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulomas. Keempat pelaku tersebut adalah Ramlan Butarbutar (tewas) yang menjadi pimpinan kelompok, Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga dan Ius Pane.

Saat ini polisi juga sedang melakukan penyelidikan guna pengembangan dari ketiga tersangka tersebut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...