Rabu, 28 Juni 2017 | 05.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sudah 20 Jam Evakuasi Fajar Sidik Belum Membuahkan Hasil

Sudah 20 Jam Evakuasi Fajar Sidik Belum Membuahkan Hasil

Rabu, 4 Januari 2017 - 22:58 WIB

IMG-19704

Ambulan mulai disiagakan untuk berjaga-jaga prose evakuasi korban ambruknya tangga darurat proyek apartemen di Bekasi (Kininews/Yaqub)

Bekasi, kini.co.id – Proses evakuasi Fajar Sidik (21), korban tertimbun reruntuhan puing tangga pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon, Jalan KH Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, yang berlangsung mulai sejak Rabu (4/1/2017) pukul 03:05 WIB dini hari tadi hingga pukul 22:15 WIB malam ini belum memberikan hasil yang positif.

“Kami belum dapat menemukan korban oleh karena itu kegiatan proses evakuasi kami hentikan sementara akan dilanjutkan esok pagi kurang lebih pukul 07:30 WIB,” ungkap Kepala Polsek Bekasi Selatan, Komisaris Bayu Pratama usai meninjau lokasi sejak pagi kepada awak media.

Proses evakuasi kata Bayu, bekerjasama antara unsur TNI/Polri, Basarnas, Damkar Jakarta Timur/Kota Bekasi PMI Kota Bekasi dan seluruh pihak tentunya yang memiliki tanggung jawab untuk membantu proses evakuasi.

“Ini merupakan kerjasama serta sinergitas kami untuk mengefisiensikan dan mengefektifkan pelaksanaan tugas proses evakuasi ini, tidak ada perubahan korban, hanya satu orang. Namun kita tidak melihat banyak sedikitnya jumlah karena menyangkut dengan nyawa jiwa manusia sehingga kami tetap memprioritaskan untuk mengevakuasi dan kami mengupayakan semaksimal mungkin untuk dapat membantu korban,” kata dia.

Untuk tumpukan material yang tertimbun jelas Bayu, kurang lebih ada di 4 lantai dengan ketinggian 12 meter. Sementara yang sudah dapat dievakuasi atau dikeluarkan itu sampai dengan terakhir Kurang lebih sekitar 4 sampai 5 meter.

“Jadi masih ada kurang lebih tumpukan material itu setinggi 7 meter, untuk perkiraan kondisi korban kami tidak berani mendahului Tuhan namun kalau melihat jarak antara pertama kali terjadi sampai dengan saat ini sudah hampir 16 jam,” tukas dia.

Secara medis kondisi korban kecil untuk selamat. Namun kata Bayu, semua tetap berdoa untuk yang terbaik. kendala proses evakuasi saat ini lanjut dia, adalah barang – barang di dalam yang merupakan besi dan beton dalam kondisi yang cukup besar dan cukup banyak jumlahnya.

“Bisa dibayangkan dari lantai 32 dan untuk mengeluarkannya itu harus diangkat sampai ke lantai paling atas di lantai 42, proses pengangkatannya menggunakan crane, serta space ruangan sangat sempit, hanya 6×2 setengah meter. Sehingga itu juga menjadi kendala untuk kita mengeluarkan sisa material,” papar dia.

Hingga saat ini kata Bayu, insiden terjadinya peristiwa tersebut masih dalam upaya pendalaman, dan penyelidikan.

Di informasikan pelibatan personil dari seluruh pihak berjumlah 128 orang yang terdiri dari TNI/Polri dan lainnya, serta juga dari para pekerja PT sendiri. Sementata untum penghentian batas waktu aktifitas kerja belum dapat dipastikan secara pasti. [Yaqub]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...