Minggu, 23 April 2017 | 20.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Kendala Evakuasi Korban Apartemen Ambruk di Bekasi

Ini Kendala Evakuasi Korban Apartemen Ambruk di Bekasi

Reporter : Yudi | Kamis, 5 Januari 2017 - 08:52 WIB

IMG-19708

Petugas melakukan briefing sebelum menyelamatkan korban yang tertimpa reruntuhan Apartemen Grand Kamala Lagoon. (KiniNews/Ist)

Bekasi, kini.co.id – Satu orang masih terjebak di basement apartemen Grand Kamala Lagoon setelah tangga darurat apartemen ambruk.

Proses evakuasi pun dilanjutkan hari ini setelah dihentikan tadi malam pukul 22.00 WIB.

“Kami menginfomasi kan, malam (pukul 22.00 WIB), kita stop sementara dan akan kita lanjutkan esok pagi (Kamis 5 Januari 2017), pada pukul 07.30 WIB. Proses evakuasi sejak tadi malam, hingga saat ini belum menghasilkan hasil yang positif atau belum menemukan korban,” ungkap Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Bayu Pratama, kemarin malam.

Proses evakuasi dihentikan, kata Bayu, karena sudah larut malam dan kondisi SDM yang sudah lelah.

“Memang ini menyangkut jiwa tetapi kami harus realistis, sumber daya kita sejak semalam telah bertugas, dan kita juga perlu memperhatikan keselamatan petugas,” jelasnya.

Adapun kesulitan dalam evakuasi korban adalah kesulitan medan.

“Reruntuhan tangga darurat berbahan beton yang menimbun korban mencapai ketinggian 12 meter,” terangnya.

Sementara, puing yang sudah diangkat baru 4-5 meter.

Lebih parahnya lagi, puing-puing itu tidak bisa diangkat dengan alat berat karena sempitnya lokasi.

Proses evakuasi dilakukan dengan cara mengangkat setiap reruntuhan secara satu per satu dengan menggunakan crane.

Sebelumnya, tangga darurat di proyek Apartemen Grand Kamala Lagoon, Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mendadak roboh pada Rabu 4 Januari 2017 sekitar pukul 03.00 WIB.

Atas kecelakaan kerja itu, seorang pekerja, Fajar Sidiq (21), warga Tasikmalaya, terjebak di basement akibat tertimpa dan tertutup reruntuhan material preecast (tangga darurat) yang jatuh saat dipasang dari lantai 32 ke lantai 33 gedung tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...