Minggu, 19 Februari 2017 | 18.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Reporter : Fauzan | Kamis, 5 Januari 2017 - 14:05 WIB

IMG-19723

Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kabar penghinaan Pancasila oleh Australia terus meluas. Bahkan saat ini Australia telah mengirimkan surat permintaan maaf terkait hal itu.

Selain itu mereka juga berjanji mengubah kurikulum pembelajaran kerja sama militer Indonesia-Australia guna mengantisipasi terulangnya peristiwa penghinaan terhadap lambang negara dan Pancasila.

“‎Saya dengan Marsekal AU Mark Binskin bersahabat. Akhirnya beliau mengirim surat kepada saya, permohonan maaf, mereka akan memperbaiki kurikulum,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, Kamis (5/1/2016).

Gatot mengatakan pelecehan itu awalnya ditemukan ketika TNI mengirim seorang perwira di special air service persiment (pasukan khusus AD). Pada saat mengajar di sana, ditemukan hal tidak etis sebagai negara sahabat yang mendiskresikan TNI dan bangsa Indonesia, bahkan ideologi bangsa Indonesia.

(Baca juga:Ini Kata Jokowi Soal Penghentian Kerjasama Indonesia-Australia)

“Contohnya, kurikulumnya dan pelajarannya, pekerjaan dari siswanya pun sama. Terlalu menyakitkan sehingga tidak perlu dijelaskan,” kata Gatot.

Prajurit Kopassus ditunjuk sebagai guru bahasa Indonesia dalam kerja sama antara militer Indonesia-Australia itulah yang pertama kali melakukan protes keras atas pelecehan Pancasila ini.

“Latar belakangnya sedikit saya jelaskan bagaimana doktrin kita. Setiap tentara itu dalam pendidikan ada doktrin. Doktrinnya agar sangat mencintai ideologinya, ideologi bangsanya. Dengan demikian maka dia siap untuk mengorbankan jiwa raga untuk menghadapi apa pun juga,” tegasnya.

Diketahui, saat ini TNI telah menghentikan kerjasama pelatihan militer Indonesia-Australia. Meskipun begitu, hubungan bilateral antara kedua negara itu disebut masih baik. Jokowi menegaskan kalau Indonesia dan Australia telah sepakat untuk terus menjaga hubungan baik dalam hal apapun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal
Politik - Minggu, 19 Februari 2017 - 11:50 WIB

PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal

Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan menuding partai pendukung selain PDIP lemah mengintensifkan dukungan dari bawah dan kurang memiliki ...
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:50 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mundur secara resmi. Juru bicara PTFI, Riza Pratama pun ...
KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:42 WIB

KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun

Ada tiga perkara yang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berikan kepada Walikota Madiun Bambang Irianto (BI) sebagai tersangka tindak pidana korupsi. ...
Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 17:59 WIB

Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada DKI Jakarta 2017 meningkat. ...
PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 15:17 WIB

PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, tengah mengumpulkan masukan dari sejumlah kader dan simpatin dalam penentuan sikap politik ...
Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan
Peristiwa - Sabtu, 18 Februari 2017 - 13:23 WIB

Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Presiden Jokowi yang membiarkan Ahok kembali menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta meski menyandang status ...