Rabu, 18 Januari 2017 | 12.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Reporter : Fauzan | Kamis, 5 Januari 2017 - 14:05 WIB

IMG-19723

Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kabar penghinaan Pancasila oleh Australia terus meluas. Bahkan saat ini Australia telah mengirimkan surat permintaan maaf terkait hal itu.

Selain itu mereka juga berjanji mengubah kurikulum pembelajaran kerja sama militer Indonesia-Australia guna mengantisipasi terulangnya peristiwa penghinaan terhadap lambang negara dan Pancasila.

“‎Saya dengan Marsekal AU Mark Binskin bersahabat. Akhirnya beliau mengirim surat kepada saya, permohonan maaf, mereka akan memperbaiki kurikulum,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, Kamis (5/1/2016).

Gatot mengatakan pelecehan itu awalnya ditemukan ketika TNI mengirim seorang perwira di special air service persiment (pasukan khusus AD). Pada saat mengajar di sana, ditemukan hal tidak etis sebagai negara sahabat yang mendiskresikan TNI dan bangsa Indonesia, bahkan ideologi bangsa Indonesia.

(Baca juga:Ini Kata Jokowi Soal Penghentian Kerjasama Indonesia-Australia)

“Contohnya, kurikulumnya dan pelajarannya, pekerjaan dari siswanya pun sama. Terlalu menyakitkan sehingga tidak perlu dijelaskan,” kata Gatot.

Prajurit Kopassus ditunjuk sebagai guru bahasa Indonesia dalam kerja sama antara militer Indonesia-Australia itulah yang pertama kali melakukan protes keras atas pelecehan Pancasila ini.

“Latar belakangnya sedikit saya jelaskan bagaimana doktrin kita. Setiap tentara itu dalam pendidikan ada doktrin. Doktrinnya agar sangat mencintai ideologinya, ideologi bangsanya. Dengan demikian maka dia siap untuk mengorbankan jiwa raga untuk menghadapi apa pun juga,” tegasnya.

Diketahui, saat ini TNI telah menghentikan kerjasama pelatihan militer Indonesia-Australia. Meskipun begitu, hubungan bilateral antara kedua negara itu disebut masih baik. Jokowi menegaskan kalau Indonesia dan Australia telah sepakat untuk terus menjaga hubungan baik dalam hal apapun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...