Senin, 20 November 2017 | 22.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Reporter : Fauzan | Kamis, 5 Januari 2017 - 14:05 WIB

IMG-19723

Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kabar penghinaan Pancasila oleh Australia terus meluas. Bahkan saat ini Australia telah mengirimkan surat permintaan maaf terkait hal itu.

Selain itu mereka juga berjanji mengubah kurikulum pembelajaran kerja sama militer Indonesia-Australia guna mengantisipasi terulangnya peristiwa penghinaan terhadap lambang negara dan Pancasila.

“‎Saya dengan Marsekal AU Mark Binskin bersahabat. Akhirnya beliau mengirim surat kepada saya, permohonan maaf, mereka akan memperbaiki kurikulum,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, Kamis (5/1/2016).

Gatot mengatakan pelecehan itu awalnya ditemukan ketika TNI mengirim seorang perwira di special air service persiment (pasukan khusus AD). Pada saat mengajar di sana, ditemukan hal tidak etis sebagai negara sahabat yang mendiskresikan TNI dan bangsa Indonesia, bahkan ideologi bangsa Indonesia.

(Baca juga:Ini Kata Jokowi Soal Penghentian Kerjasama Indonesia-Australia)

“Contohnya, kurikulumnya dan pelajarannya, pekerjaan dari siswanya pun sama. Terlalu menyakitkan sehingga tidak perlu dijelaskan,” kata Gatot.

Prajurit Kopassus ditunjuk sebagai guru bahasa Indonesia dalam kerja sama antara militer Indonesia-Australia itulah yang pertama kali melakukan protes keras atas pelecehan Pancasila ini.

“Latar belakangnya sedikit saya jelaskan bagaimana doktrin kita. Setiap tentara itu dalam pendidikan ada doktrin. Doktrinnya agar sangat mencintai ideologinya, ideologi bangsanya. Dengan demikian maka dia siap untuk mengorbankan jiwa raga untuk menghadapi apa pun juga,” tegasnya.

Diketahui, saat ini TNI telah menghentikan kerjasama pelatihan militer Indonesia-Australia. Meskipun begitu, hubungan bilateral antara kedua negara itu disebut masih baik. Jokowi menegaskan kalau Indonesia dan Australia telah sepakat untuk terus menjaga hubungan baik dalam hal apapun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...