Minggu, 23 Juli 2017 | 17.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Kirim Surat Permintaan Maaf, Australia Janji Ubah Kurikulum

Reporter : Fauzan | Kamis, 5 Januari 2017 - 14:05 WIB

IMG-19723

Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kabar penghinaan Pancasila oleh Australia terus meluas. Bahkan saat ini Australia telah mengirimkan surat permintaan maaf terkait hal itu.

Selain itu mereka juga berjanji mengubah kurikulum pembelajaran kerja sama militer Indonesia-Australia guna mengantisipasi terulangnya peristiwa penghinaan terhadap lambang negara dan Pancasila.

“‎Saya dengan Marsekal AU Mark Binskin bersahabat. Akhirnya beliau mengirim surat kepada saya, permohonan maaf, mereka akan memperbaiki kurikulum,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, Kamis (5/1/2016).

Gatot mengatakan pelecehan itu awalnya ditemukan ketika TNI mengirim seorang perwira di special air service persiment (pasukan khusus AD). Pada saat mengajar di sana, ditemukan hal tidak etis sebagai negara sahabat yang mendiskresikan TNI dan bangsa Indonesia, bahkan ideologi bangsa Indonesia.

(Baca juga:Ini Kata Jokowi Soal Penghentian Kerjasama Indonesia-Australia)

“Contohnya, kurikulumnya dan pelajarannya, pekerjaan dari siswanya pun sama. Terlalu menyakitkan sehingga tidak perlu dijelaskan,” kata Gatot.

Prajurit Kopassus ditunjuk sebagai guru bahasa Indonesia dalam kerja sama antara militer Indonesia-Australia itulah yang pertama kali melakukan protes keras atas pelecehan Pancasila ini.

“Latar belakangnya sedikit saya jelaskan bagaimana doktrin kita. Setiap tentara itu dalam pendidikan ada doktrin. Doktrinnya agar sangat mencintai ideologinya, ideologi bangsanya. Dengan demikian maka dia siap untuk mengorbankan jiwa raga untuk menghadapi apa pun juga,” tegasnya.

Diketahui, saat ini TNI telah menghentikan kerjasama pelatihan militer Indonesia-Australia. Meskipun begitu, hubungan bilateral antara kedua negara itu disebut masih baik. Jokowi menegaskan kalau Indonesia dan Australia telah sepakat untuk terus menjaga hubungan baik dalam hal apapun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...