Rabu, 24 Januari 2018 | 06.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>30 Jam, Begini Proses Evakuasi Korban Apartemen Runtuh

30 Jam, Begini Proses Evakuasi Korban Apartemen Runtuh

Reporter : Ari Syahputra | Jumat, 6 Januari 2017 - 08:24 WIB

IMG-19732

Proses Evakuasi Pajar Sidik (kininews/rakisa)

Bekasi, kini.co.id – Jasad pekerja yang jatuh bersama runtuhan tangga darurat basement atas nama Pajar Sidik (21) akhirnya ditemukan.

Pajar ditemukan setelah 30 jam pencarian dilakukan. Basarnas pun memberi penjelasan kenapa proses evakuasi berlangsung sangat lama.

Faktor utama merupakan medan yang sulit dan tidak bisa dimasuki alat berat.

OSC Basarnas Budiharto, mengatakan sulitnya evakuasi karena proses penggalian yang menggunakan alat crane dan cangkul, dari kedalaman 12 meter reruntuhan.

“Dalam ruangan yang luasnya hanya 6×2 setengah meter. Operator crane menarik dari basment hingga kelantai 42 dari lubang, kita juga mengangkat puing – puing itu ke pintu emergency dan sedikitnya juga kita gali manual menggunakan cangkul hingga akhirnya kita menemukan korban,” tandas dia.

Pajar Sidik sudah ditemukan oleh pihak keluarga dan dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk dilakukan outopsi.

Sebelumnya, konstruksi tangga darurat di proyek pembangunan Grand Kamala Lagoon, tower Emerald North runtuh.

Dikabarkan, Pajar Sidik terjatuh dari lantai 32 ke lantai basement bersama dengan beton precast tangga darurat yang akan dipasang pada Rabu, (5/1/2016) pukul 01.20 WIB.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...