Rabu, 24 Januari 2018 | 06.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ini Peran Fahmi Al Habsyi dalam Suap Pejabat Bakamla

Ini Peran Fahmi Al Habsyi dalam Suap Pejabat Bakamla

Reporter : Fadilah | Jumat, 6 Januari 2017 - 16:01 WIB

IMG-19742

Pengacara tersangka kasus suap pejabat Bakamla, Maqdir Ismail. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Pengacara tersangka kasus suap pejabat Bakamla, yakni Maqdir Ismail mengaku ada beberapa orang yang menghubungkan kliennya Fahmi Darmawansyah dengan Pejabat Bakamla Eko Hadi Susilo (EHS). Salah satu penghubung tersebut adalah Ali Fahmi atau yang akrab disapa Fahmi Al Habsyi.

“Yah salah satu yang disebut (menjadi penghubung) itu pak Fahmi Al Habsyi itu,” ucap Maqdir di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, (6/1/2017).

Hanya saja, Maqdir tidak menjelaskan lebih rinci apa dan bagaimana peran dari Fahmi Al Habsyi itu. Dia hanya menyebut bahwa kliennya cukup mengenal dekat Fahmi sebagai sesama pihak swasta.

“Yah dia (Fahmi) mengenal Fahmi Al Habsyi, dia orang swasta, bukan satu perusah,” katanya.

Fahmi Al Habsyi sendiri sudah pernah diperiksa oleh penyidik KPK, pada Kamis, (5/1/2017) kemarin. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk Handang Soekarno (HS) yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, penyidik KPK sudah menetapkan empat orang tersangka, yakni Direktur PT Merial Esa Indonesia (MEI) Fahmi Darmawansyah, serta dua orang anak buahnya, yakni Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.

Kemudian, Eko Susilo Hadi selaku Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama Bakamla, setelah ketiganya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

KPK menyangka Fahmi, Hardy Stefanus, dan Muhammad Adami Okta menyuap Eko sejumlah Rp 2 milyar dari Rp 15 milyar, atau 7,5% commitment fee yang dijanjikan Fahmi dari total nilai proyek sebesar Rp 200 milyar.

KPK menyangka ketiganya selaku pemberi suap melanggar Pasal Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koprupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Eko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...