Rabu, 24 Mei 2017 | 09.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Nekad Teriak Bebaskan Ahok di Tengah Massa GNPF MUI, Pria Ini Dibogem

Nekad Teriak Bebaskan Ahok di Tengah Massa GNPF MUI, Pria Ini Dibogem

Reporter : Fauzan | Selasa, 10 Januari 2017 - 12:53 WIB

IMG-19800

Aksi massa Umat Islam di sidang Ahok (KiniNews/Doc)

Jakarta, kini.co.id – Massa pendukung dan kontra Ahok tetap meramaikan sidang kasus dugaan penistaan agama yang digelar di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2016).

Massa pun berorasi dan berteriak di posisinya masing-masing baik yang mendukung Ahok masuk penjara maupun yang mendukung Ahok bebas.

Namun, seorang pria berambut cepak nekad mengumandangkan dukungannya terhadap Ahok di tengah massa yang kontra dengan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 tersebut.

“Bebaskan Ahok!” teriaknya di tengah massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) yang berkumpul di luar ruang sidang.

Sontak pria itu mendapat hadiah bogem mentah dari massa yang kontra Ahok. Massa yang kebanyakan memakai pakaian putih itu menuntut agar Ahok segera dipenjara akibat perbuatannya yang diduga menistakan Alquran.

Cari Sensasi

Seorang pedagang yang berada di lokasi, pria itu sebelumnya sudah diperingatkan, namun tetap saja membandal.

“Dia bilang bebaskan Ahok, terus saya bilang bang kalau ngomong jangan di sini karena ini orang FPI semua. Tetapi dia masih ngomong jadi kedengaran jadi orang-orang langsung gebuki dia,” kata pedagang yang bernama Masto tersebut.

Pedagang lain yang menyaksikan itu berpendapat, sikap pria tersebut merupakan cari perhatian dan memperkeruh keadaan.

“Iya dengar tadi dia teriak bebaskan Ahok gitu. Itu mah cari sensasi doang. Udah diamankan kok,” kata penjual rokok bernama Udin tersebut.

Pria itu diamankan dan dibawa ke dalam Gedung Auditorium Kementan menghindari amukan massa.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...