Kamis, 19 Januari 2017 | 09.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Nekad Teriak Bebaskan Ahok di Tengah Massa GNPF MUI, Pria Ini Dibogem

Nekad Teriak Bebaskan Ahok di Tengah Massa GNPF MUI, Pria Ini Dibogem

Reporter : Fauzan | Selasa, 10 Januari 2017 - 12:53 WIB

IMG-19800

Aksi massa Umat Islam di sidang Ahok (KiniNews/Doc)

Jakarta, kini.co.id – Massa pendukung dan kontra Ahok tetap meramaikan sidang kasus dugaan penistaan agama yang digelar di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2016).

Massa pun berorasi dan berteriak di posisinya masing-masing baik yang mendukung Ahok masuk penjara maupun yang mendukung Ahok bebas.

Namun, seorang pria berambut cepak nekad mengumandangkan dukungannya terhadap Ahok di tengah massa yang kontra dengan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 tersebut.

“Bebaskan Ahok!” teriaknya di tengah massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) yang berkumpul di luar ruang sidang.

Sontak pria itu mendapat hadiah bogem mentah dari massa yang kontra Ahok. Massa yang kebanyakan memakai pakaian putih itu menuntut agar Ahok segera dipenjara akibat perbuatannya yang diduga menistakan Alquran.

Cari Sensasi

Seorang pedagang yang berada di lokasi, pria itu sebelumnya sudah diperingatkan, namun tetap saja membandal.

“Dia bilang bebaskan Ahok, terus saya bilang bang kalau ngomong jangan di sini karena ini orang FPI semua. Tetapi dia masih ngomong jadi kedengaran jadi orang-orang langsung gebuki dia,” kata pedagang yang bernama Masto tersebut.

Pedagang lain yang menyaksikan itu berpendapat, sikap pria tersebut merupakan cari perhatian dan memperkeruh keadaan.

“Iya dengar tadi dia teriak bebaskan Ahok gitu. Itu mah cari sensasi doang. Udah diamankan kok,” kata penjual rokok bernama Udin tersebut.

Pria itu diamankan dan dibawa ke dalam Gedung Auditorium Kementan menghindari amukan massa.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...