Jumat, 18 Agustus 2017 | 21.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>KPK Imbau Masyarakat Laporkan Penyidik Gadungan

KPK Imbau Masyarakat Laporkan Penyidik Gadungan

Reporter : Fadilah | Rabu, 11 Januari 2017 - 13:32 WIB

IMG-19837

Jubir KPK, Febri Diansyah. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan pihak-pihak yang mengaku sebagai penyidik KPK. Hal tersebut menyusul banyaknya penyidik KPK Gadungan yang melakukan pemerasan terhadap masyarakat.

“Kami mengimbau pada seluruh pihak, agar berhati-hati dengan pihak-pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK,” ujar Jubir KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (11/1/2017).

Ia juga menyarankan agar masyarakat langsung melaporkan pada aparat hukum setempat, jika menemui pihak-pihak yang mengaku sebagai penyidik KPK dan meminta sejumlah uang.

“Jika terdapat permintaan uang silahkan langsung melapor pada aparat hukum setempat,” imbau Febri.

Kata dia, KPK juga menerima laporan langsung dari masyarakat. Bagi masyarakat yang hendak melapor dapat menghubungi telp di 021-25578389 atau mengisi form aduan di pengaduan@kpk.go.id

“Bisa juga melapor langsung kepada KPK, jika ingin melaporkan pada KPK dapat menghubungi telp. 021-25578389 atau mengisi form aduan dipengaduan@kpk.go.id,” pungkasnya.

Sebagai informasi, belakangan ini sering terjadi penangkapan terhadap orang yang mengaku sebagai penyidik KPK. Yang baru-baru ini ditangkap adalah orang berinisial JC (44).

JC ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat (Jabar) lantaran mengaku-ngaku sebagai penyidik KPK dan melakukan aksi kejahatan dengan cara memeras pemilik bengkel di Bogor.

Dalam menjalankan aksinya itu, tersangka JC (44 tahun), selalu melengkapi diri dengan atribut dan kartu pengenal berlogo KPK. Tak hanya itu, JC juga selalu membawa senjata api jenis pistol airgun untuk menakut-nakuti korbannya.

Adapun, dari rumah tersangka di Kampung Pabaruan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat ini, polisi menyita barang bukti satu pucuk pistol air gun, senjata tajam jenis pedang, badge dan pin seragam PPNS dan KPK, kartu tanda anggota KPK dan PPNS palsu.

Selain itu, polisi juga menemukan baju seragam KPK dan seragam lainnya dengan pangkat bunga melati tiga (kombes), kartu tanda anggota KPK palsu, berkas, amplop dengan kop surat KPK, serta stempel Pemprov DKI Jakarta.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...
Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:58 WIB

Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya

Kebijakan fiskal Indonesia yang ingin membangun ekonomi tumbuh berkeadilan, namun hal tersebut tanpa dibarengi dengan kemampuan peneriman pajak yang dapat ...
Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:05 WIB

Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa

Terpidana kasus terorisme pelatihan militer Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Aman Abdurrahman kembali menjalani pemeriksaan di ...
Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:49 WIB

Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kedatangan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke peringatan HUT RI di Istana Kepresidenan memberikan ...
Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:16 WIB

Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak bangsa Indonesia menjadikan momen peringatan Hari Konstitusi untuk senantiasa mengingat dan meneruskan visi para pendiri ...