Sabtu, 21 Oktober 2017 | 09.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>KPK Imbau Masyarakat Laporkan Penyidik Gadungan

KPK Imbau Masyarakat Laporkan Penyidik Gadungan

Reporter : Fadilah | Rabu, 11 Januari 2017 - 13:32 WIB

IMG-19837

Jubir KPK, Febri Diansyah. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan pihak-pihak yang mengaku sebagai penyidik KPK. Hal tersebut menyusul banyaknya penyidik KPK Gadungan yang melakukan pemerasan terhadap masyarakat.

“Kami mengimbau pada seluruh pihak, agar berhati-hati dengan pihak-pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK,” ujar Jubir KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (11/1/2017).

Ia juga menyarankan agar masyarakat langsung melaporkan pada aparat hukum setempat, jika menemui pihak-pihak yang mengaku sebagai penyidik KPK dan meminta sejumlah uang.

“Jika terdapat permintaan uang silahkan langsung melapor pada aparat hukum setempat,” imbau Febri.

Kata dia, KPK juga menerima laporan langsung dari masyarakat. Bagi masyarakat yang hendak melapor dapat menghubungi telp di 021-25578389 atau mengisi form aduan di pengaduan@kpk.go.id

“Bisa juga melapor langsung kepada KPK, jika ingin melaporkan pada KPK dapat menghubungi telp. 021-25578389 atau mengisi form aduan dipengaduan@kpk.go.id,” pungkasnya.

Sebagai informasi, belakangan ini sering terjadi penangkapan terhadap orang yang mengaku sebagai penyidik KPK. Yang baru-baru ini ditangkap adalah orang berinisial JC (44).

JC ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat (Jabar) lantaran mengaku-ngaku sebagai penyidik KPK dan melakukan aksi kejahatan dengan cara memeras pemilik bengkel di Bogor.

Dalam menjalankan aksinya itu, tersangka JC (44 tahun), selalu melengkapi diri dengan atribut dan kartu pengenal berlogo KPK. Tak hanya itu, JC juga selalu membawa senjata api jenis pistol airgun untuk menakut-nakuti korbannya.

Adapun, dari rumah tersangka di Kampung Pabaruan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat ini, polisi menyita barang bukti satu pucuk pistol air gun, senjata tajam jenis pedang, badge dan pin seragam PPNS dan KPK, kartu tanda anggota KPK dan PPNS palsu.

Selain itu, polisi juga menemukan baju seragam KPK dan seragam lainnya dengan pangkat bunga melati tiga (kombes), kartu tanda anggota KPK palsu, berkas, amplop dengan kop surat KPK, serta stempel Pemprov DKI Jakarta.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...
Ini pesan Jokowi untuk pembangunan KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:10 WIB

Ini pesan Jokowi untuk pembangunan KEK Mandalika

Saat meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada jajaran di bawahnya untuk mendukung keberlangsungan ...
Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:50 WIB

Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?

Anggota Komisi XI DPR, Heri Gunawan menegaskan, target pajak Per 30 September 2017 baru tercapai Rp770,7 triliun, atau hanya 60 ...
Jokowi diminta mediasi perseteruan Anies dengan Luhut soal reklamasi
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:04 WIB

Jokowi diminta mediasi perseteruan Anies dengan Luhut soal reklamasi

Perang terbuka antara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Gubernur  DKI Jakarta soal reklamasi teluk Jakarta membuat gusar Wakil Ketua DPR Taufik ...