Senin, 20 November 2017 | 04.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Habib Rizieq Siap Penuhi Panggilan Polisi Jika Tak Ada Halangan

Habib Rizieq Siap Penuhi Panggilan Polisi Jika Tak Ada Halangan

Rabu, 11 Januari 2017 - 15:52 WIB

IMG-19838

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sampaikan aspirasi ke pimpinan DPR (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan akan memenuhi panggilan polisi terkait laporan Sukmawati Soekarno Putri di Polda Jawa Barat.

Habib Rizieq dilaporkan Sukmawati pada akhir 2016, yang menyebut dalam ceramanya dua tahun silam yakni “Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.”

Pernyataan tersebut dinilai melecehkan Pancasila dan menghina kehormatan serta martabat mantan Presiden Sukarno.

Sebelumnya, Habib Rizieq‎ dua kali tak memenuhi panggilan untuk diperiksa terkait laporan Sukmawati.

“Ya memang aturannya begitu, kalau panggilan pertama tidak datang, maka ada panggilan kedua. Panggilan kedua tidak datang, ada panggilan ketiga, baru jemput paksa. Begitu kan,” kata Habib Rizieq usai bertemu pimpinan DPR di Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (11/1).

Habib menegaskan kalau tidak ada halangan maka dia akan datang dan ada halangan tidak datang memenuhi panggilan penyidik.

“Ya kita lihat, kalau sehat datang, tapi kalau sakit, ya tidak datang. Kalau sehat datang, kalau sakit tidak datang. Kalau tidak ada halangan datang, kalau ada halangan tidak datang. Kan kita tidak bisa bilang, pasti datang, tidak boleh,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan ribu anggota FPI, LPI se-Jawa Barat bakal turut menghadiri pemanggilan Habib Rizieq di Mapolda Jabar tersebut.

Ketua DPD FPI Jawa Barat, KH Abdul Qohar dalam keterangan tertulisnya menyebutkan ratusan ribu anggotanya siap mengawal Imam Besar yang akan menjalani pemeriksaan pukul 09.00 WIB di Mapolda Jabar, Kamis (12/1).

“Insya Allah kita kumpul pukul 06.00 WIB di markas DPW Kota Bandung, Jl Gede Bage No.79,” sebutnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...