Kamis, 19 Januari 2017 | 15.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Habib Rizieq Siap Penuhi Panggilan Polisi Jika Tak Ada Halangan

Habib Rizieq Siap Penuhi Panggilan Polisi Jika Tak Ada Halangan

Rabu, 11 Januari 2017 - 15:52 WIB

IMG-19838

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sampaikan aspirasi ke pimpinan DPR (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan akan memenuhi panggilan polisi terkait laporan Sukmawati Soekarno Putri di Polda Jawa Barat.

Habib Rizieq dilaporkan Sukmawati pada akhir 2016, yang menyebut dalam ceramanya dua tahun silam yakni “Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.”

Pernyataan tersebut dinilai melecehkan Pancasila dan menghina kehormatan serta martabat mantan Presiden Sukarno.

Sebelumnya, Habib Rizieq‎ dua kali tak memenuhi panggilan untuk diperiksa terkait laporan Sukmawati.

“Ya memang aturannya begitu, kalau panggilan pertama tidak datang, maka ada panggilan kedua. Panggilan kedua tidak datang, ada panggilan ketiga, baru jemput paksa. Begitu kan,” kata Habib Rizieq usai bertemu pimpinan DPR di Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (11/1).

Habib menegaskan kalau tidak ada halangan maka dia akan datang dan ada halangan tidak datang memenuhi panggilan penyidik.

“Ya kita lihat, kalau sehat datang, tapi kalau sakit, ya tidak datang. Kalau sehat datang, kalau sakit tidak datang. Kalau tidak ada halangan datang, kalau ada halangan tidak datang. Kan kita tidak bisa bilang, pasti datang, tidak boleh,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan ribu anggota FPI, LPI se-Jawa Barat bakal turut menghadiri pemanggilan Habib Rizieq di Mapolda Jabar tersebut.

Ketua DPD FPI Jawa Barat, KH Abdul Qohar dalam keterangan tertulisnya menyebutkan ratusan ribu anggotanya siap mengawal Imam Besar yang akan menjalani pemeriksaan pukul 09.00 WIB di Mapolda Jabar, Kamis (12/1).

“Insya Allah kita kumpul pukul 06.00 WIB di markas DPW Kota Bandung, Jl Gede Bage No.79,” sebutnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...