Kamis, 30 Maret 2017 | 15.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Amunisi Desak Jokowi-JK

Amunisi Desak Jokowi-JK

Reporter : Rakisa | Rabu, 11 Januari 2017 - 19:07 WIB

IMG-19842

Aliansi Mahasiswa Unisma Bekasi (Amunisi) menggelar aksi mimbar bebas di depan kampus Universitas Islam 45, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Rabu (11/1/2017) sore. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Unisma Bekasi (Amunisi) menggelar aksi mimbar bebas di depan kampus Universitas Islam 45, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Rabu (11/1/2017) sore.

Koordinator lapangan, Riki Sandi, mengatakan hal ini merupakan buntut dari kenaikan harga pangan dan kebutuhan rakyat yang menurutnya sangat mencekik perekonomian kaum marhaen. Serta pencaturan politik yang saat ini cenderung dikuasasi kaum kapitalis.

“Kemajuan suatu negara ditentukan dengan kemajuan dan kedaulatan masyarakatnya, baik secara pendidikan, kesehatan, energi, hingga kebutuhan pokok yaitu pangan. Tapi tidak untuk saat ini,” katanya.

Melihat realitas indonesia hari ini yang gemah rifah dengan kekayaan alam nusantara tegas Riki, seharusnya mampu mensejahterakan seluruh masyarakatnya.

“Namun saat ini berbanding terbalik, justru kekayaan alam hari ini tidak lebih untuk kepentingan pemodal serta kebijakan – kebijakan pemerintah lebih mencekik rakyat sehingga jauh dari kata sejahtera,” kata dia.

Terlebih lagi kata Riki, saat ini banyak anak yang putus sekolah dan tidak dapat meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dikarenakan kesulitan dalam membayar biaya sekolah.

Padahal, UUD 1945 pasal 31 ayat 2 tercatat setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Undang – undang tersebut kata Riki, juga dipertegas oleh UU No 20 tentang Undang – undang Sistem Pendidikan Nasional (USPN) pasal 46.

“UU itu tertulis bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggungjawab bersama pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat,” tutur dia dengan wajah yang nampak memerah.

Mahasiswa ini juga menyoroti masalah Kesehatan yang ada di Indonesia, Riki menyebut, saat ini kapitalis kesehatan mulai tampak dari monopoli oleh sekelompok orang. Sehingga tidak semua masyarakat menyelenggarakan pelayanan kesehatan.

Disinilah kata Riki, tidak sedikit kaum marhaen mendapat diskriminasi dari pihak Rumah Sakit. Berdasarkan UUD 1945, UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Indonesia boleh berbangga hati memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah.

“Penguasaan terhadap sumber daya lahan pun mulai sulit dikendalikan status penggunaan lahan dan status kepemilikannya, peradaban manusia modern saat ini hanya menuntut sumber daya lahan dan ruang sebagai ruang untuk semaksimal mungkin dapat memuaskan hidupnya,” tutur dia.

Di tambah lagi sebut Riki, rekayasa pengelolaan lahan dan teknologi modern mulai semarak diterapkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla.

Seperti halnya, pemotongan releng bukit, penimbunan rawa, pembuatan dinding tanggul sungai, penambangan dengan alat – alat berat, dan penebangan hutan dengan cepat.

Menurut Riki, pengelolaan sumber daya lahan seperti ini semata – mangarah pada kepentingan ekonomi, namun bila tidak dikendalikan dengan baik tentu saja dapat berdampak pada kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia.

Selain itu, permasalahan yang semakin kompleks dengan adanya penurunan kualitas pada lahan yang menyebabkan penurunan produktivitas pada lahan. Tetapi mirisnya, kekayaan alam yang seharusnya menjadi aset berharga negara malah telah dikuasai 80 persen oleh bangsa asing.

” kondisi bangsa Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset negara akan jatuh ke tangan asing, dan harus sampai negara Indoneaia seperti ini?,” papar dia.

Wujud nyata yang saat ini akan Mahasiswa lakukan kata Riki, akan melakukan keberbagai lapisan masyarakat untuk memberika suatu edukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk cenderung mengamati percaturan politik yang dikuasai oleh kaum kapitalis.

Atas dasar ini Amunisi menuntut dengan membentangkan sepanduk agar pemerintah dapat mewujudkan Reforma Agraria Sejati, mengasionalisasi aset asing di bawah kontrol rakyat, menciptakan kedaulatan Pangan dan Energi, menyetop kapitalisasi pendidikan dan kesehatan, dan menyetop kriminalisasi rakyat seperti Buruh, Petani, Nelayan, dan kaum miskin.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...