Senin, 21 Agustus 2017 | 15.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Satu Perampok Setoran SPBU Tewas Diganjar Timah Panas

Satu Perampok Setoran SPBU Tewas Diganjar Timah Panas

Rabu, 11 Januari 2017 - 20:40 WIB

IMG-19844

ilustrasi

JAKARTA, kini.co.id – Satu dari tiga perampok uang setoran SPBU senilai Rp300 juta yang terjadi di Jalan Raya Hankam, Jatirahayu, Pondokmelati pada Selasa (3/1/2017) lalu, tewas ditembak polisi. Sementara dua orang lainnya diamankan ke kantor kepolisian setempat untuk diinterogasi penyidik.

“Ya betul, pelaku ditangkap oleh aparat Unit IV Subdit III Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kemarin (Selasa, 10/1). Pelaku yang diamankan bernama Bulku alias Agus, Somad Hidayat dan Saini Bin Slamet,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pondokgede AKP Dimas Satya Wicaksono pada Rabu (11/1/2017).

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, Agus Nurjaman (40) petugas keamanan SPBU dirampok oleh tiga penjahat saat hendak menyetor uang penjualan BBM di sebuah bank daerah Pondokgede, Kota Bekasi. Beberapa meter dari SPBU, tiba-tiba dia dipukul oleh pengendara lain dari sisi kanan.

Seketika sepeda motornya hilang kendali dan Nurjaman terjatuh ke tepi jalan. Nurjaman kemudian dibacok di bagian tangan kanan, dada dan dahinya menggunakan sebilah golok. Dengan leluasa, tiga perampok tersebut menggasak sebuah tas berisi uang Rp 300 juta yang dibawa Nurjaman.

Menurut Dimas, pelaku yang ditembak mati polisi bernama Bulku. Bulku ditembak di bagian dada karena melakukan perlawanan ketika diminta menunjukkan lokasi barang bukti senjata tajam dan persembunyian rekannya di daerah Kota Bekasi. Dia pun tewas kehabisan darah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Sementara dua pelaku lainnya Somad dan Saini ditangkap tanpa perlawanan di Kota Bekasi. Identitas mereka terungkap, saat penyidik memeriksa rekaman kamera CCTV di sekitar ruko yang ada di lokasi.

Dari rekaman tersebut, petugas mendapati tiga pelaku sedang merampok korban dengan senjata tajam. Berbekal rekaman itu, penyidik berhasil mengidentifikasi salah satu dari kawanan penjahat itu. Rupanya Somad dan rekan-rekan sudah beberapa kali melakukan perampokan di daerah Ciracas, Jakarta Timur; Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Hingga saat ini, kata Dimas, pihaknya masih berkoordinasi dengan aparat Polda Metro Jaya untuk pelimpahan berkas kasus tersebut.

“Kasusnya sekarang sudah ditangani penyidik Polda, sehingga barang bukti dan pelakunya diamankan di sana,” jelas dia.

Berdasarkan data yang diperoleh, ketiga tersangka saling berbagi peran saat hendak beraksi. Bulku bertugas membacok korban menggunakan golok apabila melakukan perlawanan. Sedangkan Somad bertugas membawa sepeda motor yang ditumpangi Buluk.

“Sedangkan Saini dan pelaku lainnya yang masih buron bertugas mengawasi dan mensurvei lokasi kejadian sebelum melakukan perampokan,” jelas dia.

Akibat perbuatannya, para tersangka yang ditangkap akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...