Rabu, 28 Juni 2017 | 05.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Satu Perampok Setoran SPBU Tewas Diganjar Timah Panas

Satu Perampok Setoran SPBU Tewas Diganjar Timah Panas

Rabu, 11 Januari 2017 - 20:40 WIB

IMG-19844

ilustrasi

JAKARTA, kini.co.id – Satu dari tiga perampok uang setoran SPBU senilai Rp300 juta yang terjadi di Jalan Raya Hankam, Jatirahayu, Pondokmelati pada Selasa (3/1/2017) lalu, tewas ditembak polisi. Sementara dua orang lainnya diamankan ke kantor kepolisian setempat untuk diinterogasi penyidik.

“Ya betul, pelaku ditangkap oleh aparat Unit IV Subdit III Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kemarin (Selasa, 10/1). Pelaku yang diamankan bernama Bulku alias Agus, Somad Hidayat dan Saini Bin Slamet,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pondokgede AKP Dimas Satya Wicaksono pada Rabu (11/1/2017).

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, Agus Nurjaman (40) petugas keamanan SPBU dirampok oleh tiga penjahat saat hendak menyetor uang penjualan BBM di sebuah bank daerah Pondokgede, Kota Bekasi. Beberapa meter dari SPBU, tiba-tiba dia dipukul oleh pengendara lain dari sisi kanan.

Seketika sepeda motornya hilang kendali dan Nurjaman terjatuh ke tepi jalan. Nurjaman kemudian dibacok di bagian tangan kanan, dada dan dahinya menggunakan sebilah golok. Dengan leluasa, tiga perampok tersebut menggasak sebuah tas berisi uang Rp 300 juta yang dibawa Nurjaman.

Menurut Dimas, pelaku yang ditembak mati polisi bernama Bulku. Bulku ditembak di bagian dada karena melakukan perlawanan ketika diminta menunjukkan lokasi barang bukti senjata tajam dan persembunyian rekannya di daerah Kota Bekasi. Dia pun tewas kehabisan darah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Sementara dua pelaku lainnya Somad dan Saini ditangkap tanpa perlawanan di Kota Bekasi. Identitas mereka terungkap, saat penyidik memeriksa rekaman kamera CCTV di sekitar ruko yang ada di lokasi.

Dari rekaman tersebut, petugas mendapati tiga pelaku sedang merampok korban dengan senjata tajam. Berbekal rekaman itu, penyidik berhasil mengidentifikasi salah satu dari kawanan penjahat itu. Rupanya Somad dan rekan-rekan sudah beberapa kali melakukan perampokan di daerah Ciracas, Jakarta Timur; Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Hingga saat ini, kata Dimas, pihaknya masih berkoordinasi dengan aparat Polda Metro Jaya untuk pelimpahan berkas kasus tersebut.

“Kasusnya sekarang sudah ditangani penyidik Polda, sehingga barang bukti dan pelakunya diamankan di sana,” jelas dia.

Berdasarkan data yang diperoleh, ketiga tersangka saling berbagi peran saat hendak beraksi. Bulku bertugas membacok korban menggunakan golok apabila melakukan perlawanan. Sedangkan Somad bertugas membawa sepeda motor yang ditumpangi Buluk.

“Sedangkan Saini dan pelaku lainnya yang masih buron bertugas mengawasi dan mensurvei lokasi kejadian sebelum melakukan perampokan,” jelas dia.

Akibat perbuatannya, para tersangka yang ditangkap akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...