Rabu, 18 Januari 2017 | 12.56 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>KPK akan Panggil Kembali Gamawan Fauzi

KPK akan Panggil Kembali Gamawan Fauzi

Reporter : Fadilah | Rabu, 11 Januari 2017 - 20:43 WIB

IMG-19845

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). (Ilustrasi)

JAKARTA, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah gencar mendalami kasus dugaan korupsi dalam pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Tahun Anggaran (TA) 2011-2012.

Belakangan ini, KPK acap kali memeriksa nama-nama pejabat penting seperti Mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Ketua DPR RI Setya Novanto, hingga Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Anas Urbaningrum. Bahkan karena saking seriusnya KPK mendalami kasus ini, Anas sampai dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Guntur.

Saat ditanya apakah KPK akan kembali memanggil Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi? Jubir KPK, Febri Diansyah pun tak membantahnya.

“Saksi saksi akan dipanggil jika memang dibutuhkan informasinya, apakah itu saksi yang berasal dari lingkungan pejabat kemendagri tentu saja mulai dari Menteri, Dirjen ataupun unsur pengadaannya ataupun saksi dari swasta ataupun saksi yang terlibat ikut mengetahui proses penganggaran e-KTP. Jadi di tiga titik itulah penyidik akan fokus,” jawab Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (11/1/2017).

“Untuk saat ini masih bicara bagaimana membuktikan lebih pasti terhadap dua tersangka yang sudah diproses di penyidikan dan sudah ditahan,” lanjutnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yakni Sugiharto, dan Irman. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 2 subsider ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 dan 64 ayat 1KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...