Senin, 26 Juni 2017 | 17.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Nama Saksi yang Ditemukan KPK dengan Setnov

Ini Nama Saksi yang Ditemukan KPK dengan Setnov

Reporter : Fadilah | Rabu, 11 Januari 2017 - 20:46 WIB

IMG-19846

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). (Ilustrasi)

JAKARTA, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan, Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) diperiksa KPK pada Selasa (10/1/2016) kemarin untuk memastikan terkait dugaan pertemuan yang dihadirinya. Pertemuan tersebut yakni berkaitan dengan alur kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Kata Febri, pertemuan tersebut dilakukan di kantor DPR dan juga sejumlah hotel di Jakarta. Namun Febri enggan menyebutkan lokasi-lokasi hotel dan waktu terjadinya pertemuan.

“Kemarin Setnov dikonfirmasi terkait sejumlah pertemuan, pertemuan yg terjadi baik di kantor, DPR, ataupun pertemuan yang terjadi di luar kantor pertemuan di sejumlah hotel dengan pihak-pihak tertentu,” ujarnya, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (11/1/2017).

Adapun untuk memastikan hal tersebut, Setnov kemarin dipertemukan langsung dengan saksi-saksi lain yang terkait dengan rangka peristiwa e-KTP ini.

“Untuk memastikan bahwa orang dengan nama tertentu inilah yang waktu itu juga ikut ditemui oleh saksi,” ujar Febri.

Lagi-lagi, mantan aktivis Indonesian Corruptio Watch (ICW) itu enggan menjelaskan siapa saja saksi yang dipertemukan dengan Setnov. Namun dipastikannya, pihak tersebut merupakan pihak-pihak yang menjadi bagian penting dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

“Kami pastikan pihak lain yang dipertemukan dengan Setnov itu adalah pihak yang menjadi bagian penting di rangkaian peristiwa yang harus kami buktikan,” ujarnya

Jika dirunut pada jadwal pemeriksaan KPK kemarin, KPK memeriksa tiga saksi lain. Mereka yakni adalah Direktur PT Cahaya Wijaya Kusuma Andi Agustinus, pengusaha home industri jasa elektroplating Dedi Prijono, dan seorang wiraswasta bernama Vidi Gunawan. Ketiganya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Irman.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yakni Sugiharto, dan Irman. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 2 subsider ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 dan 64 ayat 1KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyerangan Mapolda Sumut, IPW  Imbau Polri Lebih Siaga
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 17:00 WIB

Penyerangan Mapolda Sumut, IPW Imbau Polri Lebih Siaga

Jajaran Polri diminta agar lebih bersiaga menyusul serangan yang dilakukan oleh dua orang yang diduga pendukung Islamic State di ...
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 14:25 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni

PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 1438 Hijriah di gerbang tol (GT) Cikarang Utama terjadi pada H+4 atau ...
Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 12:47 WIB

Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen

Jumlah kendaraaan yang melintasi Tol Cikopo-Palimanan di Gerbang Tol Palimanan Utama hingga Senin (26/6) pagi mengalami kenaikan 20,5%. Kendaraan mudik ...
Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 10:13 WIB

Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus

Polisi menangkap lima orang yang diduga terkait penyerangan pos jaga Mapolda Sumut yang terjadi pada Minggu (25/6). Dari kelima pelaku, ...
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...