Senin, 27 Maret 2017 | 09.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Nama Saksi yang Ditemukan KPK dengan Setnov

Ini Nama Saksi yang Ditemukan KPK dengan Setnov

Reporter : Fadilah | Rabu, 11 Januari 2017 - 20:46 WIB

IMG-19846

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). (Ilustrasi)

JAKARTA, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan, Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) diperiksa KPK pada Selasa (10/1/2016) kemarin untuk memastikan terkait dugaan pertemuan yang dihadirinya. Pertemuan tersebut yakni berkaitan dengan alur kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Kata Febri, pertemuan tersebut dilakukan di kantor DPR dan juga sejumlah hotel di Jakarta. Namun Febri enggan menyebutkan lokasi-lokasi hotel dan waktu terjadinya pertemuan.

“Kemarin Setnov dikonfirmasi terkait sejumlah pertemuan, pertemuan yg terjadi baik di kantor, DPR, ataupun pertemuan yang terjadi di luar kantor pertemuan di sejumlah hotel dengan pihak-pihak tertentu,” ujarnya, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (11/1/2017).

Adapun untuk memastikan hal tersebut, Setnov kemarin dipertemukan langsung dengan saksi-saksi lain yang terkait dengan rangka peristiwa e-KTP ini.

“Untuk memastikan bahwa orang dengan nama tertentu inilah yang waktu itu juga ikut ditemui oleh saksi,” ujar Febri.

Lagi-lagi, mantan aktivis Indonesian Corruptio Watch (ICW) itu enggan menjelaskan siapa saja saksi yang dipertemukan dengan Setnov. Namun dipastikannya, pihak tersebut merupakan pihak-pihak yang menjadi bagian penting dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

“Kami pastikan pihak lain yang dipertemukan dengan Setnov itu adalah pihak yang menjadi bagian penting di rangkaian peristiwa yang harus kami buktikan,” ujarnya

Jika dirunut pada jadwal pemeriksaan KPK kemarin, KPK memeriksa tiga saksi lain. Mereka yakni adalah Direktur PT Cahaya Wijaya Kusuma Andi Agustinus, pengusaha home industri jasa elektroplating Dedi Prijono, dan seorang wiraswasta bernama Vidi Gunawan. Ketiganya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Irman.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yakni Sugiharto, dan Irman. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 2 subsider ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 dan 64 ayat 1KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 21:58 WIB

Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu

Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Roycke Harry Langie menyebutkan alasan pedangdut Ridho Rhoma mengkonsumsi narkoba jenis sabu. "Itu kan ...
Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 20:45 WIB

Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan, menyambangi pembangunan Gereja Katolik Santa Clara yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan ...
Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:27 WIB

Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas

Pengemudi mobil Honda CRV bernomor polisi H 168 DL, Nicolas Dicky Lopaz menabrak seorang petugas kepolisian Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, ...
BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:16 WIB

BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Ricky Yanuarfi menyebutkan penangkapan artis karena narkoba bukan hal aneh. ...
Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:01 WIB

Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi

Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota bersama Pemkot Kota Bekasi mengundang perwakilan pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi ojek 'online'. Mereka dikumpulkan ...
Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 18:47 WIB

Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri

Pengamat psikologi sosial dan budaya Universitas Indonesia Endang Mariani Rahayu menyebutkan stres adalah alasan yang membuat seseorang nekat mengakhiri hidup ...