Selasa, 17 Oktober 2017 | 14.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Nama Saksi yang Ditemukan KPK dengan Setnov

Ini Nama Saksi yang Ditemukan KPK dengan Setnov

Reporter : Fadilah | Rabu, 11 Januari 2017 - 20:46 WIB

IMG-19846

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). (Ilustrasi)

JAKARTA, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan, Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) diperiksa KPK pada Selasa (10/1/2016) kemarin untuk memastikan terkait dugaan pertemuan yang dihadirinya. Pertemuan tersebut yakni berkaitan dengan alur kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Kata Febri, pertemuan tersebut dilakukan di kantor DPR dan juga sejumlah hotel di Jakarta. Namun Febri enggan menyebutkan lokasi-lokasi hotel dan waktu terjadinya pertemuan.

“Kemarin Setnov dikonfirmasi terkait sejumlah pertemuan, pertemuan yg terjadi baik di kantor, DPR, ataupun pertemuan yang terjadi di luar kantor pertemuan di sejumlah hotel dengan pihak-pihak tertentu,” ujarnya, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (11/1/2017).

Adapun untuk memastikan hal tersebut, Setnov kemarin dipertemukan langsung dengan saksi-saksi lain yang terkait dengan rangka peristiwa e-KTP ini.

“Untuk memastikan bahwa orang dengan nama tertentu inilah yang waktu itu juga ikut ditemui oleh saksi,” ujar Febri.

Lagi-lagi, mantan aktivis Indonesian Corruptio Watch (ICW) itu enggan menjelaskan siapa saja saksi yang dipertemukan dengan Setnov. Namun dipastikannya, pihak tersebut merupakan pihak-pihak yang menjadi bagian penting dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

“Kami pastikan pihak lain yang dipertemukan dengan Setnov itu adalah pihak yang menjadi bagian penting di rangkaian peristiwa yang harus kami buktikan,” ujarnya

Jika dirunut pada jadwal pemeriksaan KPK kemarin, KPK memeriksa tiga saksi lain. Mereka yakni adalah Direktur PT Cahaya Wijaya Kusuma Andi Agustinus, pengusaha home industri jasa elektroplating Dedi Prijono, dan seorang wiraswasta bernama Vidi Gunawan. Ketiganya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Irman.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yakni Sugiharto, dan Irman. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 2 subsider ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 dan 64 ayat 1KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...
Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:30 WIB

Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim

Hari pertama kunjungan kerja di Jepang, Senin (16/10) malam, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama rombongan melakukan pertemuan dengan President Fujitrans Corporation ...
Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:45 WIB

Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK

Dipanggil terkait kasus suap Dirjen Hubla, Menteri Perhubungan Budi Karya datang ke gedung KPK, Selasa (17/10/2017).Berbaju batik cokelat, Budi tiba ...
Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:26 WIB

Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan, setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi Uno, ...