Kamis, 24 Agustus 2017 | 00.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Aksi 121 di Bekasi: Jokowi Tunduk pada Pengusaha

Aksi 121 di Bekasi: Jokowi Tunduk pada Pengusaha

Reporter : Fauzan | Kamis, 12 Januari 2017 - 15:24 WIB

IMG-19874

HMI Bekasi menggelar aksi 121. (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Aksi Bela Rakyat 121 digelar mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia. Para mahasiswa menolak kebijakan pemerintah yang dinilai semakin mencekik masyarakat.

Tak berbeda di Bekasi, puluhan anggota pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bekasi, melakukan aksi Unjuk Rasa Bela Rakyat 212 di halaman gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kamis (12/1/2017) siang.

Koordinator aksi, Bongsu Syahputra, akan terus melawan rezim yang membuat kebijakan tidak pro terhadap rakayat. Kata dia, HMI mengutuk pemerintahan Jokowi-JK yang saat ini dalam mengambil kebijakan hanya menyengsarakan rakayt dan hanya mementingkan elit-elit politik saja.

“Awal tahun 2017 Jokowi mempersembahkan kado yang sangat pahit untuk masyarakat, mulai dari naiknya tarif dasar listrik, pajak STNK, bahan dasar pangan, serta Bahan Bakar Minyak (BBM). Penghianatan mereka sudah jelas terhadap bangsa sendiri tidak memihak kepada rakyat,” teriak dia, dan disambut suara geruh para mahasiswa.

Setelah terjadi gerakan besar saat ini kata Bongsu, rezim penguasa dan kontrol sosial terlihat saling melempar tanggungjawab.

Kebijakan yang saat ini diterapkan bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan kepentingan asing, aseng, serta tengkulak – tengkulak kapitalis yang menindas rakyat.

Dalam aksinya mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal dengan mengenakan topeng Jokowi. Dalam teatrikalnya mereka menunjukkan bawa Jokowi tunduk kepada pengusaha, Tommy Soeharto.

Dalam orasi yang memakan waktu lebih kurang 30 menit, Dua orang anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan, Hasan Tiger dan Wasimin, menerima aspirasi para mahasiswa.

Pantauan Kini.co.id para mahasiswa juga membakar ban mobil sebagai simbol kekecawaan terhadap rezim Jokowi – JK. Dan, melakukan aksi teaterikal topeng Presiden Jokowi yang tunduk pada pengusaha Tommy Suharto.

(Baca juga: Demo Mahasiswa di Medan: Jokowi-JK Penghianat!)

Mereka juga meminta kepada wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasinya ke DPR RI dan Pemerintah pusat dengan tuntutan yakni:

1. Menolak tegas PP No.60 tahun 2016 agar segera dicabut oleh pemerintah dan menolak kenaikan harga BBM yang tidak berpihak pada rakyat serta menjamin terpenuhinya kebutuhan BBM diseluruh SPBU.

2. Menolak kenaikan tarif dasar listrik 900va karena berdampak melemahnya perekonomian rakyat dan daya beli masyarakat, menjalankan program nawa cita sesuai dengan janji kampanye Jokowi – JK yang pro terhadap wong cilik agar tidak menjadi Duka Cita untuk Indonesia.

3. Menuntut pemerintah agar tidak saling lempar kesalahan dalam membuat kebijakan dan menuntut pemerintah untuk transparansi dalam mengelola sistem pemerintahan yang andil dan bémartabat.

4. Bebaskan beberapa aktivis yang masih ditahan oleh pihak keamanan karena dugaan makar yang dituduhkan sampai saai ini belum bisa dibuktikan secara nyata. Sebab, ini sama saja melakukan pembatasan expresi dan aspirasi di muka umum oleh pemerintah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK OTT Pejabat Eselon I Kemenhub di Jakarta
Hukum - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:08 WIB

KPK OTT Pejabat Eselon I Kemenhub di Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan aksi operasi tangkap tangan, pada Rabu, (23/8) malam.Kabarnya yang diciduk dalam aksi kali ...
Breaking News! Kebakaran Melanda Slipi
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 23:38 WIB

Breaking News! Kebakaran Melanda Slipi

Kebakaran melanda pemukiman Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu, (23/8/2017) malam.Kebakaran yang terjadi sekira pada pukul 22.30 WIB tersebut ...
KPK Telah Periksa 80 Saksi Kasus e-KTP
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 23:33 WIB

KPK Telah Periksa 80 Saksi Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 80 saksi kasus KTP-elektronik untuk tersangka Setya Novanto (SN)."Untuk tersangka SN sampai dengan saat ...
Libur Idul Adha, Operasional Truk Dibatasi
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 22:15 WIB

Libur Idul Adha, Operasional Truk Dibatasi

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas terutama menjelang libur Idul Adha, operasional truk akan dibatasi mulai 31 Agustus pukul 12.00 ...
KPK Sudah Menduga Revisi UU Akan Mencuat Kembali
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 22:00 WIB

KPK Sudah Menduga Revisi UU Akan Mencuat Kembali

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengaku sudah menduga akan munculnya kembali wacan revisi Undang-undang KPK. Hal tersebut ...
Percepat Naik Kelas, Kemenkop Optimalkan Peran Pendamping UMKM
Ekonomi - Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:49 WIB

Percepat Naik Kelas, Kemenkop Optimalkan Peran Pendamping UMKM

Kementerian Koperasi dan UKM mengoptimalisasikan peran pendamping usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan memberdayakan koperasi di Tanah Air. Hal ...