Senin, 29 Mei 2017 | 01.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Petinggi NU dan Muhammadiyah Diundang ke Istana Negara, FPI Kapan?

Petinggi NU dan Muhammadiyah Diundang ke Istana Negara, FPI Kapan?

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 13 Januari 2017 - 15:03 WIB

IMG-19895

Ketua PP Muhammadiyah makan siang bersama Presiden Jokowi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampaknya sedang rajin menjalin silaturahmi terhadap kelompok ormas Islam.

Setelah makan siang bersama Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil pada Rabu lalu, hari ini Presiden Jokowi mengundang Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir untuk makan siang di Istana Negara, Jumat (13//1/2017).

Haedar yang mengenakan batik lengan panjang bernuansa biru itu lalu disambut oleh Jokowi di lorong Istana. Keduanya bersalaman dan cium pipi kanan kiri.

Jokowi yang mengenakan batik cokelat lengan panjang mempersilakan Haedar menuju ruang makan. Seperti biasa, beberapa makanan sudah tersaji di meja bundar itu.

Undangan makan siang ini tentunya menjadi momen bagi Presiden Jokowi untuk mendekatkan diri terhadap pemuka agama dan tokoh ormas yang berpengaruh di Indonesia untuk meningkatkan kerukunan antara umat beragama.

Seperti yang dikatakan Ketua PBNU saat bertemu presiden, Rabu lalu terkait fenomena menguatnya Islam radikal. Paham-paham radikal ini, kata dia, dirasakan semakin banyak menyebar sehingga butuh langkah bersama antara pemerintah dengan berbagai pihak, termasuk PBNU.

Lalu bagaimana dengan Front Pembela Islam (FPI), yang juga diketahui memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat Indonesia?

Hingga saat ini, FPI belum pernah diundang ke Istana Negara untuk membahas konflik antar agama yang kini mencuat ke publik.

Perseteruan soal agama akhir-akhir ini juga semakin pelik karena menyangkut ranah hukum, politik dan sosial bangsa Indonesia.

Perseteruan tersebut, bahkan melibatkan FPI secara langsung dimana salahsatu pimpinannya yakni Habib Rizieq Shihab sedang diberondong masalah hukum terkait berbagai kasus.

Namun, Presiden Jokowi hingga saat ini belum pernah memanggil FPI untuk membahas merebaknya paham Islam radikal yang dikhawatirkan mengganggu kerukunan umat beragama itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 13:54 WIB

Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi

Paska ledakan yang terjadi di kawasan Terminal Kampung Melayu, aktivitas Halte Transjakarta yang sempat terhenti beberapa hari akibat terkena ledakan ...
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...