Selasa, 16 Januari 2018 | 23.58 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Petinggi NU dan Muhammadiyah Diundang ke Istana Negara, FPI Kapan?

Petinggi NU dan Muhammadiyah Diundang ke Istana Negara, FPI Kapan?

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 13 Januari 2017 - 15:03 WIB

IMG-19895

Ketua PP Muhammadiyah makan siang bersama Presiden Jokowi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampaknya sedang rajin menjalin silaturahmi terhadap kelompok ormas Islam.

Setelah makan siang bersama Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil pada Rabu lalu, hari ini Presiden Jokowi mengundang Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir untuk makan siang di Istana Negara, Jumat (13//1/2017).

Haedar yang mengenakan batik lengan panjang bernuansa biru itu lalu disambut oleh Jokowi di lorong Istana. Keduanya bersalaman dan cium pipi kanan kiri.

Jokowi yang mengenakan batik cokelat lengan panjang mempersilakan Haedar menuju ruang makan. Seperti biasa, beberapa makanan sudah tersaji di meja bundar itu.

Undangan makan siang ini tentunya menjadi momen bagi Presiden Jokowi untuk mendekatkan diri terhadap pemuka agama dan tokoh ormas yang berpengaruh di Indonesia untuk meningkatkan kerukunan antara umat beragama.

Seperti yang dikatakan Ketua PBNU saat bertemu presiden, Rabu lalu terkait fenomena menguatnya Islam radikal. Paham-paham radikal ini, kata dia, dirasakan semakin banyak menyebar sehingga butuh langkah bersama antara pemerintah dengan berbagai pihak, termasuk PBNU.

Lalu bagaimana dengan Front Pembela Islam (FPI), yang juga diketahui memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat Indonesia?

Hingga saat ini, FPI belum pernah diundang ke Istana Negara untuk membahas konflik antar agama yang kini mencuat ke publik.

Perseteruan soal agama akhir-akhir ini juga semakin pelik karena menyangkut ranah hukum, politik dan sosial bangsa Indonesia.

Perseteruan tersebut, bahkan melibatkan FPI secara langsung dimana salahsatu pimpinannya yakni Habib Rizieq Shihab sedang diberondong masalah hukum terkait berbagai kasus.

Namun, Presiden Jokowi hingga saat ini belum pernah memanggil FPI untuk membahas merebaknya paham Islam radikal yang dikhawatirkan mengganggu kerukunan umat beragama itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 21:39 WIB

KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari yang diduga berasal dari hasil ...
Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 19:43 WIB

Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) mengaku tidak masalah jika Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto ingin ...
Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 17:36 WIB

Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak

Mabes Polri menegaskan jika 10 orang anggota Polri yang ikut maju dalam Pilkada serentak masih berstatus polisi hingga penetapan pasangan ...
JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 16:14 WIB

JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan

Pernyataan La Nyalla terkait mahar politik yang diminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto menuai banyak reaksi di masyarakat.Sebagaian masyarakat tak menyangka ...
Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani
Ekonomi - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:16 WIB

Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani

Zulkifli Hasan Selaku Ketua MPR RI mengkritisi rencana pemerintah yang akan mengimport beras dari Vietnam dan Thailand. Ia juga menyapaikan ...
12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS
Peristiwa - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:13 WIB

12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS

Dua belas pasien korban ambruknya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit (RS)."Kedua belas ...