Kamis, 19 Januari 2017 | 09.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Program Rp1 Miliar Tiap RW Dipertanyakan, Ini Jawaban Agus Yudhoyono

Program Rp1 Miliar Tiap RW Dipertanyakan, Ini Jawaban Agus Yudhoyono

Reporter : Yudi | Jumat, 13 Januari 2017 - 23:23 WIB

IMG-19907

Agus Harimurti Yudhono dalam debat cagub dan cawagub (KiniNews/Yudi)

Jakarta, kini.co.id – Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono akan memberikan bantuan kepada masyarakat jika terpilih menjadi pemimpin ibu kota.

Bantuan itu antara lain modal usaha Rp 50 juta dalam setahun setiap usaha kecil, bantuan langsung sementara Rp 5 juta untuk setiap satu keluarga miskin, serta bantuan pemberdayaan masyarakat Rp 1 miliar untuk tiap RW. Program kerja ini disampaikan Agus dalam debat cagub DKI yang digelar KPU DKI Jakarta, Jumat (13/1/2017) di Hotel Bidakara.

Agus menegaskan bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan dipastikan tidak melanggar konstitusi. Dalam kesempatan itu, Ahok mengungkapkan tidak setuju dengan pola bantuan langsung yang digagas Agus.

Ahok menilai bantuan langsung tersebut tidak mendidik. Djarot Syaiful Hidayat, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor 2, mempertanyakan pola penyaluran bantuan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 1 miliar untuk tiap RW.

Program Agus juga dipertanyakan cawagub Djarot, bagaiamana bagaimana mengelola dana Rp 10 miliar per RW.

“Bagaimana cara mengelola dana Rp 1 miliar per RW supaya mereka bisa mempertanggungjawabkan dan tidak masuk penjara,” kata Djarot.

Agus pun pertanyaan petahana tersebut bahwa bantuan itu tidak akan membebani APBD DKI Jakarta. Pasalnya APBD DKI 2017 mencapai Rp 70,19 triliun.

“Saya pikir tidak bijak jika pemimpin mau membantu rakyat miskin, tapi ada yang tidak setuju,” tegas Agus bersemangat.

Menurut Agus keluarga kurang mampu akan medapatkan BLS sebesar Rp 5 juta tiap tahun. Agus menghitung total pemberian BLS tiap tahunnya mencapai Rp 600 miliar.

Agus pun membantah program tersebut disebut sebagai bagi-bagi uang, namun hal itu lebih pada masalah kemanusiaan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...