Jumat, 27 April 2018 | 15.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Program Rp1 Miliar Tiap RW Dipertanyakan, Ini Jawaban Agus Yudhoyono

Program Rp1 Miliar Tiap RW Dipertanyakan, Ini Jawaban Agus Yudhoyono

Reporter : Yudi | Jumat, 13 Januari 2017 - 23:23 WIB

IMG-19907

Agus Harimurti Yudhono dalam debat cagub dan cawagub (KiniNews/Yudi)

Jakarta, kini.co.id – Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono akan memberikan bantuan kepada masyarakat jika terpilih menjadi pemimpin ibu kota.

Bantuan itu antara lain modal usaha Rp 50 juta dalam setahun setiap usaha kecil, bantuan langsung sementara Rp 5 juta untuk setiap satu keluarga miskin, serta bantuan pemberdayaan masyarakat Rp 1 miliar untuk tiap RW. Program kerja ini disampaikan Agus dalam debat cagub DKI yang digelar KPU DKI Jakarta, Jumat (13/1/2017) di Hotel Bidakara.

Agus menegaskan bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan dipastikan tidak melanggar konstitusi. Dalam kesempatan itu, Ahok mengungkapkan tidak setuju dengan pola bantuan langsung yang digagas Agus.

Ahok menilai bantuan langsung tersebut tidak mendidik. Djarot Syaiful Hidayat, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor 2, mempertanyakan pola penyaluran bantuan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 1 miliar untuk tiap RW.

Program Agus juga dipertanyakan cawagub Djarot, bagaiamana bagaimana mengelola dana Rp 10 miliar per RW.

“Bagaimana cara mengelola dana Rp 1 miliar per RW supaya mereka bisa mempertanggungjawabkan dan tidak masuk penjara,” kata Djarot.

Agus pun pertanyaan petahana tersebut bahwa bantuan itu tidak akan membebani APBD DKI Jakarta. Pasalnya APBD DKI 2017 mencapai Rp 70,19 triliun.

“Saya pikir tidak bijak jika pemimpin mau membantu rakyat miskin, tapi ada yang tidak setuju,” tegas Agus bersemangat.

Menurut Agus keluarga kurang mampu akan medapatkan BLS sebesar Rp 5 juta tiap tahun. Agus menghitung total pemberian BLS tiap tahunnya mencapai Rp 600 miliar.

Agus pun membantah program tersebut disebut sebagai bagi-bagi uang, namun hal itu lebih pada masalah kemanusiaan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...