Rabu, 24 Mei 2017 | 09.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Program Rp1 Miliar Tiap RW Dipertanyakan, Ini Jawaban Agus Yudhoyono

Program Rp1 Miliar Tiap RW Dipertanyakan, Ini Jawaban Agus Yudhoyono

Reporter : Yudi | Jumat, 13 Januari 2017 - 23:23 WIB

IMG-19907

Agus Harimurti Yudhono dalam debat cagub dan cawagub (KiniNews/Yudi)

Jakarta, kini.co.id – Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono akan memberikan bantuan kepada masyarakat jika terpilih menjadi pemimpin ibu kota.

Bantuan itu antara lain modal usaha Rp 50 juta dalam setahun setiap usaha kecil, bantuan langsung sementara Rp 5 juta untuk setiap satu keluarga miskin, serta bantuan pemberdayaan masyarakat Rp 1 miliar untuk tiap RW. Program kerja ini disampaikan Agus dalam debat cagub DKI yang digelar KPU DKI Jakarta, Jumat (13/1/2017) di Hotel Bidakara.

Agus menegaskan bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan dipastikan tidak melanggar konstitusi. Dalam kesempatan itu, Ahok mengungkapkan tidak setuju dengan pola bantuan langsung yang digagas Agus.

Ahok menilai bantuan langsung tersebut tidak mendidik. Djarot Syaiful Hidayat, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor 2, mempertanyakan pola penyaluran bantuan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 1 miliar untuk tiap RW.

Program Agus juga dipertanyakan cawagub Djarot, bagaiamana bagaimana mengelola dana Rp 10 miliar per RW.

“Bagaimana cara mengelola dana Rp 1 miliar per RW supaya mereka bisa mempertanggungjawabkan dan tidak masuk penjara,” kata Djarot.

Agus pun pertanyaan petahana tersebut bahwa bantuan itu tidak akan membebani APBD DKI Jakarta. Pasalnya APBD DKI 2017 mencapai Rp 70,19 triliun.

“Saya pikir tidak bijak jika pemimpin mau membantu rakyat miskin, tapi ada yang tidak setuju,” tegas Agus bersemangat.

Menurut Agus keluarga kurang mampu akan medapatkan BLS sebesar Rp 5 juta tiap tahun. Agus menghitung total pemberian BLS tiap tahunnya mencapai Rp 600 miliar.

Agus pun membantah program tersebut disebut sebagai bagi-bagi uang, namun hal itu lebih pada masalah kemanusiaan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...