Minggu, 22 April 2018 | 11.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Integrasi INSW, Tol Laut Sebagai Solusi Radikal

Integrasi INSW, Tol Laut Sebagai Solusi Radikal

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 12 April 2017 - 18:07 WIB

IMG-21960

Integrasi INSW, Tol Laut Sebagai Solusi Radikal Dwelling Time (KiniNews/Riana)

Jakarta, kini.co.id – PT Pelabuhan Indonesia II (IPC), melalui Indonesia National Single Window (ISNW) dalam menjalankan fungsi ISRM (Indonesia Single Risk Management) yang berintegrasi profil risiko masyarakat usaha agar seragam antara satu instansi dengan yang lainnya diharapkan mampu menekan dwelling time atau waktu tunggu hingga 2 hari.

Namun demikian dalam penerapannya terdapat tantangan yang dihadapai IPC, guna mewujudkan percepatan layanan bongkar muatnya di Pelabuhan.

Senior Vice President Operations IPC, David Pondapatan Sirait menyebutkan, persoalan yang dihadapi IPC guna memaksimalkan integritas INSW adalah yakni terkait masalah logistik nasional.

“Ketidakmampuan mengurus sistem logistik nasional dapat mempengaruhi daya saing bangsa,” tegas David dalam sebuah seminar nasional yang digelar Kaukus Muda Indonesia di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (12/4).

Dijelaskan David, integrasi INSW sebagai langkah penting yang harus digenjot. Dengan tujuan memotong banyak waktu pre-clearance yang selama ini terjadi.

Persoalan berikutnya, yang menjadi tantangan adalah End to end proses petikemas yang dimulai dari kapal bersandar sampai petikemas meninggalkan pelabuhan.

“Kegiatan ini mencakup tiga kegiatan, yakni proses bongkar, penumpukan, dan delivery,” tegasnya.

Persoalan yang terjadi di pelabuhan, kegiatan pertama bongkar muat yang membutuhkan maksimal 25 menit. Ditambah penumpukan yang memakan waktu 1-3 hari lebih hingga proses pengiriman memakan waktu 75 menit dianggap tidak efektif dengan tujuan dwelling time.

“Sebagai solusi dari itu adalah tol laut, yang sudah menjadi program strategis pemerintah dengan melibatkan berbagai BUMN maritim,” tandas David.

Masih dijelaskan David, dari berbagai sumber literatur umum dan hasil analisis konsultan eksternal berstandar Internasional, tol laut menjadi solusi dalam mengintegrasi ISNW itu dilihat dari dua hal, pertama pertumbuhan ekonomi yang berpusat di Jawa. Dan arus perdagangan yang sangat sedikit ke wilayah Timur.

Seperti diketahui bahwa perekonomian Indonesia yag didominasi kelompok provinsi Jawa dan Sumatera bisa menjadi gap secara tidak langsung antara Inonesia bagian Barat dan Timur.

Kemudian, tambahnya arus perdagangan sangat sedikit ke wilayah Timur karena hanya wilayah Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

“Maka dibutuhkan solusi radikal, yakni tol laut. Yang merupakan alur perdagangan degan menghubungkan wilayah Barat dan Timur Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan strategis, seperti Belawan, Tanjung Priok, Surabaya, Makassar, Sorong yang melalui koridor pendukung,” tukasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...