Minggu, 28 Mei 2017 | 06.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Integrasi INSW, Tol Laut Sebagai Solusi Radikal

Integrasi INSW, Tol Laut Sebagai Solusi Radikal

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 12 April 2017 - 18:07 WIB

IMG-21960

Integrasi INSW, Tol Laut Sebagai Solusi Radikal Dwelling Time (KiniNews/Riana)

Jakarta, kini.co.id – PT Pelabuhan Indonesia II (IPC), melalui Indonesia National Single Window (ISNW) dalam menjalankan fungsi ISRM (Indonesia Single Risk Management) yang berintegrasi profil risiko masyarakat usaha agar seragam antara satu instansi dengan yang lainnya diharapkan mampu menekan dwelling time atau waktu tunggu hingga 2 hari.

Namun demikian dalam penerapannya terdapat tantangan yang dihadapai IPC, guna mewujudkan percepatan layanan bongkar muatnya di Pelabuhan.

Senior Vice President Operations IPC, David Pondapatan Sirait menyebutkan, persoalan yang dihadapi IPC guna memaksimalkan integritas INSW adalah yakni terkait masalah logistik nasional.

“Ketidakmampuan mengurus sistem logistik nasional dapat mempengaruhi daya saing bangsa,” tegas David dalam sebuah seminar nasional yang digelar Kaukus Muda Indonesia di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (12/4).

Dijelaskan David, integrasi INSW sebagai langkah penting yang harus digenjot. Dengan tujuan memotong banyak waktu pre-clearance yang selama ini terjadi.

Persoalan berikutnya, yang menjadi tantangan adalah End to end proses petikemas yang dimulai dari kapal bersandar sampai petikemas meninggalkan pelabuhan.

“Kegiatan ini mencakup tiga kegiatan, yakni proses bongkar, penumpukan, dan delivery,” tegasnya.

Persoalan yang terjadi di pelabuhan, kegiatan pertama bongkar muat yang membutuhkan maksimal 25 menit. Ditambah penumpukan yang memakan waktu 1-3 hari lebih hingga proses pengiriman memakan waktu 75 menit dianggap tidak efektif dengan tujuan dwelling time.

“Sebagai solusi dari itu adalah tol laut, yang sudah menjadi program strategis pemerintah dengan melibatkan berbagai BUMN maritim,” tandas David.

Masih dijelaskan David, dari berbagai sumber literatur umum dan hasil analisis konsultan eksternal berstandar Internasional, tol laut menjadi solusi dalam mengintegrasi ISNW itu dilihat dari dua hal, pertama pertumbuhan ekonomi yang berpusat di Jawa. Dan arus perdagangan yang sangat sedikit ke wilayah Timur.

Seperti diketahui bahwa perekonomian Indonesia yag didominasi kelompok provinsi Jawa dan Sumatera bisa menjadi gap secara tidak langsung antara Inonesia bagian Barat dan Timur.

Kemudian, tambahnya arus perdagangan sangat sedikit ke wilayah Timur karena hanya wilayah Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

“Maka dibutuhkan solusi radikal, yakni tol laut. Yang merupakan alur perdagangan degan menghubungkan wilayah Barat dan Timur Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan strategis, seperti Belawan, Tanjung Priok, Surabaya, Makassar, Sorong yang melalui koridor pendukung,” tukasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...
KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 20:57 WIB

KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes

KPK memaparkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BPK dan Kemendes PDTT, pada Jumat (26/5).Dalam OTT tersebut, ...
TransJakarta  Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:24 WIB

TransJakarta Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi

Kondisi bangunan Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terkena dampak ledakan sebagian besar kerusakan cukup parah, terutama kaca. ...