Rabu, 26 Juli 2017 | 03.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Bakal Diserang Soal Reklamasi Dalam Debat, Ini Tanggapan Ketua Timses Ahok

Bakal Diserang Soal Reklamasi Dalam Debat, Ini Tanggapan Ketua Timses Ahok

Reporter : Rakisa | Rabu, 12 April 2017 - 20:19 WIB

IMG-21963

Ahok-Djarot. (Ant)

JAKARTA, kini.co.id – Ketua tim sukses paslon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Prastyo Edi Marsudi mengaku yakin program reklamasi akan menjadi bahan yang akan ditanyakan dalam debat putaran kedua termasuk juga diserang oleh paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Namun demikian, Prasetyo mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena menurutnya izin prinsip reklamasi sudah ada sejak zaman Presiden Soeharto dan merupakan program pemerintah pusat.

Pemprov DKI, kata Prasetyo hanya menjalankan izin tata ruang, karena sudah ada sejak era Soeharto dan juga SBY.

“Nggak ada masalah, ini kan bukan kerjaan DKI Jakarta. Ini ada pada perpres. Sejak zamannya Pak Harto, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) , itu kan tanda tangan. Kita cuma mengatur masalah tata ruangnya, tidak izin reklamasi,” ungkap Prasetyo di hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Menurutnya, paslon Anies-Sandi mencurigai reklamasi akan dikuasai para pengembang. Namun ia menjamin hal itu tidak akan terjadi karena adanya izin tata ruang dari pemerintah.

“Apa yang dicurigai oleh paslon lain (reklamasi) akan dikuasai oleh para pengembang-pengembang akan terjadi, tapi kalau gak ada tata ruang gimana pemerintahan, gimana rumah nelayan, dimana nelayan bisa mencati nafkah, kan ada, itu aja kok,” jelasnya.

Selain reklamasi, Pras juga yakin pertanyaan lain seputar transportasi dan nelayan juga akan ditanya.

“Kan pertanyaan-pertanyaannya sekitar masalah reklamasi, transportasi, nelayan, nah mereka akan menjawab,” kata Pras.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...