Rabu, 26 Juli 2017 | 13.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Hasil Survey LSI Denny JA, Anies-Sandi 51,4 Persen, Ahok-Djarot 42,7 Persen

Hasil Survey LSI Denny JA, Anies-Sandi 51,4 Persen, Ahok-Djarot 42,7 Persen

Reporter : Rakisa | Kamis, 13 April 2017 - 14:32 WIB

IMG-21985

Debat kedua pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Rabu (12/4). (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA, melansir hasil temuannya jelang pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hasilnya, elektabilitas pasangan Anies Baswedan – Sandiaga S Uno unggul atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama ‘Ahok’ – Djarot Saiful Hidayat.

Elektabilitas pasangan Anies-Sandi sebesar 51.4% sedangkan pasangan Ahok-Djarot 42.7%. “Yang belum menentukan 5.9%,” ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (13/4).

Survei ini dilakukan pada tanggal 7 – 10 April 2017 di Jakarta, secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%.

Dibandingkan dengan survei LSI Denny JA pada bulan sebelumnya, Maret 2017, kedua pasang calon sama-sama mengalami kenaikan. Di bulan Maret 2017 elektabilitas pasangan Anies-Sandi sebesar 49.7%. Di bulan April 2017, mengalami kenaikan sebesar 1.7% menjadi 51.4%.

Sementara pasangan Ahok-Djarot, di bulan Maret 2017, elektabilitasnya sebesar 40.5%. Di bulan April 2017 kenaikan sebesar 2.2% menjadi 42.7%.

“Ketika data elektabilitas dibreakdown ke beberapa segmen pemilih penting, terlihat kedua pasangan calon saling mengalahkan di kategori pemilih tertentu,” ulas Ardian.

Di segmen pemilih muslim, populasi pemilih terbesar, pasangan Anies-Sandi unggul dari pasangan Ahok Djarot. Anies-Sandi memperoleh dukungan sebesar 56.6%, sementara pasangan Ahok Djarot memperoleh dukungan sebesar 37.2%.

Tapi di segmen pemilih non muslim, pasangan Ahok-Djarot unggul mutlak. Pasangan ini memperoleh dukungan sebesar 91.3%. Sementara Anies-Sandi hanya memperoleh dukungan sebesar 5.7%.

Pemilih minoritas jauh lebih solid (di atas 90 persen) mendukung Ahok-Djarot, ketimbang pemilih Muslim (di bawah 60 persen) mendukung Anies-Sandi. Walau yang nampak permukaan dan menjadi berita acapkali mobilisasi pemilih Muslim, namun hasil nyata justru pemilih non- Muslim yang lebih solid berkubu.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...