Selasa, 26 September 2017 | 18.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Hasil Survey LSI Denny JA, Anies-Sandi 51,4 Persen, Ahok-Djarot 42,7 Persen

Hasil Survey LSI Denny JA, Anies-Sandi 51,4 Persen, Ahok-Djarot 42,7 Persen

Reporter : Rakisa | Kamis, 13 April 2017 - 14:32 WIB

IMG-21985

Debat kedua pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Rabu (12/4). (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA, melansir hasil temuannya jelang pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hasilnya, elektabilitas pasangan Anies Baswedan – Sandiaga S Uno unggul atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama ‘Ahok’ – Djarot Saiful Hidayat.

Elektabilitas pasangan Anies-Sandi sebesar 51.4% sedangkan pasangan Ahok-Djarot 42.7%. “Yang belum menentukan 5.9%,” ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (13/4).

Survei ini dilakukan pada tanggal 7 – 10 April 2017 di Jakarta, secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%.

Dibandingkan dengan survei LSI Denny JA pada bulan sebelumnya, Maret 2017, kedua pasang calon sama-sama mengalami kenaikan. Di bulan Maret 2017 elektabilitas pasangan Anies-Sandi sebesar 49.7%. Di bulan April 2017, mengalami kenaikan sebesar 1.7% menjadi 51.4%.

Sementara pasangan Ahok-Djarot, di bulan Maret 2017, elektabilitasnya sebesar 40.5%. Di bulan April 2017 kenaikan sebesar 2.2% menjadi 42.7%.

“Ketika data elektabilitas dibreakdown ke beberapa segmen pemilih penting, terlihat kedua pasangan calon saling mengalahkan di kategori pemilih tertentu,” ulas Ardian.

Di segmen pemilih muslim, populasi pemilih terbesar, pasangan Anies-Sandi unggul dari pasangan Ahok Djarot. Anies-Sandi memperoleh dukungan sebesar 56.6%, sementara pasangan Ahok Djarot memperoleh dukungan sebesar 37.2%.

Tapi di segmen pemilih non muslim, pasangan Ahok-Djarot unggul mutlak. Pasangan ini memperoleh dukungan sebesar 91.3%. Sementara Anies-Sandi hanya memperoleh dukungan sebesar 5.7%.

Pemilih minoritas jauh lebih solid (di atas 90 persen) mendukung Ahok-Djarot, ketimbang pemilih Muslim (di bawah 60 persen) mendukung Anies-Sandi. Walau yang nampak permukaan dan menjadi berita acapkali mobilisasi pemilih Muslim, namun hasil nyata justru pemilih non- Muslim yang lebih solid berkubu.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...