Selasa, 26 September 2017 | 18.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Di Hadapan Ulama Cirebon, Jokowi Ajak Jaga Persatuan

Di Hadapan Ulama Cirebon, Jokowi Ajak Jaga Persatuan

Kamis, 13 April 2017 - 20:53 WIB

IMG-21993

Presiden Jokowi di Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4) (Biro Satpres)

Cirebon, kini.co.id – Dalam lawatan safarinya ke ke Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4) sekaligus menghadiri Haul Al-Marhumin sesepuh Ponpes itu, Presiden Jokowi mengajak para ulama agar dapat saling beriringan menjaga persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun negara yang makmur dan sejahtera.

Jokowi mengatakan, pondok pesantren bukan hanya tempat pusat pendidikan tetapi juga sebagai pusat kebajikan untuk menunjukkan Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin.

“Islam Indonesia ini Islam yang Rahmatan lil Alamin, bukan yang lainnya. Yang sangat menghargai, yang sangat menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di kita,” kata Jokowi.

Jokowi juga menceritakan saat Sri Baginda Raja Salman mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan raja Salman, pemerintah berupaya meningkatkan total investasi dari Arab Saudi untuk pembangunan di Indonesia. Namun investasi yang ditanam Arab Saudi di Indonesia hanya Rp89 triliun. Angka ini masih kecil bila dibandingkan dengan investasi Arab saudi di Cina yang tembus sekitar Rp870 triliun.

“Nanti setelah ini saya akan tindak lanjuti telpon kepada beliau, telepon kepada Pangeran Muhammad, putera dari Raja Salman, dan moga-moga Indonesia mendapatkan lebih dari yang diberikan kepada Tiongkok,” paparnya.

Dalam rangkain kunjungannya ke Cirebon, Jokowi juga meresmikan pembangunan Gelanggang Olah Raga Pondok Buntet Pesantren dan Auditorium Mbah Muqoyyim sekaligus meletakkan batu pertama di halaman pesantren.

Pembangunan itu merupakan bantuan dari sejumlah BUMN antara lain Bank Mandiri Syariah, BRI, RNI, dan Bulog serta dibangun oleh WIKA.

Setelah kunjungannya ke Ponpes Buntet yang didirikan oleh Mufti Keraton Cirebon KH Muqoyyim bin Abdul Hadi atau biasa orang Cirebon menyebut Mbah Muqoyyim, di abad ke 18 Masehi itu Jokowi melanjutkan ke acara penyerahan sertifikat di Lapangan Stadion Ranggajati, Jalan Sultan Malik Ibrahim, Kabupaten Cirebon.

Terakhir Jokowi mencicipi kuliner khas Kota Wali untuk makan siang yakni menyantap Empang Gentong Haji Apud di Battembat, Tengah Tani, Kabupaten Cirebon ditemani Iriana Jokowi dan rombongan sambil mendengarkan curhat warga Cirebon.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...