Minggu, 19 November 2017 | 02.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Di Hadapan Ulama Cirebon, Jokowi Ajak Jaga Persatuan

Di Hadapan Ulama Cirebon, Jokowi Ajak Jaga Persatuan

Kamis, 13 April 2017 - 20:53 WIB

IMG-21993

Presiden Jokowi di Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4) (Biro Satpres)

Cirebon, kini.co.id – Dalam lawatan safarinya ke ke Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4) sekaligus menghadiri Haul Al-Marhumin sesepuh Ponpes itu, Presiden Jokowi mengajak para ulama agar dapat saling beriringan menjaga persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun negara yang makmur dan sejahtera.

Jokowi mengatakan, pondok pesantren bukan hanya tempat pusat pendidikan tetapi juga sebagai pusat kebajikan untuk menunjukkan Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin.

“Islam Indonesia ini Islam yang Rahmatan lil Alamin, bukan yang lainnya. Yang sangat menghargai, yang sangat menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di kita,” kata Jokowi.

Jokowi juga menceritakan saat Sri Baginda Raja Salman mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan raja Salman, pemerintah berupaya meningkatkan total investasi dari Arab Saudi untuk pembangunan di Indonesia. Namun investasi yang ditanam Arab Saudi di Indonesia hanya Rp89 triliun. Angka ini masih kecil bila dibandingkan dengan investasi Arab saudi di Cina yang tembus sekitar Rp870 triliun.

“Nanti setelah ini saya akan tindak lanjuti telpon kepada beliau, telepon kepada Pangeran Muhammad, putera dari Raja Salman, dan moga-moga Indonesia mendapatkan lebih dari yang diberikan kepada Tiongkok,” paparnya.

Dalam rangkain kunjungannya ke Cirebon, Jokowi juga meresmikan pembangunan Gelanggang Olah Raga Pondok Buntet Pesantren dan Auditorium Mbah Muqoyyim sekaligus meletakkan batu pertama di halaman pesantren.

Pembangunan itu merupakan bantuan dari sejumlah BUMN antara lain Bank Mandiri Syariah, BRI, RNI, dan Bulog serta dibangun oleh WIKA.

Setelah kunjungannya ke Ponpes Buntet yang didirikan oleh Mufti Keraton Cirebon KH Muqoyyim bin Abdul Hadi atau biasa orang Cirebon menyebut Mbah Muqoyyim, di abad ke 18 Masehi itu Jokowi melanjutkan ke acara penyerahan sertifikat di Lapangan Stadion Ranggajati, Jalan Sultan Malik Ibrahim, Kabupaten Cirebon.

Terakhir Jokowi mencicipi kuliner khas Kota Wali untuk makan siang yakni menyantap Empang Gentong Haji Apud di Battembat, Tengah Tani, Kabupaten Cirebon ditemani Iriana Jokowi dan rombongan sambil mendengarkan curhat warga Cirebon.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 22:46 WIB

Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pemenang sayembara informasi valid keberadaan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ...
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...