Rabu, 26 Juli 2017 | 03.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Di Hadapan Ulama Cirebon, Jokowi Ajak Jaga Persatuan

Di Hadapan Ulama Cirebon, Jokowi Ajak Jaga Persatuan

Kamis, 13 April 2017 - 20:53 WIB

IMG-21993

Presiden Jokowi di Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4) (Biro Satpres)

Cirebon, kini.co.id – Dalam lawatan safarinya ke ke Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/4) sekaligus menghadiri Haul Al-Marhumin sesepuh Ponpes itu, Presiden Jokowi mengajak para ulama agar dapat saling beriringan menjaga persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun negara yang makmur dan sejahtera.

Jokowi mengatakan, pondok pesantren bukan hanya tempat pusat pendidikan tetapi juga sebagai pusat kebajikan untuk menunjukkan Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin.

“Islam Indonesia ini Islam yang Rahmatan lil Alamin, bukan yang lainnya. Yang sangat menghargai, yang sangat menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di kita,” kata Jokowi.

Jokowi juga menceritakan saat Sri Baginda Raja Salman mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan raja Salman, pemerintah berupaya meningkatkan total investasi dari Arab Saudi untuk pembangunan di Indonesia. Namun investasi yang ditanam Arab Saudi di Indonesia hanya Rp89 triliun. Angka ini masih kecil bila dibandingkan dengan investasi Arab saudi di Cina yang tembus sekitar Rp870 triliun.

“Nanti setelah ini saya akan tindak lanjuti telpon kepada beliau, telepon kepada Pangeran Muhammad, putera dari Raja Salman, dan moga-moga Indonesia mendapatkan lebih dari yang diberikan kepada Tiongkok,” paparnya.

Dalam rangkain kunjungannya ke Cirebon, Jokowi juga meresmikan pembangunan Gelanggang Olah Raga Pondok Buntet Pesantren dan Auditorium Mbah Muqoyyim sekaligus meletakkan batu pertama di halaman pesantren.

Pembangunan itu merupakan bantuan dari sejumlah BUMN antara lain Bank Mandiri Syariah, BRI, RNI, dan Bulog serta dibangun oleh WIKA.

Setelah kunjungannya ke Ponpes Buntet yang didirikan oleh Mufti Keraton Cirebon KH Muqoyyim bin Abdul Hadi atau biasa orang Cirebon menyebut Mbah Muqoyyim, di abad ke 18 Masehi itu Jokowi melanjutkan ke acara penyerahan sertifikat di Lapangan Stadion Ranggajati, Jalan Sultan Malik Ibrahim, Kabupaten Cirebon.

Terakhir Jokowi mencicipi kuliner khas Kota Wali untuk makan siang yakni menyantap Empang Gentong Haji Apud di Battembat, Tengah Tani, Kabupaten Cirebon ditemani Iriana Jokowi dan rombongan sambil mendengarkan curhat warga Cirebon.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...