Rabu, 26 Juli 2017 | 03.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Jumat, 14 April 2017 - 22:11 WIB

IMG-22010

Konferensi pers Tamasya Al-Maidah di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum'at (12/4). (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Rangkaian aksi bela Islam yang mengajak umat Islam dari penjuru Indonesia kembali digelar pada 19 April mendatang atau bertepatan dengan hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putara kedua.

Kali ini rangkaian aksi bela Islam seperti 411 dan 212 itu diberi tajuk bernama Aksi Tamasya Al-Maidah.

Diperkirakan sedikitnya 1,3 juta umat Islam dari penjuru tanah air akan bergabung dengan mendatangi seluruh TPS-TPS yang ada di DKI Jakarta.

Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni ormas-ormas Islam untuk memfasilitasi umat Islam yang akan datang ke Jakarta.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Ormas-ormas Islam dan juga masjid serta majelis ta’lim. Jadi sistemnya nanti ada Muhajirin yang datang, lalu ada Anshor yang menyambut,” tegas Ansufri di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at (12/4).

Dijelaskannya, mobilisasi massa dalam Tamasya Al-Maidah bertujuan untuk mengawasi proses pencoblosan di tiap-tiap TPS yang tersebar di seluruh Jakarta.

“Kita berharap setiap TPS ada 100 orang kaum muslimin-muslimat yang melihat. Insya Allah akan datang 1,3 juta orang hadir di sini (Jakarta),” ujar Ansufri.

Saat ditanya soal ada tidaknya izin atau pemberitahuan kepada kepolisian terkait kegiatan pengawasan tersebut, Ansufri mengaku tetap akan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Insya Allah disetiap tempat begitu datang akan melapor, kami bukan organisasi yang tak punya adat,” tegas Sambo.

Namun ia menampik bahwa acara Tamasya Al-Maidah dikaitkan dengan dengan pasangan calon atau partai politik tertentu.

“Kami bukan parpol, bukan timses, tapi ini untuk menegakkan Al-Quran. Tamasya itu kan rekreasi. Senang-senang, sambil silaturahmi, saling mendoakan,” ujar Sambo.

Ia menjamin tak akan ada kericuhan dan intimidasi kepada pemilih di TPS-TPS.

Ditambahkan Sambo, setelah Pilkada selesai, mereka akan berkumpul di Masjid Istiqlal untuk shalat Maghrib berjamaah sekaligus menyambut penghitungan cepat hasil pemungutan suara untuk mengetahui siapa pemenang Gubernur Jakarta periode 2017-2022.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...