Selasa, 26 September 2017 | 18.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Jumat, 14 April 2017 - 22:11 WIB

IMG-22010

Konferensi pers Tamasya Al-Maidah di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum'at (12/4). (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Rangkaian aksi bela Islam yang mengajak umat Islam dari penjuru Indonesia kembali digelar pada 19 April mendatang atau bertepatan dengan hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putara kedua.

Kali ini rangkaian aksi bela Islam seperti 411 dan 212 itu diberi tajuk bernama Aksi Tamasya Al-Maidah.

Diperkirakan sedikitnya 1,3 juta umat Islam dari penjuru tanah air akan bergabung dengan mendatangi seluruh TPS-TPS yang ada di DKI Jakarta.

Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni ormas-ormas Islam untuk memfasilitasi umat Islam yang akan datang ke Jakarta.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Ormas-ormas Islam dan juga masjid serta majelis ta’lim. Jadi sistemnya nanti ada Muhajirin yang datang, lalu ada Anshor yang menyambut,” tegas Ansufri di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at (12/4).

Dijelaskannya, mobilisasi massa dalam Tamasya Al-Maidah bertujuan untuk mengawasi proses pencoblosan di tiap-tiap TPS yang tersebar di seluruh Jakarta.

“Kita berharap setiap TPS ada 100 orang kaum muslimin-muslimat yang melihat. Insya Allah akan datang 1,3 juta orang hadir di sini (Jakarta),” ujar Ansufri.

Saat ditanya soal ada tidaknya izin atau pemberitahuan kepada kepolisian terkait kegiatan pengawasan tersebut, Ansufri mengaku tetap akan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Insya Allah disetiap tempat begitu datang akan melapor, kami bukan organisasi yang tak punya adat,” tegas Sambo.

Namun ia menampik bahwa acara Tamasya Al-Maidah dikaitkan dengan dengan pasangan calon atau partai politik tertentu.

“Kami bukan parpol, bukan timses, tapi ini untuk menegakkan Al-Quran. Tamasya itu kan rekreasi. Senang-senang, sambil silaturahmi, saling mendoakan,” ujar Sambo.

Ia menjamin tak akan ada kericuhan dan intimidasi kepada pemilih di TPS-TPS.

Ditambahkan Sambo, setelah Pilkada selesai, mereka akan berkumpul di Masjid Istiqlal untuk shalat Maghrib berjamaah sekaligus menyambut penghitungan cepat hasil pemungutan suara untuk mengetahui siapa pemenang Gubernur Jakarta periode 2017-2022.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...