Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Jumat, 14 April 2017 - 22:11 WIB

IMG-22010

Konferensi pers Tamasya Al-Maidah di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum'at (12/4). (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Rangkaian aksi bela Islam yang mengajak umat Islam dari penjuru Indonesia kembali digelar pada 19 April mendatang atau bertepatan dengan hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putara kedua.

Kali ini rangkaian aksi bela Islam seperti 411 dan 212 itu diberi tajuk bernama Aksi Tamasya Al-Maidah.

Diperkirakan sedikitnya 1,3 juta umat Islam dari penjuru tanah air akan bergabung dengan mendatangi seluruh TPS-TPS yang ada di DKI Jakarta.

Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni ormas-ormas Islam untuk memfasilitasi umat Islam yang akan datang ke Jakarta.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Ormas-ormas Islam dan juga masjid serta majelis ta’lim. Jadi sistemnya nanti ada Muhajirin yang datang, lalu ada Anshor yang menyambut,” tegas Ansufri di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at (12/4).

Dijelaskannya, mobilisasi massa dalam Tamasya Al-Maidah bertujuan untuk mengawasi proses pencoblosan di tiap-tiap TPS yang tersebar di seluruh Jakarta.

“Kita berharap setiap TPS ada 100 orang kaum muslimin-muslimat yang melihat. Insya Allah akan datang 1,3 juta orang hadir di sini (Jakarta),” ujar Ansufri.

Saat ditanya soal ada tidaknya izin atau pemberitahuan kepada kepolisian terkait kegiatan pengawasan tersebut, Ansufri mengaku tetap akan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Insya Allah disetiap tempat begitu datang akan melapor, kami bukan organisasi yang tak punya adat,” tegas Sambo.

Namun ia menampik bahwa acara Tamasya Al-Maidah dikaitkan dengan dengan pasangan calon atau partai politik tertentu.

“Kami bukan parpol, bukan timses, tapi ini untuk menegakkan Al-Quran. Tamasya itu kan rekreasi. Senang-senang, sambil silaturahmi, saling mendoakan,” ujar Sambo.

Ia menjamin tak akan ada kericuhan dan intimidasi kepada pemilih di TPS-TPS.

Ditambahkan Sambo, setelah Pilkada selesai, mereka akan berkumpul di Masjid Istiqlal untuk shalat Maghrib berjamaah sekaligus menyambut penghitungan cepat hasil pemungutan suara untuk mengetahui siapa pemenang Gubernur Jakarta periode 2017-2022.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...