Minggu, 19 November 2017 | 02.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Aksi Bela Islam Bertajuk Tamasya Al-Maidah Kembali Digelar 19 April

Jumat, 14 April 2017 - 22:11 WIB

IMG-22010

Konferensi pers Tamasya Al-Maidah di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum'at (12/4). (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Rangkaian aksi bela Islam yang mengajak umat Islam dari penjuru Indonesia kembali digelar pada 19 April mendatang atau bertepatan dengan hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putara kedua.

Kali ini rangkaian aksi bela Islam seperti 411 dan 212 itu diberi tajuk bernama Aksi Tamasya Al-Maidah.

Diperkirakan sedikitnya 1,3 juta umat Islam dari penjuru tanah air akan bergabung dengan mendatangi seluruh TPS-TPS yang ada di DKI Jakarta.

Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni ormas-ormas Islam untuk memfasilitasi umat Islam yang akan datang ke Jakarta.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Ormas-ormas Islam dan juga masjid serta majelis ta’lim. Jadi sistemnya nanti ada Muhajirin yang datang, lalu ada Anshor yang menyambut,” tegas Ansufri di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at (12/4).

Dijelaskannya, mobilisasi massa dalam Tamasya Al-Maidah bertujuan untuk mengawasi proses pencoblosan di tiap-tiap TPS yang tersebar di seluruh Jakarta.

“Kita berharap setiap TPS ada 100 orang kaum muslimin-muslimat yang melihat. Insya Allah akan datang 1,3 juta orang hadir di sini (Jakarta),” ujar Ansufri.

Saat ditanya soal ada tidaknya izin atau pemberitahuan kepada kepolisian terkait kegiatan pengawasan tersebut, Ansufri mengaku tetap akan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Insya Allah disetiap tempat begitu datang akan melapor, kami bukan organisasi yang tak punya adat,” tegas Sambo.

Namun ia menampik bahwa acara Tamasya Al-Maidah dikaitkan dengan dengan pasangan calon atau partai politik tertentu.

“Kami bukan parpol, bukan timses, tapi ini untuk menegakkan Al-Quran. Tamasya itu kan rekreasi. Senang-senang, sambil silaturahmi, saling mendoakan,” ujar Sambo.

Ia menjamin tak akan ada kericuhan dan intimidasi kepada pemilih di TPS-TPS.

Ditambahkan Sambo, setelah Pilkada selesai, mereka akan berkumpul di Masjid Istiqlal untuk shalat Maghrib berjamaah sekaligus menyambut penghitungan cepat hasil pemungutan suara untuk mengetahui siapa pemenang Gubernur Jakarta periode 2017-2022.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 22:46 WIB

Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pemenang sayembara informasi valid keberadaan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ...
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...