Sabtu, 18 November 2017 | 20.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Kronologi Dugaan Teror Mobil Versi FPI

Ini Kronologi Dugaan Teror Mobil Versi FPI

Minggu, 16 April 2017 - 20:52 WIB

IMG-22026

Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas didampingi tim advokasi FPI, Kapitra Ampera membeberkan kronologi terbakarnya mobil di dekat lokasi tabig akbar (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Front Pembela Islam (FPI) menjelaskan kronologis insiden teror terbakarnya mobil Toyota Avanza tanpa plat nomor di Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur yang berdekatan dengan lokasi pengajian bulanan FPI.

Dalam keterangan persnya, Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas didampingi tim advokasi FPI, Kapitra Ampera membeberkan kronologi kejadian misterius itu.

Habib Muchisn yang menyaksikan langsung peristiwa terbakarnya mobil itu menyebutkan sekitar pukul 21.45 WIB bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tiba di lokasi tablig akbar.

“Saat peristiwa terjadi saya ada dilokasi kejadian,“ kata Habib Muchsin, di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (16/4).

Lanjutnya, pada pukul 22.00 WIB acara kemudian dilanjutkan pengukuhan jawara pengawal ulama.

Dan sekitar pukul 23.00 WIB, Habib Rizieq memberikan tausiah kepada ribuan jamaah.

Pada 00.05 WIB, saat tausiah selesai yang dilanjutkan dengan penutupan doa dan dzikir yang diikuti oleh jemaah.

Saat itu, kata Habib Muchsin, tiba-tiba terdengar ledakan, sehingga Habib Rizieq yang tengah melakukan doa diminta agar dipercepat.

Setelah pembacaan doa selesai, Muchsin mengaku melihat sebuah mobil terbakar dan bergerak mundur ke arah jemaah. Beberapa motor terparkir terhimpit mobil.

“Umat yg dekat dengan mobil diminta menyingkir, laskar dan jawara menyelamatkan motor, mobil sudah ditahan dengan ban tapi tetap bergerak dan masih api menyala, tuturnya.

Masih dijelaskan Habib Muchsin, massa yang berada dekat mobil terbakar itu berusaha memadamkannya dengan menyiramkan menggunakan air dan ada pula dengan pasir.

Setelah api sedikit reda, mereka mendekati mobil yang terbakar. Namun di dalam mobil ada tiga orang yang keluar.

“Anehnya orang yang keluar dari mobil malah melarikan diri ke arah Pancoran. Kalau terbakar mereka seharusnya mendekati dan minta tolong, bukan lari,” katanya.

Habib Muchsin pun mengaku pihaknya menemukan empat jerigen berisi bensin di kolong mobil tersebut.

Sedangkan pada dua mobil lainnya yakni Toyota Kijang Grand dengan nomor polisi B 1552 AH dan Toyota Kijang bernopol B 7208 EQ yang ada di juga ditemuka sekitar lima jerigen bensin.

“Polisi baru tiba jam tiga subuh, dan api sudah padam,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...