Rabu, 26 Juli 2017 | 03.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Penyuap Handang Soekarno Divonis Tiga Tahun Penjara

Penyuap Handang Soekarno Divonis Tiga Tahun Penjara

Reporter : Fadilah | Senin, 17 April 2017 - 13:26 WIB

IMG-22034

Ramapanicker Rajamohanan Nair menangis saat membacakan nota pembelaan. (Ist)

Jakarta, kini.co.idCountry Director PT EK Prima Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair divonis tiga tahun penjara karena terbukti menyuap pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Handang Soekarno, untuk menyelesaikan persoalan pajak yang dihadapi perusahaannya.

“Mengadili, Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkkan melanggar tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan pertama,” ujar Ketua Majelis Hakim, Jhon Halasan Butar Butar, saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (17/4).

Mohan ini juga diganjar denda Rp200 juta. Bila tidak mampu membayar, hukumannya ditambah kurungan selama lima bulan.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut terdakwa divonis pidana penjara empat tahun dan denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.

Sesuai dakwaan pertama, Rajamohanan didakwa memberikan uang suap kepada Handang Soekarno sebanyak US$ 148.500 atau setara dengan Rp 1,9 miliar.

Suap diberikan agar Handang selaku pejabat di Ditjen Pajak, membantu mempercepat penyelesaian permasalahan pajak yang dihadapi PT EKP.

Sejumlah persoalan itu yakni, pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi), surat tagihan pajak dan pertambahan nilai (STP PPN), masalah penolakan pengampunan pajak (tax amnesty), pencabutan pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) dan pemeriksaan bukti permulaan pada Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Kalibata dan Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus.

Hakim menilai, Rajamohanan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Mohan dijatuhi hukuman lebih ringan karena Majelis Hakim menganggap Mohan telah berterus terang mengakui perbuatannya, selain itu Mohan berlaku sopan dan belum pernah dihukum oleh pengadilan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...