Rabu, 26 Juli 2017 | 03.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kapolri Rombak Lima Kapolda, Boy Rafli Jadi Kapolda Papua

Kapolri Rombak Lima Kapolda, Boy Rafli Jadi Kapolda Papua

Reporter : Rakisa | Selasa, 18 April 2017 - 20:37 WIB

IMG-22075

Irjen Boy Rafli. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Markas Besar Polri kembali melakukan merotasi jajaran perwiranya, Selasa (18/4). Beberapa posisi strategis di tubuh korps coklat ini mengalami perombakan mulai dari perwira tinggi dan perwira menengah.

Dalam salinan Surat Telegram ST/1034/VI/2017 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Arief Sulistyanto mewakili Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tertanggal 18 April 2017 sebanyak 127 perwira tinggi dan menengah Polri yang dirombak.

Salah satunya jabatan strategis yang dirombak adalah Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar diangkat menjadi Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol Paulus Waterpau.

Sementara jabatan lama Boy digantikan oleh Irjen Setyo Wasisto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakabaintelkam.

Selain itu, sejumlah Kapolda juga mengalami pergeseran yakni Brigjen Yazid Fanani yang sebelumnya menjabat Kapolda Jambi, dimutasi ke Badan Intelijen Negara (BIN), jabatan yang ditinggalkan Yazid diisi oleh Brigjen Priyo Widyanto yang sebelumnya Kepala Biro Binkar SSDM Polri.

Selanjutnya Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Musyafak ditunjuk menjadi Wakalemdiklat menggantikan Irjen I Ketut Untung Yoga Ana yang ditugaskan di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Untuk posisi Kapolda Kalbar diisi oleh Brigjen Erwin Triwanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Sedangkan posisi yang ditinggalkan Erwin, diisi oleh Brigjen Rachmat Mulyana.

Kabag Penum Mabes Polri, Komisaris Martinus Sitompul mengatakan mutasi tersebut sebagai bagian dari pembinaan serta penyegaran ditubuh Polri.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...