Selasa, 24 April 2018 | 00.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Lieus Mengaku Heran dengan Hukum di Indonesia

Lieus Mengaku Heran dengan Hukum di Indonesia

Rabu, 19 April 2017 - 00:47 WIB

IMG-22077

Ketua Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma mengaku heran ada orang yang seharusnya dihukum karena jelas melakukan pelanggaran namun hingga saat ini masih bebas berkeliaran.

Bahkan ada yang jelas tidak bersalah karena hanya ingin menyampaikan pendapatnya justru sebaliknya mendapatkan hukuman seperti yang dialami oleh para tersangka makar jilid 1 dan 2.

“Inilah hukum yang terjadi saat ini di Indonesia, hanya ingin menyampaikan pendapatnya dituduh makar. Begitu pula dengan yang nemimpa sosok Dahlan Iskan yang menghadapi proses hukum dengan kasus yang mengada-ada,” ujar Liues dalam acara bertajuk ‘Tumpeng Cinta untuk Dahlan’ di di Resto Tjikinii Lima, Jakarta, Selasa (18/4) malam.

Menurutnya apa yang dialami mantan Menteri BUMN itu bisa saja karena memang ‘dikerjain’ oleh penguasa saat ini.

Namun demikian, Lieus mengaku masih menaruh harapan besar kepada penegak hukum.

Pasalnya, penegak hukum ada yang masih mempunyai hati nurani. Seperti gugatan proyek reklamasi Teluk Jakarta yang dilakukan oleh nelayan di mana enam kasus dimenangkan oleh nelayan.

“Artinya masih ada harapan. Kalau saja hakim Pengadilan Tata Usaha Negara itu silau dengan uang, bisa saja nelayan dikalahkan. Begitu pula untuk kasus Dahlan Iskan, semoga masih ada hati nurani dari penegak hukum. Tapi jangan menjadikannya sebagai korban.”

“Maka dari itu, jika boleh memberikan saran sebaiknya agar posisi Jaksa Agung jangan lagi diisi oleh kader partai politik. Karena bisa kacau hukum di negeri ini,” tambahnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...