Selasa, 26 September 2017 | 18.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Lieus Mengaku Heran dengan Hukum di Indonesia

Lieus Mengaku Heran dengan Hukum di Indonesia

Rabu, 19 April 2017 - 00:47 WIB

IMG-22077

Ketua Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma mengaku heran ada orang yang seharusnya dihukum karena jelas melakukan pelanggaran namun hingga saat ini masih bebas berkeliaran.

Bahkan ada yang jelas tidak bersalah karena hanya ingin menyampaikan pendapatnya justru sebaliknya mendapatkan hukuman seperti yang dialami oleh para tersangka makar jilid 1 dan 2.

“Inilah hukum yang terjadi saat ini di Indonesia, hanya ingin menyampaikan pendapatnya dituduh makar. Begitu pula dengan yang nemimpa sosok Dahlan Iskan yang menghadapi proses hukum dengan kasus yang mengada-ada,” ujar Liues dalam acara bertajuk ‘Tumpeng Cinta untuk Dahlan’ di di Resto Tjikinii Lima, Jakarta, Selasa (18/4) malam.

Menurutnya apa yang dialami mantan Menteri BUMN itu bisa saja karena memang ‘dikerjain’ oleh penguasa saat ini.

Namun demikian, Lieus mengaku masih menaruh harapan besar kepada penegak hukum.

Pasalnya, penegak hukum ada yang masih mempunyai hati nurani. Seperti gugatan proyek reklamasi Teluk Jakarta yang dilakukan oleh nelayan di mana enam kasus dimenangkan oleh nelayan.

“Artinya masih ada harapan. Kalau saja hakim Pengadilan Tata Usaha Negara itu silau dengan uang, bisa saja nelayan dikalahkan. Begitu pula untuk kasus Dahlan Iskan, semoga masih ada hati nurani dari penegak hukum. Tapi jangan menjadikannya sebagai korban.”

“Maka dari itu, jika boleh memberikan saran sebaiknya agar posisi Jaksa Agung jangan lagi diisi oleh kader partai politik. Karena bisa kacau hukum di negeri ini,” tambahnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...