Selasa, 26 September 2017 | 01.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kapolri Sesalkan Asal Tembak Anggotanya Terhadap Satu Keluarga di Lubuklinggau

Kapolri Sesalkan Asal Tembak Anggotanya Terhadap Satu Keluarga di Lubuklinggau

Reporter : Rakisa | Rabu, 19 April 2017 - 19:01 WIB

IMG-22099

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyesalkan insiden aksi koboi anggota Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), yang memberondong mobil berisi satu keluarga yang menghindari razia, Selasa kemarin (18/4).

Menurut Tito, hal itu menandakan kemampuan diskresi anggota kepolisian sangat rendah dalam menindaklanjuti suatu perkara.

“Saya sangat menyesalkan peristiwa ini. Sebetulnya penting kemampuan diskresi kepolisian,” kata Tito kepada wartawan di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Rabu (19/4).

Menurut informasi yang diterimanya Tito mengatakan semula anggotanya bermaksud menghentikan laju kendaraan tersebut.

Namun, saat kendaraan distop, kendaraan nyaris menabrak anggota polisi. Kemudian anggota kepolisian tersebut menduga kendaraan berisi penumpang yang diduga terlibat tindak pidana yang selanjutnya menembaki kendaraan tersebut sebelum memeriksa kondisi penumpang di dalamnya.

Setelah memberondong mobil korban dengan peluru, polisi tidak mendapatkan kejahatan yang dilakukan korban. Sebaliknya, satu orang tidak bersalah menjadi korban penembakan.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan inilah sebetulnya pentingnya kemampuan diskresi kepolisian. Anggota harus mempunyai kemampuan menilai secara subjektif apa yang dihadapinya,” lanjut Tito.

Tito menjelaskan sebelum melakukan tindakan polisi harus mampu menilai secara subjektif kemudian baru melakukan tindakan yang tepat dalam rangka untuk menjaga keselamatan publik.

“Ini mungkin ada tindakan diskresi, kurang tepat. Saya belum bisa mengambil kesimpulan resmi karena ada pemeriksaan yang dilakukan Polda Sumsel yang disupervisi Mabes Polri,” lanjutnya.

Jika nanti tindakannya benar maka tentunya Polri tidak melakukan tindakan hukum ke yang bersangkutan tapi kalau seandainya anggota itu tidak tepat dalam menilai dan melakukan tindakan berlebihan maka akan dilakukan tindakan.

“Baik hukum secara internal maupun secara pidana. Pak Kapolda Sumsel sudah saya perintahkan untuk menetralisir situasi terutama dengan keluarga korban kemudian dengan masyarakat setempat,” sambungnya.

Tito berjanji beberapa waktu ke depan hasil pemeriksaan itu akan disampaikan ke masyarakat.

Seperti ramai diberitakan, sejumlah anggota polisi Polres Lubuk Linggau, Sumatera Selatan memberondong mobil berisi tujuh penumpang saat tengah melakukan razia, Selasa (18/4).

Polisi melepaskan tembakan setelah mobil tak kunjung berhenti walau sudah diberi tembakan peringatan. Akibatnya satu orang orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Korban tewas adalah Surini (54) dengan tiga luka tembak di dada.

Sedangkan, korban luka antara lain Dewi Erlina (40), luka tembak di bahu kiri atas, Novianti (30) tertembak di pundak kanan, Indra (33) tertembak di leher, dan Diki (30) tertembak di perut kiri. Sedangkan satu korban balita yakni Genta (2) mengalami luka-luka dan masih trauma.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 01:37 WIB

Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII

Setelah dicetuskan pada Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-19 di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (19/8) ...
Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 00:34 WIB

Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi

Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil truk pikap yang mencurigakan di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam. ...
Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik
Pendidikan - Selasa, 26 September 2017 - 00:06 WIB

Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung berpesan setelah selesai menimba ilmu di perguruan tinggi, keinginan para mahasiswa dan orang tua ...
Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad
Peristiwa - Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk ...
Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 23:16 WIB

Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito memberikan pandangannya terkait pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah ...
IKM perlu manfaatkan platform digital
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 22:31 WIB

IKM perlu manfaatkan platform digital

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital karena dari jumlah penduduk sebesar 250 juta lebih jiwa, sekitar 93,4 juta ...