Jumat, 21 Juli 2017 | 13.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Sidang Pembacaan Tuntutan: Massa Pro-Kontra Ahok Padati Area Sidang

Sidang Pembacaan Tuntutan: Massa Pro-Kontra Ahok Padati Area Sidang

Reporter : Fadilah | Kamis, 20 April 2017 - 12:10 WIB

IMG-22109

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di sidang ke-18 (Ant)

JAKARTA, kini.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara kembali menggelar sidang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, hari ini, Kamis, (20/4/2017).

Sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan itu agendanya adalah pembacaan tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum).

Sama seperti persidangan sebelumnya, proses peradilan perkara ini selalu diiringi aksi demontrasi dari luar area Kementerian Pertanian.

Massa yang berunjuk rasa berasal dari dua kelompok, yakni pro dan kontra Ahok. Namun, jumlah massa yang berunjuk rasa di luar arena persidangan kali ini terlihat lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Hingga pukul 11.30 WIB, massa demonstran kontra-Ahok terlihat hanya memenuhi satu sisi Jalan RM Harsono. Jumlah itu lebih sedikit ketimbang sidang-sidang sebelumnya.

Kubu yang kontra Ahok, meminta Ahok dituntut maksimal. Mereka juga meminta Ahok dituntut maksimal, massa itu juga meminta ada hukuman penjara yang menyusul.

“Jangan hanya dituntut tapi dipenjarakan,” kata orator massa kontra Ahok.

Sedangkan kubu pendukung Ahok yang tampak masih mengenakan baju kotak-kotak meminta agar Ahok dibebaskan. Mereka juga memperlihatkan kertas berisi kalimat permintaan kepada Ahok. “Dampak Politik Sara: Tidak mensolatkan jenazah, rumah dibakar, diusir kontrakan, anak kecil ditakut-takutin, merusak kerukunan. normalkan kembali Pak !” tertulis dalam permintaan kubu pro Ahok.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...