Jumat, 21 Juli 2017 | 13.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>FPR Desak Hentikan Kerjasama Kemitraan Strategis dengan Amerika

FPR Desak Hentikan Kerjasama Kemitraan Strategis dengan Amerika

Kamis, 20 April 2017 - 12:29 WIB

IMG-22112

Aksi FPR menolak kedatangan Wapres AS, Mike Pence (Ali)

Jakarta, kini.co.id – Front Perjuangan Rakyat (FPR), menolak kedatangan Wakil Presiden AS, Mike Pence ke Indonesia pada 19-20 April 2017, karena dinilai merupakan usaha imperialis AS untuk semakin mengokohkan dominasi dan kontrolnya terhadap Indonesia serta regional Asia Pasifik.

Pertemuan Mike Pence dengan Presiden Jokowi dalam membahas kelanjutan Kemitraan Strategis AS-Indonesia (yang pernah ditandatangani di tahun 2015) hanya bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negeri yang harus patuh terhadap dikte ekonomi, politik, dan keamanan imperialis AS.

Selain menolak kedatangan Mike Pence, FPR juga mendesak Pemerintah agara menghentikan kelanjutan kerjasama komprehensif strategis (Kemitraan Strategis) antara AS Indonesia yang khianat terhadap rakyat Indonesia.

“Hentikan campur tangan dan intervensi militer AS di Suriah serta provokasi perang imperialis AS terhadap rakyat Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK),” ujar Koordinator FPR, Rudi HB Daman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/4).

Ditambahkannya, pihaknya meminta agar AS menghentikan seluruh agresi, intervensi, dan provokasi perang imperialisnya terhadap negeri-negeri yang mempertahankan kedaulatan negerinya.

“Kami juga mendukung perjuangan buruh dan rakyat Amerika Serikat menentang kebijakan neo-fasisme, anti orang asing, rasis, Islam Phobia oleh Donad Trump, serta mendukung seluruh perjuangan rakyat tertindas dunia menentang agresi dan intervensi AS,”

“Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia bersatu dalam perjuangan Anti-Imperialis AS tanpa henti dan seluruh kebijakan pemerintah (ekonomi, politik, kebudayaan, dan keamanan) yang merupakan implementasi skema neo-liberal dan neo-fasis imperialis Amerika Serikat yang ingin mengokohkan dominasi dan kontrolnya terhadap rakyat Indonesia,” tambahnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...