Senin, 24 Juli 2017 | 03.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Nusantara Mengaji Sasar Puluhan Ribuan Warga Binaan se Indonesia

Nusantara Mengaji Sasar Puluhan Ribuan Warga Binaan se Indonesia

Kamis, 20 April 2017 - 14:14 WIB

IMG-22120

Menkum dan HAM, Yasona didampingi Inisiator Nusantara Mengaji di Rutan Kelas 1 Cipinang membuka khataman bagi warga binaan se Indonesia (Humas Ditjen Pemasyarakatakan)

Jakarta, kini.co.id – Dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-53, Kementrian Hukum dan HAM, menggelar acara Nusantara Mengaji khataman Al quran dengan melibatkan seluruh warga binaan lapas dan rumah tahanan di seluruh Indonesia secara serentak.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly yang membuka acara di Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur didampingi inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar atau biasa Cak Imin beserta elit politisi dan menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap kegiatan ini dapat menjadi titik balik bagi para narapidana untuk menyesali dan menyadari serta bersedia memperbaiki diri. Selain itu berjanji untuk tidak mengulangi kembali tindak pidana yang pernah dilakukan.

“Marilah kita menggerakkan hati dan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana introspeksi diri, serta momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan selalu berdoa,” ujar Laoly dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/4).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan K. Dusak menegaskan acara Khataman Al-Quran itu merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan kepribadian bagi narapidana yang beragama Islam.

“Ini adalah implementasi revolusi mental sesuai Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 bagi narapidana beragama Islam untuk menjadi manusia seutuhnya dan lebih mendekatkan diri pada Allah, sekaligus memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW,” kata Dusak.

Dikatakananya, saat kegiatan mengaji berlangsung, setiap lapas, rutan, dan LPKA membentuk kelompok sebanyak 120 orang narapidana yang berperan sebagai pembaca utama untuk menyelesaikan 30 juz Al-Quran minimal satu kali, sedangkan narapidana lainnya masing-masing menyelesaikan pembacaan Al-Quran satu kali.

“Semoga dengan kegiatan ini para narapidana dapat lebih memaknai hidup, selanjutnya memperdalam kajian-kajian tentang kitab suci Al-Quran dan ilmu agama Islam untuk menjadi muslim yang sejati,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertahankan Setya Novanto Disesalkan
Politik - Senin, 24 Juli 2017 - 01:59 WIB

Pertahankan Setya Novanto Disesalkan

Sejumlah kader muda internal Partai Golongan Kaarya (Golkar) menyayangkan sikap dewan pakar partai yang masih tetap mempertahankan Setya Novanto sebagai ...
Cak Imin: Reshuffle Hak Presiden, PKB  Tak Ikut -Ikutan
Politik - Senin, 24 Juli 2017 - 00:30 WIB

Cak Imin: Reshuffle Hak Presiden, PKB Tak Ikut -Ikutan

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyebutkan perombakan kabinet atau 'reshuffle' merupakan hak prerogatif dari Presiden, untuk ia partainya tidak ...
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...