Selasa, 26 September 2017 | 01.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Menanti Janji Anies Menutup ‘Surga Dunia’ Lantai Tujuh

Menanti Janji Anies Menutup ‘Surga Dunia’ Lantai Tujuh

Reporter : Rakisa | Kamis, 20 April 2017 - 17:44 WIB

IMG-22129

Hotel Alexis (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Janji pasangan Anies-Sandi untuk menutup ‘Surga Dunia’ Lantai Tujuh atau tempat hiburan malam Alexis jika memegang kuasa di Jakarta saat ini ramai diperbincangkan netizen.

Anies saat kampanye lalu mengatakan, tempat yang dikenal dengan spesialisasi penyedia pekerja seks dari mancanegara itu selama ini selalu lolos karena pembuat aturannya hanya diam.

Keberadaan bisnis esek-esek kelas kakap di Hotel Alexis juga sempat disindir dalam Debat Perdana KPU DKI Jakarta di Hotel Bidakara, 13 Januari silam.

Hotel tersebut jadi perdebatan karena saat kepemimpinan Ahok di Jakarta dianggap membiarkan.

Dalam debat tersebut, Ahok diserang tentang penggusuran yang dilakukan olehnya selama jabat Ibu Kota. Tidak cuma Anies, Agus juga serang Ahok soal penggusuran.

Hotel Alexis disindir oleh pasangan nomor urut tiga Anies dan Sandi. Menurutnya Ahok hanya berani menggusur rakyat. Tapi jika melawan korporasi besar dunia prostitusi Ahok tidak berkutik.

“Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan Alexis, lemah,” kata Anies saat debat di Hotel Bidakara, Jakarta silam.

Alexis jadi ajang kampanye oleh Anies. Dia janji akan menggusur Prostitusi tersebut.

Alexis pun dibuat menjadi ajang kampanye oleh Anies. Dia berjanji akan memberantas prostitusi di hotel mewah, termasuk Alexis jika terpilih jadi orang nomor 1 di DKI.

“Kita akan tegas,” terang Anies.

Ahok hanya senyum saat disindir soal Alexis. Dia lebih bangga jika telah menutup diskotek sekelas Stadium di Kota karena sudah ada pengunjung yang tewas akibat narkoba.

“Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? Ada, prostitusi artis di mana? di hotel. Di Alexis itu lantai 7 nya surga dunia loh (prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai 7,” kata Ahok di Balaikota Jakarta setahun silam.

Ahok beralasan tidak mudah mendapatkan bukti otentik adanya praktik prostitusi berkedok hotel berbintang itu.

Ahok berkilah bahwa di apartemen Kalibata City juga ada. Dia sempat menantang, jika ada pihak yang rela menyusup dan memfoto adanya praktik prostitusi di tempat-tempat mewah di Jakarta, dia akan menjadikannya dasar untuk melakukan tindakan.

Akan tetapi, meskipun benar-benar ada hotel yang terbukti menjalankan pratik prostitusi, Ahok tidak mau langsung menutup bisnis mereka.

“Saya katakan saya enggak pernah mau tutup karena ada prostitusi, seperti di apartemen, hotel. Ketangkap tidak yang kemarin artis di hotel. Ketangkap toh? Kalau begitu mesti tutup hotelnya tidak? Tidak bisa,” kata Ahok saat itu.

Saat disindir seterunya, Abraham Lunggana atau Haji Lulung, bahwa gubernur tak adil terhadap Alexis (padahal Kalijodo digusur), Ahok menjawab dengan percaya diri bahwa penutupan tidak mungkin.

“Itu nggak mungkin bisa! Nggak usah hotel deh, emang kamu kira rumah nggak ada perzinahan? Kan terbukti itu hotel-hotel mewah. Nah itu kita nggak mau tanggung,” tambah Ahok.

Komisi III DPR RI pada Februari 2016 silam sempat menindaklanjuti ramainya soal Alexis dengan melakukan sidak, dengan dasar dugaan perdagangan orang. Beberapa legislator fokus pada para pekerja asing yang mengumpulkan rupiah di sana.

Namun kesimpulan dari inspeksi panitia kerja penegakan hukum DPR tersebut adalah hanya WNA terapis di Hotel Alexis itu telah memegang surat bekerja dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan kata lain,  tidak ada masalah dengan bule-bule yang lalu lalang di tempat hiburan di hotel bintang tiga itu.

Kesimpulannya DPR sampai saat ini menyatakan legalitas bisnis hiburan kelas kakap itu tidak ada yang melanggar peraturan yang berlaku.

Nah akankah pasangan Anies-Sandi setelah nanti resmi dinyatakan menang oleh KPUD DKI Jakarta dan dilantik mampu menunaikan janjinya menutup surga dunia lantai tujuh hotel alexis yang jujur saja dinikmati kalangan atas.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 01:37 WIB

Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII

Setelah dicetuskan pada Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-19 di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (19/8) ...
Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 00:34 WIB

Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi

Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil truk pikap yang mencurigakan di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam. ...
Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik
Pendidikan - Selasa, 26 September 2017 - 00:06 WIB

Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung berpesan setelah selesai menimba ilmu di perguruan tinggi, keinginan para mahasiswa dan orang tua ...
Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad
Peristiwa - Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk ...
Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 23:16 WIB

Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito memberikan pandangannya terkait pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah ...
IKM perlu manfaatkan platform digital
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 22:31 WIB

IKM perlu manfaatkan platform digital

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital karena dari jumlah penduduk sebesar 250 juta lebih jiwa, sekitar 93,4 juta ...