Jumat, 24 November 2017 | 10.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Reporter : Rakisa | Kamis, 20 April 2017 - 22:45 WIB

IMG-22142

Harits Abu Ulya. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pilkada DKI Jakarta putaran dua telah usai, dimana pasangan Ahok-Djarot tumbang oleh pasangan Anies-Sandi. Namun dinamika politik terus bergerak mencari keseimbangan efek tarik ulur beragam kepentingan.

Direktur CIIA [The Community Of Ideological Islamic Analyst], Ustadz Harits Abu Ulya mengatakan sadar atau tidak, dibalik itu semua umat Islam masih dihadapkan kepada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Karena fakta aktual “Ahok Gate” telah melahirkan efek yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi.

Paling tidak ada, kata Harits ada empat efek yang menjadi pekerjaan rumah tersebut. Yakni, pertama ada indikasi kuat terjadinya kriminalisasi para tokoh dan ulama yang posisinya bersebrangan dengan Ahok dan pemilik kepentingan dibelakangnya.

“Tidak menutup kemungkinan nafsu mengkriminalisasi akan terus bergulir paska keoknya Ahok,” terang Harits, Kamis (20/4) malam.

Disebutkannya, publik menyaksikan beberapa waktu lalu beragam tuduhan tindak pidana diarahkan.

Bahkan pasal makar juga di obral, hingga saat ini Sekjen FUI KH M Al Khattath masih di tahanan Mako Brimob dengan tuduhan makar.Ini harus menjadi perhatian semua pihak.

“Sadar atau tidak, sejatinya penggunaan pasal makar untuk membungkam person atau kelompok kritis akan menjadi preseden buruk bagi rezim Jokowi di era demokrasi yang diadopsinya,” paparnya.

Kedua, lanjut Harits saat ini buku rekening tabungan umat Islam terkait aksi 212 dengan saldo sekitar 3 miliar rupiah masih ditangan Polisi.

Haris mengingatkan uang itu merupakan dana infaq sodaqoh umat Islam. Bukan duit haram, bukan harta hasil korupsi, bukan juga hasil jual beli dan makelar kasus atau jabatan. Bahkan bukan harta sogokan dari para Taipan. Itu harta umat dan untuk kepentingan umat. Sangat tidak elok jika tidak segera dikembalikan.

Ketiga, masih kata Haris diluar beragam kasus dugaan korupsi Ahok, umat Islam perlu terus mengawal sidang Ahok terdakwa penistaan agama.

“Umat Islam butuh keadilan di peradilan yang fair, dan umat berharap lahirnya putusan yang memenuhi rasa keadilan,” tegasnya.

Terakhir, umat patut mengabaikan opini-opini yang tendensius dan cenderung mendiskriditkan bahwa kemenangan Anis-Sandi sebagai simbol kemenangan kelompok intoleransi.

“Opini tersebut sengaja dihembuskan karena bentuk kekecewaan dan paradigma Islamphobia yang melandasinya. Niscaya upaya-upaya untuk menyudutkan Islam dan umatnya akan terus berjalan bahkan sistemik. Namun umat Islam harus fokus meningkatkan diri menjadi muslim yang berintegritas apapun posisinya. Dengan begitu akan bermanfaat untuk dirinya dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polisi Ungkap Penyebab Benjolnya Kepala Setnov Saat Insiden Tiang Listrik
Hukum - Jumat, 24 November 2017 - 09:54 WIB

Polisi Ungkap Penyebab Benjolnya Kepala Setnov Saat Insiden Tiang Listrik

Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI, Setya Novanto terkait kecelakaan menabrak tiang listrik beberapa waktu lalu.Dalam pemeriksaan ...
Kondisi Mulai Kondusif, 806 Pengungsi Papua Bakal Dipulangkan
Peristiwa - Jumat, 24 November 2017 - 09:21 WIB

Kondisi Mulai Kondusif, 806 Pengungsi Papua Bakal Dipulangkan

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menilai suasana setelah insiden Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah mulai kondusif.Untuk itu, 806 ...
Horas! 30 Raja Manortor di Horja Godang Kahiyang-Bobby
Peristiwa - Jumat, 24 November 2017 - 09:09 WIB

Horas! 30 Raja Manortor di Horja Godang Kahiyang-Bobby

Acara ngunduh mantu anak Presiden Jokowi digelar hari ini, Jumat (24/11/2017).Tabuhan gordang sambilan pun mulai terdengar tanda dimulainya prosesi manyantani ...
Dirjen Dukcapil: Daerah bisa beli printer sendiri jika ingin cepat cetak e-KTP
Peristiwa - Kamis, 23 November 2017 - 22:44 WIB

Dirjen Dukcapil: Daerah bisa beli printer sendiri jika ingin cepat cetak e-KTP

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah mengatakan pihaknya fokus mengerjakan tiga hal ...
Setnov dicecar 21 pertanyaan terkait kecelakaan tabrak tiang listrik
Peristiwa - Kamis, 23 November 2017 - 22:16 WIB

Setnov dicecar 21 pertanyaan terkait kecelakaan tabrak tiang listrik

Penyidik Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polda Metro Jaya memeriksa Setya Novanto selama kurang lebih dua jam.Setya Novanto diperiksa sebagai saksi ...
Kemenperin perdalam struktur industri farmasi nasional
Ekonomi - Kamis, 23 November 2017 - 19:33 WIB

Kemenperin perdalam struktur industri farmasi nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya ...