Senin, 24 April 2017 | 22.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Reporter : Rakisa | Kamis, 20 April 2017 - 22:45 WIB

IMG-22142

Harits Abu Ulya. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pilkada DKI Jakarta putaran dua telah usai, dimana pasangan Ahok-Djarot tumbang oleh pasangan Anies-Sandi. Namun dinamika politik terus bergerak mencari keseimbangan efek tarik ulur beragam kepentingan.

Direktur CIIA [The Community Of Ideological Islamic Analyst], Ustadz Harits Abu Ulya mengatakan sadar atau tidak, dibalik itu semua umat Islam masih dihadapkan kepada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Karena fakta aktual “Ahok Gate” telah melahirkan efek yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi.

Paling tidak ada, kata Harits ada empat efek yang menjadi pekerjaan rumah tersebut. Yakni, pertama ada indikasi kuat terjadinya kriminalisasi para tokoh dan ulama yang posisinya bersebrangan dengan Ahok dan pemilik kepentingan dibelakangnya.

“Tidak menutup kemungkinan nafsu mengkriminalisasi akan terus bergulir paska keoknya Ahok,” terang Harits, Kamis (20/4) malam.

Disebutkannya, publik menyaksikan beberapa waktu lalu beragam tuduhan tindak pidana diarahkan.

Bahkan pasal makar juga di obral, hingga saat ini Sekjen FUI KH M Al Khattath masih di tahanan Mako Brimob dengan tuduhan makar.Ini harus menjadi perhatian semua pihak.

“Sadar atau tidak, sejatinya penggunaan pasal makar untuk membungkam person atau kelompok kritis akan menjadi preseden buruk bagi rezim Jokowi di era demokrasi yang diadopsinya,” paparnya.

Kedua, lanjut Harits saat ini buku rekening tabungan umat Islam terkait aksi 212 dengan saldo sekitar 3 miliar rupiah masih ditangan Polisi.

Haris mengingatkan uang itu merupakan dana infaq sodaqoh umat Islam. Bukan duit haram, bukan harta hasil korupsi, bukan juga hasil jual beli dan makelar kasus atau jabatan. Bahkan bukan harta sogokan dari para Taipan. Itu harta umat dan untuk kepentingan umat. Sangat tidak elok jika tidak segera dikembalikan.

Ketiga, masih kata Haris diluar beragam kasus dugaan korupsi Ahok, umat Islam perlu terus mengawal sidang Ahok terdakwa penistaan agama.

“Umat Islam butuh keadilan di peradilan yang fair, dan umat berharap lahirnya putusan yang memenuhi rasa keadilan,” tegasnya.

Terakhir, umat patut mengabaikan opini-opini yang tendensius dan cenderung mendiskriditkan bahwa kemenangan Anis-Sandi sebagai simbol kemenangan kelompok intoleransi.

“Opini tersebut sengaja dihembuskan karena bentuk kekecewaan dan paradigma Islamphobia yang melandasinya. Niscaya upaya-upaya untuk menyudutkan Islam dan umatnya akan terus berjalan bahkan sistemik. Namun umat Islam harus fokus meningkatkan diri menjadi muslim yang berintegritas apapun posisinya. Dengan begitu akan bermanfaat untuk dirinya dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini yang Dilakukan Dokter Terhadap Novel
Nasional - Senin, 24 April 2017 - 17:41 WIB

Ini yang Dilakukan Dokter Terhadap Novel

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan tim dokter yang menangani Novel Baswedan ada empat tindakan. Setelah penyidik ...
Ahok Akan Bacakan Pledoi Kasusnya
Hukum - Senin, 24 April 2017 - 13:42 WIB

Ahok Akan Bacakan Pledoi Kasusnya

Sidang lanjutan dugaan penistan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (25/4) dengan agenda nota pembelaan atau pledoi.Menurut ...
Pilkada Serentak Gelombang Ketiga 27 Juni 2018
Politik - Senin, 24 April 2017 - 12:53 WIB

Pilkada Serentak Gelombang Ketiga 27 Juni 2018

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak gelombang ke tiga diusulkan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah ...
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...