Senin, 24 Juli 2017 | 03.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Reporter : Rakisa | Kamis, 20 April 2017 - 22:45 WIB

IMG-22142

Harits Abu Ulya. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pilkada DKI Jakarta putaran dua telah usai, dimana pasangan Ahok-Djarot tumbang oleh pasangan Anies-Sandi. Namun dinamika politik terus bergerak mencari keseimbangan efek tarik ulur beragam kepentingan.

Direktur CIIA [The Community Of Ideological Islamic Analyst], Ustadz Harits Abu Ulya mengatakan sadar atau tidak, dibalik itu semua umat Islam masih dihadapkan kepada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Karena fakta aktual “Ahok Gate” telah melahirkan efek yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi.

Paling tidak ada, kata Harits ada empat efek yang menjadi pekerjaan rumah tersebut. Yakni, pertama ada indikasi kuat terjadinya kriminalisasi para tokoh dan ulama yang posisinya bersebrangan dengan Ahok dan pemilik kepentingan dibelakangnya.

“Tidak menutup kemungkinan nafsu mengkriminalisasi akan terus bergulir paska keoknya Ahok,” terang Harits, Kamis (20/4) malam.

Disebutkannya, publik menyaksikan beberapa waktu lalu beragam tuduhan tindak pidana diarahkan.

Bahkan pasal makar juga di obral, hingga saat ini Sekjen FUI KH M Al Khattath masih di tahanan Mako Brimob dengan tuduhan makar.Ini harus menjadi perhatian semua pihak.

“Sadar atau tidak, sejatinya penggunaan pasal makar untuk membungkam person atau kelompok kritis akan menjadi preseden buruk bagi rezim Jokowi di era demokrasi yang diadopsinya,” paparnya.

Kedua, lanjut Harits saat ini buku rekening tabungan umat Islam terkait aksi 212 dengan saldo sekitar 3 miliar rupiah masih ditangan Polisi.

Haris mengingatkan uang itu merupakan dana infaq sodaqoh umat Islam. Bukan duit haram, bukan harta hasil korupsi, bukan juga hasil jual beli dan makelar kasus atau jabatan. Bahkan bukan harta sogokan dari para Taipan. Itu harta umat dan untuk kepentingan umat. Sangat tidak elok jika tidak segera dikembalikan.

Ketiga, masih kata Haris diluar beragam kasus dugaan korupsi Ahok, umat Islam perlu terus mengawal sidang Ahok terdakwa penistaan agama.

“Umat Islam butuh keadilan di peradilan yang fair, dan umat berharap lahirnya putusan yang memenuhi rasa keadilan,” tegasnya.

Terakhir, umat patut mengabaikan opini-opini yang tendensius dan cenderung mendiskriditkan bahwa kemenangan Anis-Sandi sebagai simbol kemenangan kelompok intoleransi.

“Opini tersebut sengaja dihembuskan karena bentuk kekecewaan dan paradigma Islamphobia yang melandasinya. Niscaya upaya-upaya untuk menyudutkan Islam dan umatnya akan terus berjalan bahkan sistemik. Namun umat Islam harus fokus meningkatkan diri menjadi muslim yang berintegritas apapun posisinya. Dengan begitu akan bermanfaat untuk dirinya dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertahankan Setya Novanto Disesalkan
Politik - Senin, 24 Juli 2017 - 01:59 WIB

Pertahankan Setya Novanto Disesalkan

Sejumlah kader muda internal Partai Golongan Kaarya (Golkar) menyayangkan sikap dewan pakar partai yang masih tetap mempertahankan Setya Novanto sebagai ...
Cak Imin: Reshuffle Hak Presiden, PKB  Tak Ikut -Ikutan
Politik - Senin, 24 Juli 2017 - 00:30 WIB

Cak Imin: Reshuffle Hak Presiden, PKB Tak Ikut -Ikutan

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyebutkan perombakan kabinet atau 'reshuffle' merupakan hak prerogatif dari Presiden, untuk ia partainya tidak ...
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...