Minggu, 22 April 2018 | 11.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Reporter : Rakisa | Kamis, 20 April 2017 - 22:45 WIB

IMG-22142

Harits Abu Ulya. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pilkada DKI Jakarta putaran dua telah usai, dimana pasangan Ahok-Djarot tumbang oleh pasangan Anies-Sandi. Namun dinamika politik terus bergerak mencari keseimbangan efek tarik ulur beragam kepentingan.

Direktur CIIA [The Community Of Ideological Islamic Analyst], Ustadz Harits Abu Ulya mengatakan sadar atau tidak, dibalik itu semua umat Islam masih dihadapkan kepada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Karena fakta aktual “Ahok Gate” telah melahirkan efek yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi.

Paling tidak ada, kata Harits ada empat efek yang menjadi pekerjaan rumah tersebut. Yakni, pertama ada indikasi kuat terjadinya kriminalisasi para tokoh dan ulama yang posisinya bersebrangan dengan Ahok dan pemilik kepentingan dibelakangnya.

“Tidak menutup kemungkinan nafsu mengkriminalisasi akan terus bergulir paska keoknya Ahok,” terang Harits, Kamis (20/4) malam.

Disebutkannya, publik menyaksikan beberapa waktu lalu beragam tuduhan tindak pidana diarahkan.

Bahkan pasal makar juga di obral, hingga saat ini Sekjen FUI KH M Al Khattath masih di tahanan Mako Brimob dengan tuduhan makar.Ini harus menjadi perhatian semua pihak.

“Sadar atau tidak, sejatinya penggunaan pasal makar untuk membungkam person atau kelompok kritis akan menjadi preseden buruk bagi rezim Jokowi di era demokrasi yang diadopsinya,” paparnya.

Kedua, lanjut Harits saat ini buku rekening tabungan umat Islam terkait aksi 212 dengan saldo sekitar 3 miliar rupiah masih ditangan Polisi.

Haris mengingatkan uang itu merupakan dana infaq sodaqoh umat Islam. Bukan duit haram, bukan harta hasil korupsi, bukan juga hasil jual beli dan makelar kasus atau jabatan. Bahkan bukan harta sogokan dari para Taipan. Itu harta umat dan untuk kepentingan umat. Sangat tidak elok jika tidak segera dikembalikan.

Ketiga, masih kata Haris diluar beragam kasus dugaan korupsi Ahok, umat Islam perlu terus mengawal sidang Ahok terdakwa penistaan agama.

“Umat Islam butuh keadilan di peradilan yang fair, dan umat berharap lahirnya putusan yang memenuhi rasa keadilan,” tegasnya.

Terakhir, umat patut mengabaikan opini-opini yang tendensius dan cenderung mendiskriditkan bahwa kemenangan Anis-Sandi sebagai simbol kemenangan kelompok intoleransi.

“Opini tersebut sengaja dihembuskan karena bentuk kekecewaan dan paradigma Islamphobia yang melandasinya. Niscaya upaya-upaya untuk menyudutkan Islam dan umatnya akan terus berjalan bahkan sistemik. Namun umat Islam harus fokus meningkatkan diri menjadi muslim yang berintegritas apapun posisinya. Dengan begitu akan bermanfaat untuk dirinya dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...