Kamis, 22 Februari 2018 | 19.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Harits Abu Ulya Mengingkatkan Umat Islam Masih Ada “Ahok Effect” Paska Pilkada

Reporter : Rakisa | Kamis, 20 April 2017 - 22:45 WIB

IMG-22142

Harits Abu Ulya. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pilkada DKI Jakarta putaran dua telah usai, dimana pasangan Ahok-Djarot tumbang oleh pasangan Anies-Sandi. Namun dinamika politik terus bergerak mencari keseimbangan efek tarik ulur beragam kepentingan.

Direktur CIIA [The Community Of Ideological Islamic Analyst], Ustadz Harits Abu Ulya mengatakan sadar atau tidak, dibalik itu semua umat Islam masih dihadapkan kepada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Karena fakta aktual “Ahok Gate” telah melahirkan efek yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi.

Paling tidak ada, kata Harits ada empat efek yang menjadi pekerjaan rumah tersebut. Yakni, pertama ada indikasi kuat terjadinya kriminalisasi para tokoh dan ulama yang posisinya bersebrangan dengan Ahok dan pemilik kepentingan dibelakangnya.

“Tidak menutup kemungkinan nafsu mengkriminalisasi akan terus bergulir paska keoknya Ahok,” terang Harits, Kamis (20/4) malam.

Disebutkannya, publik menyaksikan beberapa waktu lalu beragam tuduhan tindak pidana diarahkan.

Bahkan pasal makar juga di obral, hingga saat ini Sekjen FUI KH M Al Khattath masih di tahanan Mako Brimob dengan tuduhan makar.Ini harus menjadi perhatian semua pihak.

“Sadar atau tidak, sejatinya penggunaan pasal makar untuk membungkam person atau kelompok kritis akan menjadi preseden buruk bagi rezim Jokowi di era demokrasi yang diadopsinya,” paparnya.

Kedua, lanjut Harits saat ini buku rekening tabungan umat Islam terkait aksi 212 dengan saldo sekitar 3 miliar rupiah masih ditangan Polisi.

Haris mengingatkan uang itu merupakan dana infaq sodaqoh umat Islam. Bukan duit haram, bukan harta hasil korupsi, bukan juga hasil jual beli dan makelar kasus atau jabatan. Bahkan bukan harta sogokan dari para Taipan. Itu harta umat dan untuk kepentingan umat. Sangat tidak elok jika tidak segera dikembalikan.

Ketiga, masih kata Haris diluar beragam kasus dugaan korupsi Ahok, umat Islam perlu terus mengawal sidang Ahok terdakwa penistaan agama.

“Umat Islam butuh keadilan di peradilan yang fair, dan umat berharap lahirnya putusan yang memenuhi rasa keadilan,” tegasnya.

Terakhir, umat patut mengabaikan opini-opini yang tendensius dan cenderung mendiskriditkan bahwa kemenangan Anis-Sandi sebagai simbol kemenangan kelompok intoleransi.

“Opini tersebut sengaja dihembuskan karena bentuk kekecewaan dan paradigma Islamphobia yang melandasinya. Niscaya upaya-upaya untuk menyudutkan Islam dan umatnya akan terus berjalan bahkan sistemik. Namun umat Islam harus fokus meningkatkan diri menjadi muslim yang berintegritas apapun posisinya. Dengan begitu akan bermanfaat untuk dirinya dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...
Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:56 WIB

Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi

Ratusan warga Selandi Lama, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar radius 4 Kilometer dari puncak Gunung Sinabung ...
Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:49 WIB

Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan simpati yang diberikan oleh masyarakat ...
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...