Jumat, 21 Juli 2017 | 13.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Anies Curhat Maju Pilgub Didorong Keponakan Jusuf Kalla

Anies Curhat Maju Pilgub Didorong Keponakan Jusuf Kalla

Reporter : Rakisa | Jumat, 21 April 2017 - 15:45 WIB

IMG-22152

Anies Baswedan. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta yang unggul versi hitung cepat dan rekap C1 KPU, Anies Baswedan mengakui sosok penting dalam perjalanan mengantarkan dirinya maju menantang petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI 2017.

Anies menceritakan awalnya mengaku sama sekali tidak ada rencana untuk mendaftar sebagai Cagub DKI. Apalagi, saat itu, Anies diundang pada konferensi pendidikan tingkat global 10 hari menjelang Idul Adha.

Namun, karena kondisi kesehatan terganggu mengidap sakit demam berdarah (DBD). Sehingga, dirinya dirawat di Rumah Sakit Mayapada. Akhirnya pikiran untuk maju di Pilgub itu diputuskan.

“Saya sakit karena nyamuk Aedes Aegypti dirawat di rumah sakit dan dokter menganjurkan untuk tidak jpergi. Ternyata, nyamuk sekecil itu mengubah jalan hidup seseorang,” curhat Anies saat menghadiri “Tasyakuran Kemenangan Anis-Sandi” di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4) malam tadi.

Anies juga menceritakan, sebelum dirawat di rumah sakit, ia didatangi seseorang dari Partai Golkar, yakni Erwin Aksa yang merupakan keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Erwin Aksa sengaja diutus untuk menawarkan Anies maju sebagai Cagub DKI dari koalisi partai Gerindra dan PKS.

Dukungan juga datang dari sebagian anggota fraksi Partai Golkar. Termasuk Aburizal Bakrie (ARB) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri tepatnya beberapa pekan jelang pendaftaran paslon di Pilgub DKI di KPU.

Saat itu, Anies mengaku baru sebulan diistirahatkan dari Kementrian Pendikan dan Kebudayaan. Erwin Aksa, kata Anies menyampaikan bahwa sejumlah tokoh nasional ingin agar ia maju sebagai cagub DKI Jakarta.

“Sebulan setelah jadi penggangguran, saat masa tugas sebagai menteri berakhir, saya diajak Pak Aksa makan di restoran Jepang. Beliau tanya soal (tawaran jadi) Cagub DKI. Saya sendiri, belum pernah bayangkan dan rencanakan untuk nyagub. Jadi, ijin minta waktu seminggu saat itu,” ujarnya.

Seminggu berlalu, Anies akhirnya jatuh sakit. Sehingga, keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu terpaksa menagih janji Anies di rumah sakit.

“Saya masih diinfus, saat Pak Aksa datang meminta kepastian. Saya pikir Pak Aksa lupa. Ternyata ingat dan ditagih. Lalu, saya tegaskan. Jika memang diamanati saya akan jalani. Tapi jika saya yang harus minta, saya tidak mau,” tambahnya.

Beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit, Anies kemudian mempertimbangkan tawaran maju Pilgub dari Erwin Aksa. Bahkan, Anies sempat meminta restu dari ibunya Aliyah Rasyid Baswedan.

“Pesan Ibu, jika memang ini panggilan dari umat, jalankan. Tapi, kalau kamu cuma ingin (jadi Gubernur), sebaiknya tidak usah,” ungkapnya.

Akhirnya, Anies pun bersedia menemui sejumlah petinggi partai Gerindra dan PKS. Termasuk, melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 21 September 2016. Tepatnya, dua hari menjelang batas akhir pendaftaran paslon gubernur DKI.

Anies juga mengatakan sempat menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Namun saat itu PAN masih bimbang, akan berkoalisi ke Demokrat di kubu oposisi atau dengan Gerindra-PKS.

Tepat satu hari menjelang batas akhir pendaftaran, Anies kembali melakukan pertemuan dengan Prabowo dan Sandiaga Uno.

Sandiaga, saat itu yang digadang-gadang sebagai Cagub, mengalah dan legowo jadi Cawagub Anies.

Resmi maju berpasangan dengan Sandi, Anies tetap dikawal Erwin Aksa sebagai tim pemenangan. Aksa juga bukan orang baru bagi Sandiaga Uno. Sebagai sesama pengusaha, keduanya memang sudah lama berhubungan.

Terkait peran besar sosok Erwin Aksa yang juga Bos Bosowo Grup, mantan calon Ketua Umum PSSI beberapa waktu lalu itu juga disinggung Ketua Umum Partai Gerinda, Prabowo Subianto. Prabowo secara terus terang mengakui peran Erwin Aksa.

“Kalau enggak ada dia (Erwin Aksa) repot kita,” kata Prabowo saat memperkenakan Aksa ke khalayak, Rabu (19/4) di DPP Partai Gerindra.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...