Rabu, 26 Juli 2017 | 03.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Menolak Forum Khilafah Internasional

Menolak Forum Khilafah Internasional

Reporter : Rakisa | Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

IMG-22160

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu elemen, yakni Gerakan Pemuda (GP) Anshor.

Sesuai rencana jadwal Forum Khilafah Internasional itu akan digelar di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan. Namun diduga karena ada penolakan dari GP Anshor DKI Jakarta tersebut, panitia mengalihkanya ke Aula Khadijah Masjid Adz-Dzikra, Sentul, Bogor.

Ketua PW GP Ansor DKI, Abdul Aziz, menegaskan, pihaknya menolak keras rencana kegiatan itu dan berjanji akan membubarkan acara bila aparat kepolisian tak bertindak.

“Bagi kami, HTI tidak boleh ada di bumi Indonesia karena tidak menerima Pancasila dan NKRI,” kata Abdul Aziz di Jakarta, Sabtu (22/4).

GP Ansor DKI Jakarta, kata Azis akan berada di depan untuk menolak dan membubarkan kegiatan HTI di wilayah Jakarta. Tak hanya GP Ansor DKI Jakarta, GP Ansor Kabupaten Bogor juga menolak kegiatan atau kampanye apapun yang mengatasnamakan serta menyebarkan gagasan Khilafah di Indonesia.

Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor, Kiai Abdullah Nawawi menegaskan, bahwa NKRI adalah Final dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

“Jangan sampai melukai jasa para ulama dan Pahlawan yang sudah mati-matian berjuang menegakkan NKRI dengan pengorbanan yang sangat banyak,” kata Kiai Abdullah dalam rilisnya, Sabtu (22/4).

Dijelaskannya komitmen dari awal dengan berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI beberapa waktu lalu, bahwa bagi GP Ansor Kabupaten Bogor NKRI adalah harga akhirat yang harus dipertanggungjawabkan di Akhirat nanti.

“Kami bukan anti dengan Islam, jangan samakan Islam dengan Khilafah. Ini Indonesia. Jika mereka mengatakan Demokasi ini salah karena tak sesuai dengan Al-Qur’an, maka salahkah semua Ulama yang ketika itu menyetujui berdirinya Negara ini dengan berasaskan kepada Pancasila?.”

Pihaknya berharap kepada DKM Masjid Az-Zikra agar membatalkan kegiatan tersebut dan meminta Polres Bogor untuk tidak memberikan ijin.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...