Selasa, 26 September 2017 | 18.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Usai Bacakan Pleiodi, Hasto Puji Ahok

Usai Bacakan Pleiodi, Hasto Puji Ahok

Reporter : Fadilah | Selasa, 25 April 2017 - 14:06 WIB

IMG-22178

Hasto Kristiyanto. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi) dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah selesai, Selasa, (25/4/2017).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto yang turut menyaksikan berjalannya sidang memberikan pujian. Sebab dinilainya, pleidoi Ahok tersebut ditulis berdasarkan kesungguhan.

“Pleidoi Pak Ahok diucapkan dengan sungguh-sungguh, dengan penuh kesadaran sebagai Warga Negara Indonesia, di mana setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama,” ujar Hasto di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Menurut Hasto, Ahok berhak menyampaikan seluruh perasaan, pemikiran-pemikiran tentang statusnya sebagai tersangka dan kemudian menjadi sebagai terdakwa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

Ia menambahkan, PDIP memberikan dukungan bagi seluruh tim penasihat hukum Ahok yang telah bekerja dengan sangat. Keras karena sejak awal pihaknya meyakini bahwa ada politisasi terkait persoalan tersebut.

“Kita semua sebagai bangsa tentu saja belajar dari peristiwa ini dan untuk menatap ke depan dengan lebih baik bahwa bangsa yang berdiri kokoh dengan prinsip Pancasila. Kita adalah negara hukum dan hukum harus ditegakkan di atas prinsip keadilan itu sendiri,” ujar Hasto.

Sebelumnya tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai suami dari Veronica Tan itu terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut surat Al-Maidah saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada (27/9/2016) lalu.

Penyebutan surat Al-Maidah tersebut dinilai oleh Jaksa dikaitkan Ahok dengan Pilkada DKI Jakarta.

Lebih jelasnya, kalimat Ahok yang dianggap menodai agama yakni ‘Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, tidak apa-apa’.

Atas perbuatannya itu, Ahok melanggar Pasal 156 KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...