Jumat, 26 Mei 2017 | 21.58 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Usai Bacakan Pleiodi, Hasto Puji Ahok

Usai Bacakan Pleiodi, Hasto Puji Ahok

Reporter : Fadilah | Selasa, 25 April 2017 - 14:06 WIB

IMG-22178

Hasto Kristiyanto. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi) dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah selesai, Selasa, (25/4/2017).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto yang turut menyaksikan berjalannya sidang memberikan pujian. Sebab dinilainya, pleidoi Ahok tersebut ditulis berdasarkan kesungguhan.

“Pleidoi Pak Ahok diucapkan dengan sungguh-sungguh, dengan penuh kesadaran sebagai Warga Negara Indonesia, di mana setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama,” ujar Hasto di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Menurut Hasto, Ahok berhak menyampaikan seluruh perasaan, pemikiran-pemikiran tentang statusnya sebagai tersangka dan kemudian menjadi sebagai terdakwa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

Ia menambahkan, PDIP memberikan dukungan bagi seluruh tim penasihat hukum Ahok yang telah bekerja dengan sangat. Keras karena sejak awal pihaknya meyakini bahwa ada politisasi terkait persoalan tersebut.

“Kita semua sebagai bangsa tentu saja belajar dari peristiwa ini dan untuk menatap ke depan dengan lebih baik bahwa bangsa yang berdiri kokoh dengan prinsip Pancasila. Kita adalah negara hukum dan hukum harus ditegakkan di atas prinsip keadilan itu sendiri,” ujar Hasto.

Sebelumnya tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai suami dari Veronica Tan itu terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut surat Al-Maidah saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada (27/9/2016) lalu.

Penyebutan surat Al-Maidah tersebut dinilai oleh Jaksa dikaitkan Ahok dengan Pilkada DKI Jakarta.

Lebih jelasnya, kalimat Ahok yang dianggap menodai agama yakni ‘Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, tidak apa-apa’.

Atas perbuatannya itu, Ahok melanggar Pasal 156 KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pesan Berantai Balas Dendam Gangster Dibantah Kapolres
Nasional - Jumat, 26 Mei 2017 - 21:57 WIB

Pesan Berantai Balas Dendam Gangster Dibantah Kapolres

Terkait pesan berantai aksi balas dendam Gangster di Bekasi mendapat tanggapan dari Kepala Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi ...
Masih Ada yang Jual Miras Jelang Ramadan
Nasional - Jumat, 26 Mei 2017 - 21:55 WIB

Masih Ada yang Jual Miras Jelang Ramadan

Memasuki bulan Ramadan, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi melakukan razia miras di sejumlah pedagang ...
Darul Anshor Poso Bantah Tak Kenal Solihin,Tapi..
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 19:41 WIB

Darul Anshor Poso Bantah Tak Kenal Solihin,Tapi..

Menanggapi pemberitaan yang beredar bahwa salah satu terduga pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (23/5) lalu adalah ...
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei
Nasional - Jumat, 26 Mei 2017 - 19:13 WIB

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei

Pemerintah resmi menetapkan awal puasa 1438 Hijriyah/2017 Masehi pada Sabtu, 27 Mei 2017, berdasaran hasil sidang isbat yang digelar di ...
Alumni 212 Minta Jaminan Keamanan Habib Rizieq dan Pembebasan Al-Khaththath
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 18:02 WIB

Alumni 212 Minta Jaminan Keamanan Habib Rizieq dan Pembebasan Al-Khaththath

Presidium alumni 212 meminta Pemerintahan Jokowi agar memberikan jaminan keamanan kepada Imam Besar FPI, Habib Rizieq dan keluarganya, dari segala ...
Anggota DPR Ini Ingatkan Serangan Teror Menyasar Asia
Politik - Jumat, 26 Mei 2017 - 15:43 WIB

Anggota DPR Ini Ingatkan Serangan Teror Menyasar Asia

Ledakan di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam lalu yang menewaskan tiga anggota polisi, dua orang pelaku ...