Senin, 20 November 2017 | 22.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kawal Reforma Agraria, Ratusan Petani Perkebunan Gelar Konferensi Nasional

Kawal Reforma Agraria, Ratusan Petani Perkebunan Gelar Konferensi Nasional

Selasa, 25 April 2017 - 15:14 WIB

Jakarta, kini.co.id – Organisasi-organisasi masyarakat yang aktif dalam mengadvokasi perkebunan bersama ratusan petani perkebunan akan menggelar kegiatan Konfrerensi Nasional Perkebunan Rakyat Indonesia dengan tema ‘Memperkuat Perkebunan Rakyat Menuju Perkebunan yang Lestari dan Berkeadilan Sosial’ yang akan digelar Rabu- Kamis (26-27/4) di Gedung Yayasan Tani Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih didampingi Inda Andi Fatinaware dari Sawit Wacth dalam keterangan persnya mengatakan Pemerintahan Jokowi saat ini tengah berupaya mencapai target program prioritas reforma agraria seluas 9 juta hektar untuk petani dan masyarakat tak bertanah.

Reforma Agraria yang ditujukan untuk mengatasi ketimpangan penguasaan tanah dan kesenjangan ekonomi yang masih terjadi sampai saat ini.

“Salah satu subyek dan obyek reforma agraria yang penting untuk disoroti adalah dikawasan perkebunan, “ ujar Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih.

Henry menegaskan, konferensi perkebunan rakyat Indonesia bertujuan antara lain menghasilkan platform bersama petani pekebun mandiri untuk direkomendasikan kepada eksekutif dan legislatif baik di pusat dan daerah.

“Dengan tujuan agar memajukan perkebunan rakyat yang lestari dan berkeadilan social, menjadikan petani pekebun mandiri sebagai subyek yang dapat mentransformasikan cara produksi, pasar, dan lembaga keuangan yang lestari dan berkeadilan social,” tegas Henry.

Selain itu tujuan lainnya, kata Henry adalah dalam memajukan hak-hak petani pekebun mandiri, perempuan dan buruh di perkebunan. Serta memperkuat dukungan organisasi masyarakat, akademisi, tokoh masyarakat dan kelembagaan negara kepada petani pekebun mandiri.

Sementara itu Panitia Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat Indonesia, Marselinus Andre menambahkan, dalam konferensi ini juga akan dibahas masalah-masalah strategis dari perkebunan Indonesia agar dapat disusun menjadi hal-hal pokok oleh petani perkebunan.

Sehingga dapat menjadi pedoman gerakan petani perkebunan untuk Perkebunan Indonesia yang lestari dan berkeadilan sosial.

“Isu lainnya yang dibahas terkait peran pemerintah, dukungan permodalan dan akses pasar untuk mendukung petani pekebun mandiri,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada sesi pertama yakni, Rabu (26/4), ratusan petani dari sejumlah daerah yang hadir akan merefleksikan posisi petani pekebun mandiri dalam tata kelola perkebunan nasional.

“Ada enam poin pokok pokok bahasan, yakni bgaimana struktur dan corak perkebunan Indonesia saat ini? Apa saja permasalahan yang dihadapi sektor perkebunan Indonesia? bagaimana upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menjawab permasalahan tersebut?; dan bagaimana hasilnya?,” paparnya.

Kemudian, bagaimana posisi tata kelola perkebunan nasional dalam sistem ekonomi yang dimandatkan oleh konstitusi?. Sejauhmana peraturan perundangan di sektor perkebunan mencerminkan mandat konstitusi?; bagaimana implementasinya.

“Selanjutnya bagaimana peran pemerintah, universitas, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat dalam memperkuat petani pekebun mandiri dan bagaimana posisi dan strategi yang harus dilakukan oleh petani pekebun mandiri agar sejahtera,” tambahnya.

Terakhir bagaimana masa depan perkebunan rakyat Indonesia dikaitkan dengan agenda reforma agrarian, pembangunan pedesaan, kedaulatan pangan dan pengembangan industry nasional.

Masih menurut Andre, selain tujuan, ada sejumlah resolusi yang akan dihasilkan dalam pelaksanaan konferensi tersbut, yakni pandangan terhadap perkebunan yang lestari dan berkeadilan sosial. Pemajuan dan pembelaan hak-hak petani pekebun mandiri. Pembaruan kebijakan petani pekebun mandiri.

“Dan pandangan dan sikap terhadap UU Perkebunan, RUU Perkelapasawitan dan ISPO. Serta Posisi petani pekebun mandiri dalam konteks pelaksanaan reforma agrarian dan perhutanan social,” tuturnya.

Terakhir kegiatan konferensi ini sendiri akan dihadiri perwakilan dari Kementerian/Lembaga Negara/swasta, serta rekan Non Goverment Organization (NGO) baik lokal maupun nasional.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...