Rabu, 26 Juli 2017 | 03.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kawal Reforma Agraria, Ratusan Petani Perkebunan Gelar Konferensi Nasional

Kawal Reforma Agraria, Ratusan Petani Perkebunan Gelar Konferensi Nasional

Selasa, 25 April 2017 - 15:14 WIB

Jakarta, kini.co.id – Organisasi-organisasi masyarakat yang aktif dalam mengadvokasi perkebunan bersama ratusan petani perkebunan akan menggelar kegiatan Konfrerensi Nasional Perkebunan Rakyat Indonesia dengan tema ‘Memperkuat Perkebunan Rakyat Menuju Perkebunan yang Lestari dan Berkeadilan Sosial’ yang akan digelar Rabu- Kamis (26-27/4) di Gedung Yayasan Tani Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih didampingi Inda Andi Fatinaware dari Sawit Wacth dalam keterangan persnya mengatakan Pemerintahan Jokowi saat ini tengah berupaya mencapai target program prioritas reforma agraria seluas 9 juta hektar untuk petani dan masyarakat tak bertanah.

Reforma Agraria yang ditujukan untuk mengatasi ketimpangan penguasaan tanah dan kesenjangan ekonomi yang masih terjadi sampai saat ini.

“Salah satu subyek dan obyek reforma agraria yang penting untuk disoroti adalah dikawasan perkebunan, “ ujar Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih.

Henry menegaskan, konferensi perkebunan rakyat Indonesia bertujuan antara lain menghasilkan platform bersama petani pekebun mandiri untuk direkomendasikan kepada eksekutif dan legislatif baik di pusat dan daerah.

“Dengan tujuan agar memajukan perkebunan rakyat yang lestari dan berkeadilan social, menjadikan petani pekebun mandiri sebagai subyek yang dapat mentransformasikan cara produksi, pasar, dan lembaga keuangan yang lestari dan berkeadilan social,” tegas Henry.

Selain itu tujuan lainnya, kata Henry adalah dalam memajukan hak-hak petani pekebun mandiri, perempuan dan buruh di perkebunan. Serta memperkuat dukungan organisasi masyarakat, akademisi, tokoh masyarakat dan kelembagaan negara kepada petani pekebun mandiri.

Sementara itu Panitia Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat Indonesia, Marselinus Andre menambahkan, dalam konferensi ini juga akan dibahas masalah-masalah strategis dari perkebunan Indonesia agar dapat disusun menjadi hal-hal pokok oleh petani perkebunan.

Sehingga dapat menjadi pedoman gerakan petani perkebunan untuk Perkebunan Indonesia yang lestari dan berkeadilan sosial.

“Isu lainnya yang dibahas terkait peran pemerintah, dukungan permodalan dan akses pasar untuk mendukung petani pekebun mandiri,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada sesi pertama yakni, Rabu (26/4), ratusan petani dari sejumlah daerah yang hadir akan merefleksikan posisi petani pekebun mandiri dalam tata kelola perkebunan nasional.

“Ada enam poin pokok pokok bahasan, yakni bgaimana struktur dan corak perkebunan Indonesia saat ini? Apa saja permasalahan yang dihadapi sektor perkebunan Indonesia? bagaimana upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menjawab permasalahan tersebut?; dan bagaimana hasilnya?,” paparnya.

Kemudian, bagaimana posisi tata kelola perkebunan nasional dalam sistem ekonomi yang dimandatkan oleh konstitusi?. Sejauhmana peraturan perundangan di sektor perkebunan mencerminkan mandat konstitusi?; bagaimana implementasinya.

“Selanjutnya bagaimana peran pemerintah, universitas, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat dalam memperkuat petani pekebun mandiri dan bagaimana posisi dan strategi yang harus dilakukan oleh petani pekebun mandiri agar sejahtera,” tambahnya.

Terakhir bagaimana masa depan perkebunan rakyat Indonesia dikaitkan dengan agenda reforma agrarian, pembangunan pedesaan, kedaulatan pangan dan pengembangan industry nasional.

Masih menurut Andre, selain tujuan, ada sejumlah resolusi yang akan dihasilkan dalam pelaksanaan konferensi tersbut, yakni pandangan terhadap perkebunan yang lestari dan berkeadilan sosial. Pemajuan dan pembelaan hak-hak petani pekebun mandiri. Pembaruan kebijakan petani pekebun mandiri.

“Dan pandangan dan sikap terhadap UU Perkebunan, RUU Perkelapasawitan dan ISPO. Serta Posisi petani pekebun mandiri dalam konteks pelaksanaan reforma agrarian dan perhutanan social,” tuturnya.

Terakhir kegiatan konferensi ini sendiri akan dihadiri perwakilan dari Kementerian/Lembaga Negara/swasta, serta rekan Non Goverment Organization (NGO) baik lokal maupun nasional.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...