Rabu, 26 Juli 2017 | 03.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ahok Langsung Hadapi Vonis 9 Mei

Ahok Langsung Hadapi Vonis 9 Mei

Reporter : Fadilah | Selasa, 25 April 2017 - 15:47 WIB

Jakarta, kini.co.id – Terdakwa perkara penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan langsung menghadapi putusan vonis oleh Majelis Hakim pada 9 Mei mendatang.

Jadwal tersebut diputuskan Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim pengacara Ahok sepakat tidak menggelar replik dan duplik yang harusnya dilaksanakan 2 Mei pekan depan.

“Sesuai dengan jadwal maka putusan akan kami ucapkan pada Selasa, 9 Mei 2017. Untuk itu diperintahkan saudara terdakwa untuk hadir dalam sidang tersebut,” ujar Dwiarso di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4). Tidak digelarnya replik duplik dikarenakan JPU langsung memberikan tanggapan usai Ahok dan tim pengacara membacakan nota pembelaan.

Dalam tanggapannya, Ketua JPU Ali Mukartono menyebutkan bahwa apa yang disampaikan tim pengacara dalam pledoinya tidak ada fakta terbaru yang disampaikan.

“Ada sebagian pengulangan di materi eksepsi yang sudah diputus majelis hakim,” ujar Ali.

Menurutnya, keputusan JPU untuk membacakan replik saat ini juga sebagai pengganti jadwal yang pernah mundur akibat ketidaksiapan pihaknya menyusun tuntutan dua pekan lalu.

“Maka untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu kami merasa apa yang kami sampaikan pada tuntutan sudah cukup. Pada prinsipnya kami tetap pada tuntutan sebagaimana surat tuntutan yang kami bacakan,” ungkap Ali.

Dalam perkara ini jaksa dalam tuntutannya menjerat Ahok dengan Pasal alternatif 156 KUHP, dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...