Selasa, 26 September 2017 | 18.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Reporter : Fadilah | Rabu, 26 April 2017 - 16:07 WIB

IMG-22214

Pedangdut Saipul Jamil. (kininews/fadillah)

JAKARTA, kini.co.id – Pedangdut Saipul Jamil melalui kuasa hukumnya yakni Tito Hananta Kusuma mengaku akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang telah dibacakan JPU KPK (Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi) kepadanya.

“Kami akan mengajukan eksepsi baik dari Saipul Jamil maupun tim kuasa hukum,” tutur Tito, di Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat.

Menurut Tito eksepsi diajukan lantaran kliennya merasa keberatan dengan isi dakwaan tersebut. Sebab ada banyak isi dakwaan jaksa yang dinilai tidak tepat.

Salah satunya adalah tuduhan jaksa yang seolah-olah mengarahkan bahwa berperan sebagai otak penyuapan.

Diketahui, Ipul didakwa bersama-sama dengan kakak kandungnya yakni Syamsul Hidayatullah dan dua pengacaranya Kasman Sangaji dan Berthanatalia Ruruk Kariman telah melakukan atau turut serta memberi atau menjanjikan sesuatu yakni uang Rp 250 juta kepada Ifa Sudewi.

Ifa Sudewi adalah hakim ketua majelis yang menyidangkan dan mengadili perkara pencabulan yang dilakukan oleh Saipul Jamil di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Adapun uang tersebut akan diberikan kepada Ifa melalui Panitera Pengganti Rohadi.

Adapun uang tersebut diberikan dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili agar memperoleh putusan pidana yang seringan-ringannya.

Atas perbuatannya itu, Ipul didakwa dengan tiga pasal alternatif yaitu Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...