Rabu, 26 Juli 2017 | 03.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Polda Metro Bantah Lamban Tangani Kasus Novel

Polda Metro Bantah Lamban Tangani Kasus Novel

Reporter : Rakisa | Rabu, 26 April 2017 - 17:00 WIB

IMG-22218

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan (kanan). (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Kinerja polisi dalam mengungkap kasus penyiraman penyidik KPK, Novel Baswedan dipertanyakan bahkan dinilai lamban. Sejumlah lembaga masyarakat sipil menilai, kasus ini seharusnya mudah untuk diusut oleh polisi.

Menanggapi hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan membantah pihaknya lamban menangani kasus tersebut. Iriawan memastikan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan memanggil beberapa saksi.

Polisi juga kata Iriawan memeriksa belasan saksi serta rekaman CCTV yang ada di rumah Novel terkait perkara itu.

“Kita mendapatkan identitas dua orang yang fotonya telah dimiliki polisi sebelumnya. Kedua orang itu kemudian diperiksa petugas. Namun, berdasarkan pemeriksaan petugas memastikan dua orang itu tidak terkait dengan penyiraman Novel. Karena kedua orang itu merupakan mata elang alias cepu polisi unti Ranmor,” kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (26/4).

Iriawan menegaskan timnya terus bekerja mengungkap pelaku teror Novel Baswedan. Dimana diakui Iriawan sebagai penyidik KPK yang tengah menangani kasus-kasus besar sudah seharusnya mendapatkan pengawalan.

“Saya tegaskan lagi bahwa semestinya yang bersangkutan (Novel) mendapatkan namun karena menolak dikawal sejak awal, termasuk saat saya menengok di rumah sakit juga membicarakan soal itu,” tegas Iriawan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...