Rabu, 26 Juli 2017 | 03.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pengamat: Banjir Karangan Bunga Siasat Ahok Agar Jadi Menteri

Pengamat: Banjir Karangan Bunga Siasat Ahok Agar Jadi Menteri

Reporter : Rakisa | Rabu, 26 April 2017 - 19:35 WIB

IMG-22222

Papan bunga di Balaikota DKI Jakarta. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch, Amir Hamzah menilai, banjirnya karangan bunga di Balai Kota sebagai siasat politik agar Ahok menjadi menteri.

“Isu reshuffle kabinet jilid III bukan berdiri sendiri. Meskipun sudah dibantah sendiri oleh Jokowi,” kata Amir Hamzah di Jakarta, Rabu (26/4).

“Jadi, usai babak belur di Pilgub DKI, melalui karangan bunga itu framing Ahok agar bisa dapat kursi menteri. Ahok dan Ahoker berupaya untuk memoles agar terlihat ‘barang bagus’. Yang kalah mereka, yang ngirim mereka sendiri, dan untuk kepentingan mereka juga,” ungkapnya.

Pengiriman karangan bunga untuk Ahok-Djarot terus berdatangan ke Balaikota DKI Jakarta. Kiriman bunga tersebut tidak menyertakan identitasnya. Mereka umumnya hanya menuliskan sebagai fans Ahok lantaran belum bisa menerima kekalahan telak pujaannya tersebut dari Anies-Sandi.

Mayoritas karangan bunga sendiri berasal dari sejumlah perusahaan penyedia jasa bunga yaitu, toko Istana Bunga, Cyntia Floris.

Selain dari DKI, tidak sedikit juga pengirim bunga itu mengaku berasal dari luar kota, seperti Solo, Semarang dan Surabaya. Bahkan ada yang dari luar negeri, seperti Malaysia dan Selandia Baru.

“Informasinya sekarang sekitar 1.000 lebih karangan bunga, namun sedang didata dulu. Sama nanti ada tim, tapi informasi ke saya sudah ada 1.000 karangan bunga,” kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah (KDH dan KLN) DKI Jakarta Muhammad Mawardi, kepada wartawan, di Balaikota DKI Jakarta.

Karangan bunga yang datang dalam bentuk papan, buket, hingga standing flower. Mawardi belum mengetahui tindaklanjut yang akan dilakukan mengenai banyaknya karangan bunga ini.

“Untuk sementara belum ada perintah khusus dari gubernur. Nanti akan dikomunikasikan lagi,” kata Mawardi.

Sementara itu, Marwan, staf tata usaha Balai Kota DKI Jakarta mengatakan ada sekitar 750 bunga yang datang ke Balaikota.

“Semalam ada 250 bunga yang datang. Hari ini diperkirakan ada 750 bunga, tapi belum dihitung dari yang diterima Pamdal,” kata Marwan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...