Selasa, 26 September 2017 | 18.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pengamat: Banjir Karangan Bunga Siasat Ahok Agar Jadi Menteri

Pengamat: Banjir Karangan Bunga Siasat Ahok Agar Jadi Menteri

Reporter : Rakisa | Rabu, 26 April 2017 - 19:35 WIB

IMG-22222

Papan bunga di Balaikota DKI Jakarta. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch, Amir Hamzah menilai, banjirnya karangan bunga di Balai Kota sebagai siasat politik agar Ahok menjadi menteri.

“Isu reshuffle kabinet jilid III bukan berdiri sendiri. Meskipun sudah dibantah sendiri oleh Jokowi,” kata Amir Hamzah di Jakarta, Rabu (26/4).

“Jadi, usai babak belur di Pilgub DKI, melalui karangan bunga itu framing Ahok agar bisa dapat kursi menteri. Ahok dan Ahoker berupaya untuk memoles agar terlihat ‘barang bagus’. Yang kalah mereka, yang ngirim mereka sendiri, dan untuk kepentingan mereka juga,” ungkapnya.

Pengiriman karangan bunga untuk Ahok-Djarot terus berdatangan ke Balaikota DKI Jakarta. Kiriman bunga tersebut tidak menyertakan identitasnya. Mereka umumnya hanya menuliskan sebagai fans Ahok lantaran belum bisa menerima kekalahan telak pujaannya tersebut dari Anies-Sandi.

Mayoritas karangan bunga sendiri berasal dari sejumlah perusahaan penyedia jasa bunga yaitu, toko Istana Bunga, Cyntia Floris.

Selain dari DKI, tidak sedikit juga pengirim bunga itu mengaku berasal dari luar kota, seperti Solo, Semarang dan Surabaya. Bahkan ada yang dari luar negeri, seperti Malaysia dan Selandia Baru.

“Informasinya sekarang sekitar 1.000 lebih karangan bunga, namun sedang didata dulu. Sama nanti ada tim, tapi informasi ke saya sudah ada 1.000 karangan bunga,” kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah (KDH dan KLN) DKI Jakarta Muhammad Mawardi, kepada wartawan, di Balaikota DKI Jakarta.

Karangan bunga yang datang dalam bentuk papan, buket, hingga standing flower. Mawardi belum mengetahui tindaklanjut yang akan dilakukan mengenai banyaknya karangan bunga ini.

“Untuk sementara belum ada perintah khusus dari gubernur. Nanti akan dikomunikasikan lagi,” kata Mawardi.

Sementara itu, Marwan, staf tata usaha Balai Kota DKI Jakarta mengatakan ada sekitar 750 bunga yang datang ke Balaikota.

“Semalam ada 250 bunga yang datang. Hari ini diperkirakan ada 750 bunga, tapi belum dihitung dari yang diterima Pamdal,” kata Marwan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...