Minggu, 23 Juli 2017 | 05.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Saatnya Petani Menjadi Pemain Utama di Sektor Perkebunan

Saatnya Petani Menjadi Pemain Utama di Sektor Perkebunan

Reporter : Rakisa | Rabu, 26 April 2017 - 20:07 WIB

IMG-22223

Konfrensi perkebunan. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Konferensi perkebunan rakyat yang diprakarsai oleh SPKS, SPI, API, Sawit Watch, FIELD, Bina Desa dan IHCS, Rabu (26/4) yang berlangsung di Gedung YTI, Jakarta dibuka oleh Deputy bidang Perkebunan Kementerian Koordinator Ekonomi Indonesia.

Konferensi perkebunan rakyat yang merupakan konferensi perkebunan rakyat pertama dibuat pada tingkat nasional bertujuan untuk memperkuat perkebunan rakyat menuju perkebunan yang lestari dan berkeadilan social.

Ketua panitia Konferensi, Mansuetus Alsy Hanu menyampaikan konferensi ini bukan untuk menyaingi konferensi-konferensi serupa yang biasa dibuat oleh pemerintah atau kelompok pengusaha.

“Konferensi ini berangkat dari realitas yang terjadi saat ini pada sector ini. Beberapa hal yang menjadi acuan adalah produksi perkebunan saat ini menurun drastis. Di sektor sawit, seharusnya bisa mencapai 36 juta ton perhektare tetapi sampai saat ini baru 30 juta ton/hektar, kita kalah dari Malaysia,” ujarnya, Rabu (26/4).

Selanjutnya, kata Mansuetus di wilayah pedesaan, masyarakat semakin berkurang yang gemar untuk menjadi petani atau berkebun, dan ini sangat meresahkan bagi kita semua.

Persoalan lain adalah akses modal. Petani masih sulit mendapatkan peminjaman dari bank, bank-bank yang ada saat ini masih konfensional, kalau mau mendapatkan pinjaman harus ada jaminan. Dan jaminan itu tentunya harus dengan surat-surat yang lengkap. Ketiga soal akses atas tanah.

“Petani saat ini sangat susah untuk mendapatkan tanah yang layak untuk berkebun karena tanah-tanah di pedesaan sudah banyak dikuasai oleh pengusaha-pengusaha besar. Keempat, perkebunan yang lestari dan berkeadilan social, kita masih sulit mendapat perkebunan yang lestari dan berkeadilan sosial karena memang banyak persoalan yang terjadi dan ini tidak diselesaikan oleh pemerintah atau pengusaha,” ucapnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua Stering Committee Konferensi, Henry Saragih menyebutkan bahwa hari ini merupakan hari yang bersejarah. Ini merupakan konferensi perkebunan rakyat pertama.

“Konferensi ini sangat penting, bukan saja karena hari ini isu-isu perkebunan menjadi pemberitaan internasional, tetapi ini juga menyangkut hal yang bersejarah bagi negeri ini,” tegas Henry.

Lebih lanjut, Henry mengatakan bahwa, kehadiran penjajah di negeri ini ditandai dengan perkebunan. Seperti diketahui, perkebunan yang membuat perbudakan di negeri ini, yang membuat orang sengsara. Oleh karena itu, konferensi ini harus bisa mengurai persoalan itu.

“Persoalan ekonomi masih menjadi persoalan serius di negeri ini, kesenjangan ekonomi masih tinggi. Kesenjangan dalam pemilikan tanah, ada yang menguasai jutaan hektar, sedangkan masyarakat hanya 0,3-0,5 hektar,”

“Indonesia benar menjadi negara eksportir untuk hasil perkebunan, ini bukan hal luar biasa karena sejak jaman kolonial itu sudah terjadi. Persoalannya adalah dengan menjadi negara eksportir kehidupan rakyat kita bahagia atau tidak,” sambungnya.

Henry berharap konferensi perkebunan juga menempatkan petani sebagai pelaku utama dalam sektor ini. Sehingga petani tidak lagi menjadi buruh ditanahnya sendiri.

Sementara itu Indah Fatinaware dari Sawit Wacth menegaskan tata kelola perkebunan sudah seharusnya dikembalikan kepada rakyat bukan kepada perusahaan.

“Maka dari itu melalui konferensi ini kami minta pemerintah agar mengeluarkan moratorium izin kelapa sawit dan evaluasi semua izin, serta agar menghentikan RUU Perkelapasawitan karena tidak berpihak kepada petani sawit,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...