Sabtu, 23 September 2017 | 07.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Saatnya Petani Menjadi Pemain Utama di Sektor Perkebunan

Saatnya Petani Menjadi Pemain Utama di Sektor Perkebunan

Reporter : Rakisa | Rabu, 26 April 2017 - 20:07 WIB

IMG-22223

Konfrensi perkebunan. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Konferensi perkebunan rakyat yang diprakarsai oleh SPKS, SPI, API, Sawit Watch, FIELD, Bina Desa dan IHCS, Rabu (26/4) yang berlangsung di Gedung YTI, Jakarta dibuka oleh Deputy bidang Perkebunan Kementerian Koordinator Ekonomi Indonesia.

Konferensi perkebunan rakyat yang merupakan konferensi perkebunan rakyat pertama dibuat pada tingkat nasional bertujuan untuk memperkuat perkebunan rakyat menuju perkebunan yang lestari dan berkeadilan social.

Ketua panitia Konferensi, Mansuetus Alsy Hanu menyampaikan konferensi ini bukan untuk menyaingi konferensi-konferensi serupa yang biasa dibuat oleh pemerintah atau kelompok pengusaha.

“Konferensi ini berangkat dari realitas yang terjadi saat ini pada sector ini. Beberapa hal yang menjadi acuan adalah produksi perkebunan saat ini menurun drastis. Di sektor sawit, seharusnya bisa mencapai 36 juta ton perhektare tetapi sampai saat ini baru 30 juta ton/hektar, kita kalah dari Malaysia,” ujarnya, Rabu (26/4).

Selanjutnya, kata Mansuetus di wilayah pedesaan, masyarakat semakin berkurang yang gemar untuk menjadi petani atau berkebun, dan ini sangat meresahkan bagi kita semua.

Persoalan lain adalah akses modal. Petani masih sulit mendapatkan peminjaman dari bank, bank-bank yang ada saat ini masih konfensional, kalau mau mendapatkan pinjaman harus ada jaminan. Dan jaminan itu tentunya harus dengan surat-surat yang lengkap. Ketiga soal akses atas tanah.

“Petani saat ini sangat susah untuk mendapatkan tanah yang layak untuk berkebun karena tanah-tanah di pedesaan sudah banyak dikuasai oleh pengusaha-pengusaha besar. Keempat, perkebunan yang lestari dan berkeadilan social, kita masih sulit mendapat perkebunan yang lestari dan berkeadilan sosial karena memang banyak persoalan yang terjadi dan ini tidak diselesaikan oleh pemerintah atau pengusaha,” ucapnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua Stering Committee Konferensi, Henry Saragih menyebutkan bahwa hari ini merupakan hari yang bersejarah. Ini merupakan konferensi perkebunan rakyat pertama.

“Konferensi ini sangat penting, bukan saja karena hari ini isu-isu perkebunan menjadi pemberitaan internasional, tetapi ini juga menyangkut hal yang bersejarah bagi negeri ini,” tegas Henry.

Lebih lanjut, Henry mengatakan bahwa, kehadiran penjajah di negeri ini ditandai dengan perkebunan. Seperti diketahui, perkebunan yang membuat perbudakan di negeri ini, yang membuat orang sengsara. Oleh karena itu, konferensi ini harus bisa mengurai persoalan itu.

“Persoalan ekonomi masih menjadi persoalan serius di negeri ini, kesenjangan ekonomi masih tinggi. Kesenjangan dalam pemilikan tanah, ada yang menguasai jutaan hektar, sedangkan masyarakat hanya 0,3-0,5 hektar,”

“Indonesia benar menjadi negara eksportir untuk hasil perkebunan, ini bukan hal luar biasa karena sejak jaman kolonial itu sudah terjadi. Persoalannya adalah dengan menjadi negara eksportir kehidupan rakyat kita bahagia atau tidak,” sambungnya.

Henry berharap konferensi perkebunan juga menempatkan petani sebagai pelaku utama dalam sektor ini. Sehingga petani tidak lagi menjadi buruh ditanahnya sendiri.

Sementara itu Indah Fatinaware dari Sawit Wacth menegaskan tata kelola perkebunan sudah seharusnya dikembalikan kepada rakyat bukan kepada perusahaan.

“Maka dari itu melalui konferensi ini kami minta pemerintah agar mengeluarkan moratorium izin kelapa sawit dan evaluasi semua izin, serta agar menghentikan RUU Perkelapasawitan karena tidak berpihak kepada petani sawit,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:22 WIB

Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka secara resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-V Tahun 2017, yang ...
Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:02 WIB

Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang

Lelang barang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) selesai digelar, Jumat (22/9) sore ...
Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut
Hukum - Sabtu, 23 September 2017 - 00:08 WIB

Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Chepy Iskandar menolak eksepsi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang praperadilan ...
Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 23:59 WIB

Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya

Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang menuding Panglima TNI memaksa anggotanya untuk nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.Panglima TNI Jenderal ...
Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 21:05 WIB

Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK

Seluruh permohonan yang diajukan tim penasehat hukum Setya Novanto dijawab tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan praperadilan ...
Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 20:46 WIB

Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat

Manajemen Citilink Indonesia menyebutkan penyebab ribuan lebah nemempel disayap pesawat tujuan Batam- Kualanamu diduga karea habitat atau sarang lebah terganggu ...