Rabu, 26 Juli 2017 | 03.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenko Perekonomian Berharap Sektor Perkebunan Lebih Lestari

Kemenko Perekonomian Berharap Sektor Perkebunan Lebih Lestari

Kamis, 27 April 2017 - 00:39 WIB

Jakarta, kini.co.id – Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, Musdalifah Machmud, mengatakan perkebunan itu sangat penting, karena banyak memberikan kontribusi bagi negara.

Musdalifah menyebutkan kenapa disebut sektor perkebunan karena didaerah yang jauh dari perkotaan, yang bisa membangun adalah sektor perkebunan.

“Perkebunan yang membangun anak-anak kita, dan sebagian besar bisa menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi. Usaha pertanian dan perkebunan harus dikembangkan untuk ekonomi keluarga dan negara karena menjadi sumber pendapatan, dan perlu membangun pusat-pusat perkebunan di daerah, ” ujar Musdalifah saat membuka konferensi perkebunan di Gedung YTKI, Jakarta, Rabu (26/4).

Musdalifah menyinggung soal ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System) pemerintah saat ini sedang memperbaiki regulasi tersebut.

“Kita sedang mengkampanyekan ISPO agar hasilnya lebih baik di pasar dunia. Khusus untuk petani mandiri atau petani rakyat, kami juga sedang menyiapkan replanting, tapi belum bisa dilaksanakan karena kami sedang menjaga betul terkait dengan proses transparansi sehingga dapat sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia pun berharap melalui konferensi ini juga dapat mengembangkan kerangka perkebunan yang lestari seperti ISPO.

“Semoga konferensi ini bisa membangun semangat kita untuk kembali kedaerah masing-masing dan mengelola perkebunan yang terbaik,” tutupnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...