Selasa, 24 April 2018 | 00.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Reporter : Rakisa | Kamis, 27 April 2017 - 13:32 WIB

IMG-22250

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aparat kepolisian masih terus mengusut siapa pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Hingga saat ini, kata Tito penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan alat bukti yang ada di lapangan.

Tito pun menduga, teror dilakukan oleh orang yang tak menyukai korban, baik karena urusan pribadi maupun pekerjaan.

Namun dari berbagai kemungkinan, yang paling kuat yakni karena urusan pekerjaannya sebagai penyidik KPK.

“Yang paling utama masalah pekerjaan. Makanya sampai sekarang kami masih lakukan pengembangan (kasus), dengan sekuat tenaga,” kata Tito di Mabes di Jakarta, Rabu (26/4).

Terkait pelaku belum terungkap, menurut Tito, saat ini kepolisian masih terus bekerja untuk mengungkapkan dalang di balik penyerangan Novel.

“Sekarang ini tim lagi bekerja, untuk melihat (mengungkap) kasus ini ada dua cara,” ujarnya.

Cara pertama, tambah Tito dengan mengembangkan bukti-bukti hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menganalisis CCTV (closed circuit velevision).

Tidak hanya itu, pihaknya juga bakal melihat jaringan (telekomunikasi), termasuk mengkorek informasi saksi-saksi.

Langkah lainnya adalah dengan menelaah motif. Diharapkan dengan melihat motif dari berbagai sudah pandang, pelaku penyerangan cepat terungkap.

“Kami mencoba mempelajari motif, siapa-siapa saja yang memiliki potensi tidak suka dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Tito menyebutkan aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang terkait penyerangan tersebut. Namun berdasarkan pemeriksaan, keduanya bukan pelaku langsung penyerangan terhadap Novel.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan dua orang yang sudah diamankan berdasarkan foto yang dimiliki petugas di TKP tidak berkaitan dengan kasus tersebut.

“Keduanya orang yang kita amankan berdasarkan foto itu adalah merupakan mata elang atau mata-mata dari unit Ranmor, jadi keduanya tidak berkaitan dengan pelaku penyerangan Novel,” tegas Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Iriawan juga mengaku memarahi Novel saat menolak diberi pengawalan.

“Yang bersamgkutan (Novel) khan lagi menangani kasus-kasus besar, dari awal menolak diberi pengawal, takut disebut paranoid dan sebagainya, saya sempat marah waktu menelepon dan waktu nengok ke rumah sakit,” tandas Iriawan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...