Sabtu, 23 September 2017 | 07.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Reporter : Rakisa | Kamis, 27 April 2017 - 13:32 WIB

IMG-22250

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aparat kepolisian masih terus mengusut siapa pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Hingga saat ini, kata Tito penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan alat bukti yang ada di lapangan.

Tito pun menduga, teror dilakukan oleh orang yang tak menyukai korban, baik karena urusan pribadi maupun pekerjaan.

Namun dari berbagai kemungkinan, yang paling kuat yakni karena urusan pekerjaannya sebagai penyidik KPK.

“Yang paling utama masalah pekerjaan. Makanya sampai sekarang kami masih lakukan pengembangan (kasus), dengan sekuat tenaga,” kata Tito di Mabes di Jakarta, Rabu (26/4).

Terkait pelaku belum terungkap, menurut Tito, saat ini kepolisian masih terus bekerja untuk mengungkapkan dalang di balik penyerangan Novel.

“Sekarang ini tim lagi bekerja, untuk melihat (mengungkap) kasus ini ada dua cara,” ujarnya.

Cara pertama, tambah Tito dengan mengembangkan bukti-bukti hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menganalisis CCTV (closed circuit velevision).

Tidak hanya itu, pihaknya juga bakal melihat jaringan (telekomunikasi), termasuk mengkorek informasi saksi-saksi.

Langkah lainnya adalah dengan menelaah motif. Diharapkan dengan melihat motif dari berbagai sudah pandang, pelaku penyerangan cepat terungkap.

“Kami mencoba mempelajari motif, siapa-siapa saja yang memiliki potensi tidak suka dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Tito menyebutkan aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang terkait penyerangan tersebut. Namun berdasarkan pemeriksaan, keduanya bukan pelaku langsung penyerangan terhadap Novel.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan dua orang yang sudah diamankan berdasarkan foto yang dimiliki petugas di TKP tidak berkaitan dengan kasus tersebut.

“Keduanya orang yang kita amankan berdasarkan foto itu adalah merupakan mata elang atau mata-mata dari unit Ranmor, jadi keduanya tidak berkaitan dengan pelaku penyerangan Novel,” tegas Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Iriawan juga mengaku memarahi Novel saat menolak diberi pengawalan.

“Yang bersamgkutan (Novel) khan lagi menangani kasus-kasus besar, dari awal menolak diberi pengawal, takut disebut paranoid dan sebagainya, saya sempat marah waktu menelepon dan waktu nengok ke rumah sakit,” tandas Iriawan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:22 WIB

Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka secara resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-V Tahun 2017, yang ...
Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:02 WIB

Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang

Lelang barang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) selesai digelar, Jumat (22/9) sore ...
Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut
Hukum - Sabtu, 23 September 2017 - 00:08 WIB

Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Chepy Iskandar menolak eksepsi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang praperadilan ...
Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 23:59 WIB

Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya

Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang menuding Panglima TNI memaksa anggotanya untuk nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.Panglima TNI Jenderal ...
Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 21:05 WIB

Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK

Seluruh permohonan yang diajukan tim penasehat hukum Setya Novanto dijawab tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan praperadilan ...
Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 20:46 WIB

Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat

Manajemen Citilink Indonesia menyebutkan penyebab ribuan lebah nemempel disayap pesawat tujuan Batam- Kualanamu diduga karea habitat atau sarang lebah terganggu ...