Sabtu, 18 November 2017 | 20.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Reporter : Rakisa | Kamis, 27 April 2017 - 13:32 WIB

IMG-22250

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aparat kepolisian masih terus mengusut siapa pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Hingga saat ini, kata Tito penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan alat bukti yang ada di lapangan.

Tito pun menduga, teror dilakukan oleh orang yang tak menyukai korban, baik karena urusan pribadi maupun pekerjaan.

Namun dari berbagai kemungkinan, yang paling kuat yakni karena urusan pekerjaannya sebagai penyidik KPK.

“Yang paling utama masalah pekerjaan. Makanya sampai sekarang kami masih lakukan pengembangan (kasus), dengan sekuat tenaga,” kata Tito di Mabes di Jakarta, Rabu (26/4).

Terkait pelaku belum terungkap, menurut Tito, saat ini kepolisian masih terus bekerja untuk mengungkapkan dalang di balik penyerangan Novel.

“Sekarang ini tim lagi bekerja, untuk melihat (mengungkap) kasus ini ada dua cara,” ujarnya.

Cara pertama, tambah Tito dengan mengembangkan bukti-bukti hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menganalisis CCTV (closed circuit velevision).

Tidak hanya itu, pihaknya juga bakal melihat jaringan (telekomunikasi), termasuk mengkorek informasi saksi-saksi.

Langkah lainnya adalah dengan menelaah motif. Diharapkan dengan melihat motif dari berbagai sudah pandang, pelaku penyerangan cepat terungkap.

“Kami mencoba mempelajari motif, siapa-siapa saja yang memiliki potensi tidak suka dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Tito menyebutkan aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang terkait penyerangan tersebut. Namun berdasarkan pemeriksaan, keduanya bukan pelaku langsung penyerangan terhadap Novel.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan dua orang yang sudah diamankan berdasarkan foto yang dimiliki petugas di TKP tidak berkaitan dengan kasus tersebut.

“Keduanya orang yang kita amankan berdasarkan foto itu adalah merupakan mata elang atau mata-mata dari unit Ranmor, jadi keduanya tidak berkaitan dengan pelaku penyerangan Novel,” tegas Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Iriawan juga mengaku memarahi Novel saat menolak diberi pengawalan.

“Yang bersamgkutan (Novel) khan lagi menangani kasus-kasus besar, dari awal menolak diberi pengawal, takut disebut paranoid dan sebagainya, saya sempat marah waktu menelepon dan waktu nengok ke rumah sakit,” tandas Iriawan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...