Rabu, 17 Januari 2018 | 19.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Reporter : Rakisa | Kamis, 27 April 2017 - 13:32 WIB

IMG-22250

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aparat kepolisian masih terus mengusut siapa pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Hingga saat ini, kata Tito penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan alat bukti yang ada di lapangan.

Tito pun menduga, teror dilakukan oleh orang yang tak menyukai korban, baik karena urusan pribadi maupun pekerjaan.

Namun dari berbagai kemungkinan, yang paling kuat yakni karena urusan pekerjaannya sebagai penyidik KPK.

“Yang paling utama masalah pekerjaan. Makanya sampai sekarang kami masih lakukan pengembangan (kasus), dengan sekuat tenaga,” kata Tito di Mabes di Jakarta, Rabu (26/4).

Terkait pelaku belum terungkap, menurut Tito, saat ini kepolisian masih terus bekerja untuk mengungkapkan dalang di balik penyerangan Novel.

“Sekarang ini tim lagi bekerja, untuk melihat (mengungkap) kasus ini ada dua cara,” ujarnya.

Cara pertama, tambah Tito dengan mengembangkan bukti-bukti hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menganalisis CCTV (closed circuit velevision).

Tidak hanya itu, pihaknya juga bakal melihat jaringan (telekomunikasi), termasuk mengkorek informasi saksi-saksi.

Langkah lainnya adalah dengan menelaah motif. Diharapkan dengan melihat motif dari berbagai sudah pandang, pelaku penyerangan cepat terungkap.

“Kami mencoba mempelajari motif, siapa-siapa saja yang memiliki potensi tidak suka dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Tito menyebutkan aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang terkait penyerangan tersebut. Namun berdasarkan pemeriksaan, keduanya bukan pelaku langsung penyerangan terhadap Novel.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan dua orang yang sudah diamankan berdasarkan foto yang dimiliki petugas di TKP tidak berkaitan dengan kasus tersebut.

“Keduanya orang yang kita amankan berdasarkan foto itu adalah merupakan mata elang atau mata-mata dari unit Ranmor, jadi keduanya tidak berkaitan dengan pelaku penyerangan Novel,” tegas Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Iriawan juga mengaku memarahi Novel saat menolak diberi pengawalan.

“Yang bersamgkutan (Novel) khan lagi menangani kasus-kasus besar, dari awal menolak diberi pengawal, takut disebut paranoid dan sebagainya, saya sempat marah waktu menelepon dan waktu nengok ke rumah sakit,” tandas Iriawan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...