Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Ini Kata Kapolri soal Kasus Novel Baswedan

Reporter : Rakisa | Kamis, 27 April 2017 - 13:32 WIB

IMG-22250

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aparat kepolisian masih terus mengusut siapa pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Hingga saat ini, kata Tito penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan alat bukti yang ada di lapangan.

Tito pun menduga, teror dilakukan oleh orang yang tak menyukai korban, baik karena urusan pribadi maupun pekerjaan.

Namun dari berbagai kemungkinan, yang paling kuat yakni karena urusan pekerjaannya sebagai penyidik KPK.

“Yang paling utama masalah pekerjaan. Makanya sampai sekarang kami masih lakukan pengembangan (kasus), dengan sekuat tenaga,” kata Tito di Mabes di Jakarta, Rabu (26/4).

Terkait pelaku belum terungkap, menurut Tito, saat ini kepolisian masih terus bekerja untuk mengungkapkan dalang di balik penyerangan Novel.

“Sekarang ini tim lagi bekerja, untuk melihat (mengungkap) kasus ini ada dua cara,” ujarnya.

Cara pertama, tambah Tito dengan mengembangkan bukti-bukti hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menganalisis CCTV (closed circuit velevision).

Tidak hanya itu, pihaknya juga bakal melihat jaringan (telekomunikasi), termasuk mengkorek informasi saksi-saksi.

Langkah lainnya adalah dengan menelaah motif. Diharapkan dengan melihat motif dari berbagai sudah pandang, pelaku penyerangan cepat terungkap.

“Kami mencoba mempelajari motif, siapa-siapa saja yang memiliki potensi tidak suka dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Tito menyebutkan aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang terkait penyerangan tersebut. Namun berdasarkan pemeriksaan, keduanya bukan pelaku langsung penyerangan terhadap Novel.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan dua orang yang sudah diamankan berdasarkan foto yang dimiliki petugas di TKP tidak berkaitan dengan kasus tersebut.

“Keduanya orang yang kita amankan berdasarkan foto itu adalah merupakan mata elang atau mata-mata dari unit Ranmor, jadi keduanya tidak berkaitan dengan pelaku penyerangan Novel,” tegas Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Iriawan juga mengaku memarahi Novel saat menolak diberi pengawalan.

“Yang bersamgkutan (Novel) khan lagi menangani kasus-kasus besar, dari awal menolak diberi pengawal, takut disebut paranoid dan sebagainya, saya sempat marah waktu menelepon dan waktu nengok ke rumah sakit,” tandas Iriawan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...