Sabtu, 18 November 2017 | 20.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pengacara Habib: Polisi Tak Usah Ancam Jemput Paksa

Pengacara Habib: Polisi Tak Usah Ancam Jemput Paksa

Kamis, 27 April 2017 - 19:31 WIB

IMG-22255

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab (KiniNews/Yudi Permana)

Jakarta, kini.co.id – Aparat kepolisian Polda Metro Jaya akan menjemput paksa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab jika pada panggilan kedua awal Mei nanti kembali mangkir.

Sebelumnya Habib Rizieq pada Selasa (25/4) tidak hadir pada panggilan pertama sebagai saksi kasus balada cinta firza berkonten porno.

Tak hanya Habib, tiga orang lainnya, yakni Habib Muchsin Alatas, Fatima alias Ime dan Istri Habib, Syarifah Fadlun Yahya juga tidak hadir dalam panggilan tersebut.

Menanggapi rencana akan penjemputan paksa terhadap Habib Rizieq, pengacara FPI, Sugito Atmo Pawiro mengatakan aparat kepolisian tidak perlu mengancam hal itu.

“Ga usah pakai ngancam akan jemput paksa, beliau khan masih sebagai saksi, komunikasikan baik-baik lah, sebagai pengacara tentu saya akan bela,” terangnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/4).

Ditambahkan Sugito, kliennya akan hadir pada panggilan kedua yang direncanakan setelah Hari Buruh 1 Mei nanti.

“Insya Allah akan hadir karena kami kan perlu mengklarifikasi juga,” tukasnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan mengancam akan memanggil paksa Habib Rizieq Shihab jika kembali mangkir dalam panggilan kedua yang sebagai saksi kasus penyebaran konten pornografi.

Menurut Iriawan, penyidik memerlukan konfirmasi dari Imam Besar FPI itu lantaran memiliki bukti keterkaitan antara foto Firza Husein dengan bentuk tubuhnya.

Foto yang diduga diambil dari kamar mandi rumah Firza itu disebut atas permintaan Habib Rizieq.

“Sekarang saya tanya saat kasus Ariel-Luna apakah keduanya mengakui, jadi kita tidak perlu ada pengakuan karena kita memiliki bukti-bukti itu, biar nanti dipengadilan,” ujarnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...