Senin, 23 April 2018 | 23.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pengacara Habib: Polisi Tak Usah Ancam Jemput Paksa

Pengacara Habib: Polisi Tak Usah Ancam Jemput Paksa

Kamis, 27 April 2017 - 19:31 WIB

IMG-22255

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab (KiniNews/Yudi Permana)

Jakarta, kini.co.id – Aparat kepolisian Polda Metro Jaya akan menjemput paksa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab jika pada panggilan kedua awal Mei nanti kembali mangkir.

Sebelumnya Habib Rizieq pada Selasa (25/4) tidak hadir pada panggilan pertama sebagai saksi kasus balada cinta firza berkonten porno.

Tak hanya Habib, tiga orang lainnya, yakni Habib Muchsin Alatas, Fatima alias Ime dan Istri Habib, Syarifah Fadlun Yahya juga tidak hadir dalam panggilan tersebut.

Menanggapi rencana akan penjemputan paksa terhadap Habib Rizieq, pengacara FPI, Sugito Atmo Pawiro mengatakan aparat kepolisian tidak perlu mengancam hal itu.

“Ga usah pakai ngancam akan jemput paksa, beliau khan masih sebagai saksi, komunikasikan baik-baik lah, sebagai pengacara tentu saya akan bela,” terangnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/4).

Ditambahkan Sugito, kliennya akan hadir pada panggilan kedua yang direncanakan setelah Hari Buruh 1 Mei nanti.

“Insya Allah akan hadir karena kami kan perlu mengklarifikasi juga,” tukasnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan mengancam akan memanggil paksa Habib Rizieq Shihab jika kembali mangkir dalam panggilan kedua yang sebagai saksi kasus penyebaran konten pornografi.

Menurut Iriawan, penyidik memerlukan konfirmasi dari Imam Besar FPI itu lantaran memiliki bukti keterkaitan antara foto Firza Husein dengan bentuk tubuhnya.

Foto yang diduga diambil dari kamar mandi rumah Firza itu disebut atas permintaan Habib Rizieq.

“Sekarang saya tanya saat kasus Ariel-Luna apakah keduanya mengakui, jadi kita tidak perlu ada pengakuan karena kita memiliki bukti-bukti itu, biar nanti dipengadilan,” ujarnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...