Kamis, 22 Februari 2018 | 19.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fraksi Demokrat Tolak Hak Angket KPK

Fraksi Demokrat Tolak Hak Angket KPK

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 27 April 2017 - 22:42 WIB

IMG-22262

Jakarta, kini.co.id – Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, menolak hak angket sebagaimana usulan Komisi II yang mendesak KPK agar membuka hasil pemeriksaan terhadap Miryam S Haryani terkait kasus e-KTP.

Demokrat menolak penggunaan hak istimewa tersebut setelah melakukan konsultasi khusus dengan Ketua umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Setelah melakukan konsultasi khusus dengan ketum DPP PD, mengingat penggunaan hak angket saat ini telah menjadi masalah serius dan menjadi perhatian luas masyarakat. Maka dengan ini FPD menyampaikan sikap dan pandangannya,” kata Benny K Harman yang membacakan sikap Fraksi Demokrat di ruangan FPD, Gedung Nusantara I Lantai IX, Senayan, Jakarta, Kamis,(27/4).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua FPD Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang memimpin penyampaian sikap Fraksinya didampingi Sekreratis Fraksi PD Didik Mukriyanto, Wakil Ketua DPR dari FPD Agus Hermanto.

Benny memaparkan, ada empat sikap yang menjadi landasan untuk menolak penggunaan hak angket tersebut.

Pertama, kata Benny, hak angket dipandang sebagai upaya untuk melemahkan KPK dalam tugasnya memberantas korupsi.

“Oleh sebab itu FPD berpendapat penggunaan hak angket pada saat ini tidak tepat waktu. Sehingga dengan demikian siap Fraksi Partai Demokrat jelas tidak setuju dengan penggunaan hak angket,” tegasnya.

Kedua, masih kata Benny, Fraksi Partai Demokrat berpandangan bahwa klarifikasi penggunaan kewenangan luar biasa yang dimiliki KPK saat ini dalam pemberantasan korupsi adalah sebuah keniscayaan.

Namun, hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan cara dan mekanisme yang lain yang dimungkinkan UU tanpa mengganggu iklim pemberantasan korupsi.

Ketiga, Fraksi Partai Demokrat, tambah Benny hingga saat ini tidak pernah berubah sikapnya bahwa DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) dalam pemberantasan korupsi tidak pernah berubah dan tetap konsisten bersama rakyat membela dan mengawal KPK sebagai institusi paling depan dalam pemberantasan korupsi.

Terakhir, kata Benny KPK tentu bukanlah malaikat, KPK harus tetap dikoreksi agar lebih cermat dan lebih akuntabel dalam penggunaan kewenangan yang luar biasa untuk memberantas korupsi.

“FPD mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengawasi kerja KPK sehingga benar-benar menjadi institusi yang kredibel, akuntabel, dan tidak tebang pilih serta adil dalam melaksanakan tugasnya memberantas Korupsi,” pungkasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...
Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:56 WIB

Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi

Ratusan warga Selandi Lama, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar radius 4 Kilometer dari puncak Gunung Sinabung ...
Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:49 WIB

Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan simpati yang diberikan oleh masyarakat ...
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...