Kamis, 22 Februari 2018 | 19.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>KPK Teliti Keabsahan Hak Angket DPR

KPK Teliti Keabsahan Hak Angket DPR

Reporter : Fadilah | Jumat, 28 April 2017 - 16:45 WIB

IMG-22281

Gedung KPK. (KiniNews/Rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), mengaku telah mendengar palu tentang hak angket yang sudah diketok di Rapat Paripurna DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI.

KPK juga mengaku telah mendengar terdapat penolakan dari sejumlah anggota DPR RI, bahkan ada fraksi yang WO (Walk Out) saat pengesahan hak angket tersebut.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif mengaku pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu sah atau tidaknya keputusan tersebut.

“Apalagi sejumlah fraksi sudah mengatakan menolak hak angket dan ada syarat di Undang-Undang MD3, bahwa ‘Usul menjadi Hak Angket jika dihadiri lebih dari 1/2 jumlah anggota DPR dan keputusan diambil dengan persetujuan lebih dari 1/2 jumlah anggota DPR yang hadir’,” ucapnya melalui pesan singkat kepada awak media, di Jakarta, Jumat, (28/4/2017).

Laode kemudian mengingatkan bahwa hak angket ini berawal dari keberatan yang disampaikan sejumlah Anggota Komisi II DPR RI yang namanya disebut oleh penyiik KPK, Novel Baswedan saat menjadi saksi di persidangan kasus e-KTP, 30 Maret 2017 lalu. Kemudian dalam RDP dengan KPK, Komisi III meminta KPK membuka rekaman pemeriksaan BAP Miryam.

“Dan karena keterangan Novel Baswedan disampaikan di pengadilan, persidangan e-ktp masih berjalan, bahkan penyidikan dengan tersangka MSH sedang kita lakukan, maka KPK menyatakan tidak bisa menyerahkan bukti-bukti yang terkait dengan kasus ini,” katanya.

Sebab pungkasnya jika bukti-bukti dibuka hal itu beresiko akan menghambat proses hukum dan dapat berdampak pada penanganan kasus e-KTP.

Diketahui, Rapat Paripurna DPR menyetujui penggunaan hak angket terkait pelaksanaan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

“Apakah usul hak angket tentang pelaksanaan tugas KPK yang diatur dalam UU KPK dapat disetujui menjadi hak angket DPR,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam Rapat Paripurna tadi siang.

Setelah itu, anggota DPR menyatakan setuju lalu Fahri dengan cepat mengetuk palu sebagai tanda keputusan telah diambil.

Namun setelah itu beberapa Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra maju ke depan meja pimpinan DPR sebagai bentuk protes atas pengambilan keputusan yang terlalu cepat. Namun protes itu diabaikan Pimpinan DPR sehingga Rapat Paripurna tetap berjalan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...
Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:56 WIB

Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi

Ratusan warga Selandi Lama, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar radius 4 Kilometer dari puncak Gunung Sinabung ...
Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:49 WIB

Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan simpati yang diberikan oleh masyarakat ...
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...