Jumat, 27 April 2018 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Habib Rizieq Diincar Sniper, Ungsikan Keluarga ke Madinah

Habib Rizieq Diincar Sniper, Ungsikan Keluarga ke Madinah

Reporter : Rakisa | Jumat, 28 April 2017 - 16:47 WIB

IMG-22282

Habib Rizieq Shihab. (KiniNews/Dok)

JAKARTA, kini.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengungsikan keluarganya ke luar negeri pada Rabu (26/4) kemarin.

Langkah itu diambil bukan untuk menghindari kasus-kasus hukum yang dihadapinya, melainkan dengan alasan menghindari teror yang terjadi pada dirinya dimana beberapa hari lalu ada ancaman penembak jitu (sniper) yang membidik Habib.

“Ya ada 18 orang yang beliau bawa semua mulai dari anak, cucunya dia bawa. Karena ada sniper yang menembak ke arah kediaman Habib Rizieq,” kata Ustadz Ansufri Sambo di Kantor Komnas HAM, Jumat (28/4).

Soal kapan kejadian tersebut Ketua Presidium Alumni 212 itu bahwa peristiwa penembakan ke arah kediaman Habib Rizieq terjadi pada Selasa (25/4) pagi. Kemudian keesokan harinya, Rabu (26/4) langsung mengungsikan ke luar negeri.

“Kejadiannya selasa, selasa ini, tiga hari lalu, belum lama. Kejadian pagi, langsung siangnya ngurus paspor, dan besok subuhnya langsung berangkat ke umroh,” terangnya.

Menurutnya, dalam peristiwa tersebut tidak ada yang kena tembak, hanya kena pendoponya saja dan hanya ada satu tembakan.

Ia mengatakan bahwa pihak Habib Rizieq belum melapor. “Ada satu tembakan, tapi tidak lapor,” ujarnya.

Saat ditanya, apakah ditemukan proyektil, Sambo menyampaikan protektif sudah diamankan.

“Yang jelas sudah diamankan oleh tim di sana. Mungkin nanti akan kita blow up,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Habib Rizieq akan berada di luar negeri hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Sampai aman negeri ini, sampai aman (baru kembali-red), makanya kita bergerak sekarang ini, justru kita bergerak supaya ini aman. Habib bisa pulang dengan nyaman, tidak ada lagi intimidasi, teror dan tidak ada lagi kriminalisasi,” tukasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...