Selasa, 20 Februari 2018 | 08.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Habib Rizieq Diincar Sniper, Ungsikan Keluarga ke Madinah

Habib Rizieq Diincar Sniper, Ungsikan Keluarga ke Madinah

Reporter : Rakisa | Jumat, 28 April 2017 - 16:47 WIB

IMG-22282

Habib Rizieq Shihab. (KiniNews/Dok)

JAKARTA, kini.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengungsikan keluarganya ke luar negeri pada Rabu (26/4) kemarin.

Langkah itu diambil bukan untuk menghindari kasus-kasus hukum yang dihadapinya, melainkan dengan alasan menghindari teror yang terjadi pada dirinya dimana beberapa hari lalu ada ancaman penembak jitu (sniper) yang membidik Habib.

“Ya ada 18 orang yang beliau bawa semua mulai dari anak, cucunya dia bawa. Karena ada sniper yang menembak ke arah kediaman Habib Rizieq,” kata Ustadz Ansufri Sambo di Kantor Komnas HAM, Jumat (28/4).

Soal kapan kejadian tersebut Ketua Presidium Alumni 212 itu bahwa peristiwa penembakan ke arah kediaman Habib Rizieq terjadi pada Selasa (25/4) pagi. Kemudian keesokan harinya, Rabu (26/4) langsung mengungsikan ke luar negeri.

“Kejadiannya selasa, selasa ini, tiga hari lalu, belum lama. Kejadian pagi, langsung siangnya ngurus paspor, dan besok subuhnya langsung berangkat ke umroh,” terangnya.

Menurutnya, dalam peristiwa tersebut tidak ada yang kena tembak, hanya kena pendoponya saja dan hanya ada satu tembakan.

Ia mengatakan bahwa pihak Habib Rizieq belum melapor. “Ada satu tembakan, tapi tidak lapor,” ujarnya.

Saat ditanya, apakah ditemukan proyektil, Sambo menyampaikan protektif sudah diamankan.

“Yang jelas sudah diamankan oleh tim di sana. Mungkin nanti akan kita blow up,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Habib Rizieq akan berada di luar negeri hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Sampai aman negeri ini, sampai aman (baru kembali-red), makanya kita bergerak sekarang ini, justru kita bergerak supaya ini aman. Habib bisa pulang dengan nyaman, tidak ada lagi intimidasi, teror dan tidak ada lagi kriminalisasi,” tukasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...
KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:20 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah itu berkaitan dengan kasus dugaan ...
Bupati Nganjuk Segera Diadili
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:10 WIB

Bupati Nganjuk Segera Diadili

Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman tak lama lagi akan duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.Pasalnya penyidik Komisi ...
Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:07 WIB

Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meminta agar semua institusi penegak hukum mentaati aturan hukum yang ada. Hal ini ...