Selasa, 26 September 2017 | 18.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Fadh Ditahan KPK, Kader AMPG Membuat Gaduh

Fadh Ditahan KPK, Kader AMPG Membuat Gaduh

Reporter : Rakisa | Jumat, 28 April 2017 - 17:07 WIB

IMG-22283

Fahd Al Rafiq. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Sejumlah kader OKP sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) membuat kegaduhan di halaman kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (28/4), paska penyidik melakukan penahanan terhadap Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, yang menjadi tersangka kasus suap pengadaan Al Quran dan laboratorium komputer MTs di Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2011-2012.


Kegaduhan terjadi setelah Fahd keluar dari gedung KPK yang mengenakan rompi tahanan. Namun tiba-tiba pendukung Fadh berusaha menghalangi petugas keamanan KPK yang akan memasukan Fadh ke mobil tahanan.

Aksi saling dorong antara pendukung Fadh dengan petugas keamanan KPK dan Polisi yang berjaga sempat memanas.

Beruntung situasi kembali kondusif, setelah beberapa kader AMPG berusaha menenangkan rekannya yang emosi. Selain itu, petugas keamanan KPK dan aparat kepolisian pun ikut menenangkan pendukung Fahd.
 Akhirnya mobil tahanan yang membawa Fadh meninggalkan gedung KPK.

Fahd menjalani pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka kasus suap pengadaan Al Quran dan laboratorium komputer MTs di Kemenag.

“Ini kan baru pemeriksaan pertama saya,” kata Fahd kepada wartawan.


KPK menetapkan Fahd sebagai tersangka kasus suap pengurusan anggaran pengadaan kitab suci Al Quran dan laboratorium komputer di Kemenag tahun 2011-2012.

Fahd melakukan tindak pidana ini bersama-sama dengan mantan anggota Komisi VII DPR Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendi Prasetya. Keduanya sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

”FEF diduga bersama-sama dengan Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra menerima hadiah atau janji dari pihak-pihak tertentu. Indikasi penerimaan 3,4 milyar,” kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, di Jakarta, Kamis (27/4) kemarin.



Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Fahd El Fouz melanggar Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 Ayat (2) juncto Ayat (1) huruf b, lebih subsidiair Pasal 11 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...