Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Fadh Ditahan KPK, Kader AMPG Membuat Gaduh

Fadh Ditahan KPK, Kader AMPG Membuat Gaduh

Reporter : Rakisa | Jumat, 28 April 2017 - 17:07 WIB

IMG-22283

Fahd Al Rafiq. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Sejumlah kader OKP sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) membuat kegaduhan di halaman kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (28/4), paska penyidik melakukan penahanan terhadap Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, yang menjadi tersangka kasus suap pengadaan Al Quran dan laboratorium komputer MTs di Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2011-2012.


Kegaduhan terjadi setelah Fahd keluar dari gedung KPK yang mengenakan rompi tahanan. Namun tiba-tiba pendukung Fadh berusaha menghalangi petugas keamanan KPK yang akan memasukan Fadh ke mobil tahanan.

Aksi saling dorong antara pendukung Fadh dengan petugas keamanan KPK dan Polisi yang berjaga sempat memanas.

Beruntung situasi kembali kondusif, setelah beberapa kader AMPG berusaha menenangkan rekannya yang emosi. Selain itu, petugas keamanan KPK dan aparat kepolisian pun ikut menenangkan pendukung Fahd.
 Akhirnya mobil tahanan yang membawa Fadh meninggalkan gedung KPK.

Fahd menjalani pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka kasus suap pengadaan Al Quran dan laboratorium komputer MTs di Kemenag.

“Ini kan baru pemeriksaan pertama saya,” kata Fahd kepada wartawan.


KPK menetapkan Fahd sebagai tersangka kasus suap pengurusan anggaran pengadaan kitab suci Al Quran dan laboratorium komputer di Kemenag tahun 2011-2012.

Fahd melakukan tindak pidana ini bersama-sama dengan mantan anggota Komisi VII DPR Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendi Prasetya. Keduanya sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

”FEF diduga bersama-sama dengan Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra menerima hadiah atau janji dari pihak-pihak tertentu. Indikasi penerimaan 3,4 milyar,” kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, di Jakarta, Kamis (27/4) kemarin.



Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Fahd El Fouz melanggar Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 Ayat (2) juncto Ayat (1) huruf b, lebih subsidiair Pasal 11 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 KUHP.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...