Rabu, 26 Juli 2017 | 13.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Fahida Idris Adakan Sayembara Laporkan Nathan ke Polisi

Fahida Idris Adakan Sayembara Laporkan Nathan ke Polisi

Reporter : Rakisa | Sabtu, 29 April 2017 - 20:28 WIB

IMG-22307

Balasan kicauan Fahira Idris. (twitter)

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua Komite 3 DPD RI, Fahira Idris mengadakan sayembara bagi siapa saja yang berhasil melaporkan Nathan ke Polisi. Bahkan dia bersedia memberikan hadiah ponsel.

Akun @fahiraidris berkicau ‘Ada sayembara u/sahabat2 di #Surabaya Bila ada yg berhasil melaporkan Nathan ke Polisi, maka akan ada hadiah HP Xiomi u/Pelapor Pertama’

Diketahui sebelumnya, Diketahui, kicauan @NathanSuwanto sekitar pukul 12.00 WIB siang, namun enam jam kemudian, 18.00 WIB memohon maaf kepada Buni Yani.

Dalam kicauan @NathanSuwanto tertulis sekitar pukul 12.36 WIB ‘If you know of a way to crowdfund assassins to kill Fahira Idris, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rizieq Shihab, Buni Yani dan friens, lemme know’. Kemudian, @NathanSuwanto juga menyebutkan, ‘Buni Yani bangsat ini minta dikaplok banget. Udah salah masih berani marah dan ngatain orang lain goblok, padahal sendirinya IDIO, DUNGU’. Lalu, akun @NathanSuwanto juga menuliskan, ‘Gue doain balik supaya dia yang cepet binasa. Cepet mampus aja lah supaya nggak ngotorin dunia ini. Manusia banyak lagak banyak bacot’ dan ‘ I am so pissed off that im now willing to spend my live savings to hire assassins to kill those bastards dan bitches, if they’re available’.

Namun tak lama kemudian, akun @NathanSuwanto menyerah dan memohon maaf sekitar pukul 18.10 WIB.’Dengan ini saya secara pribadi, Nathan P Suwanto, ingin memohon maaf atas kata-kata saya yang tidak pantas dan bernada mengancam. Sunggung tidak ada keinginan dari saya untuk mencelakai Bapak. Jika diinginkan, saya ingin menelepon Bapak untuk meminta maaf secara langsung. Terima kasih jika Bapak berkenan untuk meluangkan sedikit waktu untuk saya. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.’

Mengomentari hal itu, Buni Yani juga membalas, ‘Nathan P Suwanto meminta maaf setelah mengancam mau membunuh saya dan beberapa orang. Mengapa kebencian begitu masif terjadi skrg ini.’

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...