Rabu, 26 Juli 2017 | 03.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto

Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto

Reporter : Rakisa | Minggu, 30 April 2017 - 12:16 WIB

IMG-22312

Papan bunga di Balaikota DKI Jakarta. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Setelah menyindir soal ribuan karangan bunga yang diberikan warga kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dengan sebutan jumlah orang bego di Jakarta dan sampah.

Lontaran pedas kembali disampaikan Kepala Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman.

Melalui akun twitternya, Habiburokman kembali melontarkan sindiranya dengan menyinggung soal sejuta KTP yang dikumpulkan oleh relawan ‘Teman Ahok’ saat mantan Bupati Belitung Timur itu ingin maju di Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen.

“Habis sampah KTP terbitlah sampah karangan bunga, dasar kaum pembuat sampah !!!,” tulis Habiburokhman lewat akun Twitter-nya, Sabtu (29/4).

Tak hanya itu, ia juga menyindir soal ribuan warga yang antre untuk meminta foto bersama Ahok di Balaikota Jakarta.

“Monyet di kebun binatang juga banyak yg ngajak foto,” singkatnya.

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini menyarankan agar Ahok – Djarot dan pendukungnya bisa ikhlas menerima kekalahan mereka di putaran kedua Pilkada DKI.

“Yang kalah sdh cukup waktu bersedih, jadikan kekalahan ini sbg momentum u sembuhkan penyakit hati , hilangkan iri, dengki dan kebencian,” ujarnya.

Seperti diketahui sejak Sabtu (22/4) lalu, karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat terus berdatangan. Hingga sepekan ini jumlah karangan bunga telah mencapai tiga ribu lebih.

Ribuan karangan bunga itu diberikan warga sebagai bentuk dukungan kepada Ahok – Djarot, yang kalah di Pilkada DKI putaran kedua dari pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan – Sandiaga Uno, berdasarkan real count (KPU) DKI.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...