Minggu, 19 November 2017 | 02.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto

Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto

Reporter : Rakisa | Minggu, 30 April 2017 - 12:16 WIB

IMG-22312

Papan bunga di Balaikota DKI Jakarta. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Setelah menyindir soal ribuan karangan bunga yang diberikan warga kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dengan sebutan jumlah orang bego di Jakarta dan sampah.

Lontaran pedas kembali disampaikan Kepala Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman.

Melalui akun twitternya, Habiburokman kembali melontarkan sindiranya dengan menyinggung soal sejuta KTP yang dikumpulkan oleh relawan ‘Teman Ahok’ saat mantan Bupati Belitung Timur itu ingin maju di Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen.

“Habis sampah KTP terbitlah sampah karangan bunga, dasar kaum pembuat sampah !!!,” tulis Habiburokhman lewat akun Twitter-nya, Sabtu (29/4).

Tak hanya itu, ia juga menyindir soal ribuan warga yang antre untuk meminta foto bersama Ahok di Balaikota Jakarta.

“Monyet di kebun binatang juga banyak yg ngajak foto,” singkatnya.

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini menyarankan agar Ahok – Djarot dan pendukungnya bisa ikhlas menerima kekalahan mereka di putaran kedua Pilkada DKI.

“Yang kalah sdh cukup waktu bersedih, jadikan kekalahan ini sbg momentum u sembuhkan penyakit hati , hilangkan iri, dengki dan kebencian,” ujarnya.

Seperti diketahui sejak Sabtu (22/4) lalu, karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat terus berdatangan. Hingga sepekan ini jumlah karangan bunga telah mencapai tiga ribu lebih.

Ribuan karangan bunga itu diberikan warga sebagai bentuk dukungan kepada Ahok – Djarot, yang kalah di Pilkada DKI putaran kedua dari pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan – Sandiaga Uno, berdasarkan real count (KPU) DKI.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 22:46 WIB

Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pemenang sayembara informasi valid keberadaan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ...
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...