Senin, 20 November 2017 | 22.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Aksi Simpatik 55 akan Lebih Solid

Aksi Simpatik 55 akan Lebih Solid

Reporter : Rakisa | Selasa, 2 Mei 2017 - 17:30 WIB

IMG-22355

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir memastikan, aksi simpatik 55 yang akan digelar pada Jumat (5/5) yang dimulai dzikir dan sholat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat yang kemudian longmarch menuju Mahkamah Agung akan lebih kuat dan lebih solid dibanding aksi-aksi sebelumnya yang digelar oleh GNPF.

“Insya Allah aksi nanti akan lebih solid, lebih kuat dan akan dihadiri 3,5 juta massa,” ujarnya dalam keterangan persnya di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/5).

KH Bachtiar juga mengaku bersyukur lantaran aparat tak lagi menganggap GNPF sebagai gerakan anti Pancasila.

“Insya Allah, aparat sekarang sudah mulai paham, ternyata aksi ini tidak seperti mereka duga, seperti teroris, makar, kelompok radikal, anti Pancasila. saya kira itu sudah tidak terbuktilah,” tambahnya.

Menurut UBN sapaan akrab KH Bachtiar, dalam aksi yang disebut 505 itu meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa kasus penistaan agama dihukum seberat-beratnya. Hukuman tersebut merujuk Pasal 156 a KUHP.

Juru Bicara GNPF-MUI, Kapitra Ampera, menambahkan pihaknya tidak pernah berhenti mengawal perkara tersebut meski gelaran Pilkada DKI telah berakhir.

“Apakah Pilkada DKI selesai, masalah BTP selesai? Tidak. Karena itu (Pilkada) bukan tujuan kami. Tujuan kami pasal penodaan agama itu harus diterapkan,” ujarnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...