Rabu, 26 Juli 2017 | 03.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Aksi Simpatik 55 akan Lebih Solid

Aksi Simpatik 55 akan Lebih Solid

Reporter : Rakisa | Selasa, 2 Mei 2017 - 17:30 WIB

IMG-22355

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir memastikan, aksi simpatik 55 yang akan digelar pada Jumat (5/5) yang dimulai dzikir dan sholat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat yang kemudian longmarch menuju Mahkamah Agung akan lebih kuat dan lebih solid dibanding aksi-aksi sebelumnya yang digelar oleh GNPF.

“Insya Allah aksi nanti akan lebih solid, lebih kuat dan akan dihadiri 3,5 juta massa,” ujarnya dalam keterangan persnya di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/5).

KH Bachtiar juga mengaku bersyukur lantaran aparat tak lagi menganggap GNPF sebagai gerakan anti Pancasila.

“Insya Allah, aparat sekarang sudah mulai paham, ternyata aksi ini tidak seperti mereka duga, seperti teroris, makar, kelompok radikal, anti Pancasila. saya kira itu sudah tidak terbuktilah,” tambahnya.

Menurut UBN sapaan akrab KH Bachtiar, dalam aksi yang disebut 505 itu meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa kasus penistaan agama dihukum seberat-beratnya. Hukuman tersebut merujuk Pasal 156 a KUHP.

Juru Bicara GNPF-MUI, Kapitra Ampera, menambahkan pihaknya tidak pernah berhenti mengawal perkara tersebut meski gelaran Pilkada DKI telah berakhir.

“Apakah Pilkada DKI selesai, masalah BTP selesai? Tidak. Karena itu (Pilkada) bukan tujuan kami. Tujuan kami pasal penodaan agama itu harus diterapkan,” ujarnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...